
Assalamu'alaikum.
Hari ini saya ada kegiatan di luar rumah, dan meninggalkan anak-anak di rumah bersama pengasuh yang sudah lumayan tua. Kami memanggilnya Mbah. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya, karena hari ini anak-anak masih ada jadwal kelas tatap muka online bersama guru mereka. Namun, kegiatan saya tidak bisa ditinggalkan.
Sedari pagi Azel sudah bangun. Tak luput dari perhatiannya bahwa ada laptop saya yang masih nangkring di atas meja. Sepagi itu juga dia menyalakan dan mulai menonton. Sementara saya sibuk di dapur menyiapkan bekal snack mereka. Karena di rumah sudah tidak ada snack yang dapat mereka kunyah diwaktu siang. Saya membuat donat, karena itu merupakan snack paling gampang yang saya buat menjelang saya siap-siap berangkat bareng suami.
Beberapa waktu lamanya saya mempersiapkan adonan yang saya aduk menggunakan bread maker jadi saya tidak perlu melakukan kegiatan mengulen adonan. Setelah kalis, barulah saya membagi dan membulatkan donat menjadi ukuran yang sesuai untuk anak-anak. Urusan per-donatan selesai, tinggal menunggu mengembang dan digoreng. Kegiatan menggoreng dapat saya delegasikan kepada Mbah.
Lanjut saya mengawasi Azel yang dari tadi masih asyik menonton. Lalu saya dekati dia dan berkata
Mami : "Nak, Mami lihat Azel dari pagi banget sudah menonton. Apakah sudah mempersiapkan keperluan sekolah hari ini?"
Azel : "Sudah Mi"
Mami : "Ya sudah, namun Mami ga mau Azel menonton terlalu lama. Azel sudah harus mulai hafalan Surat Al Lahab ayat 3-4" saya juga meminta agar Azel mematikan laptopnya setelah pelajaran selesai nantinya.
Azel memang saya ikutkan ke dalam grup hafalan surat-surat pendek secara online. Belakangan ini dia sudah mulai malas untuk setoran hafalannya. Makanya hari ini saya menyuruh dia untuk mulai lagi menyetorkan hafalan ayatnya. Saya mengambilkan file ayat-ayat pendek dan mulai memutarkannya untuk Azel. Sambil menghafal, saya sampaikan bahwa hari ini saya akan ada kegiatan di luar rumah.
Azel : "Jadi bagaimana dengan kelas zo*m kami?" tanya Azel, setelah saya sampaikan bahwa saya tidak dapat menemaninya belajar di rumah.
Mami : "Mami akan mengajari Azel untuk membuka link yang nantinya akan diberikan oleh guru" Sambil mencontohkan bagaimana membuka linknya. Saya sengaja membuka aplikasi WA web dan email agar nantinya dia dapat langsung klik link yang diberikan. Saya meminta Azel untuk nanti dia yang mengoperasikan zo*m.
Saya berharap Azel paham dan mengerti bahwa saya tidak dapat menemaninya belajar dan harus mengoperasikan sistemnya sendiri. Hingga tulisan ini saya buat, gurunya Azel belum mengirimkan link.
Saya melanjutkan kegiatan saya di luar rumah, dan menunda sejenak mengerjakan jurnal. Nanti sajalah saya selesaikan setelah saya sampai di rumah lagi, agar kegiatan menulis lebih tenang. Sorepun menjelang, dan saya akhirnya sampai di rumah pukul 4 sore waktu Istanbul. Sesampai di rumah, apa yang saya lihat? Ternyata Azel masih berada di depan laptop.
Mami : "Ya Allah, Mami sangat kecewa sama Azel karena tidak mau mendengarkan permintaan Mami untuk tidak menggunakan laptop sepanjang waktu". Bukannya dia merasa bersalah, Azel malah ngambek dan masuk kamar. Ya sudah saya biarkan saja dia tenang sendiri dan berpikir. Saya yakin bahwa dia merasa bersalah, namun terlalu malu untuk mengakuinya.
Sungguh saya merasa kecewa dan sedih, ternyata permintaan saya tadi pagi sebelum berangkat tidak dia laksanakan. Saya merasa nilai komunikasi produktif saya kembali ke titik awal. Jatuuuuuh dan membuat saya sedih dan harus berlatih dan berlatih lagi agar komunikasi saya bersama anak-anak berjalan dengan lancar.
