Thursday, September 24, 2020

Aliran Rasa Zona 1

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulillah Para Petualang sudah menyelesaikan misinya di Zona 1 dengan baik. Semua Petualang telah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan misinya, pastinya dengan berbagai macam tantangan yang dihadapi. Termasuk juga saya, yang bejibaku untuk menyelesaikan tantangan harian yang dihadapi. Sungguh sangat bermanfaat sekali ilmu yang diperoleh mengenai komunikasi produktif ini. Karena ini merupakan away pijakan untuk melanjutkan tantangan berikutnya.

Perasaan saya saat pertama kali menerapkan komunikasi produktif kepada keluarga terutama kepada anak-anak adalah bahagia. Selama ini saya masih sering menggunakan intonasi tinggi (baca = marah-marah) apabila anak-anak tidak mendengarkan ucapan saya. Namun setelah menerapkan poin-poin komunikasi produktif bersama keluarga akan semakin ringan dan mengurangi tingkat emosional saya. Adakalanya tantangan selama 15 hari saya berjalan mulus, dan adakalanya berjalan kurang lancar. Ada banyak teman huyan saling memotivasi dan berbagi pengalaman menghadapi tantangannya. Ini merupakan bank informasi untuk data diterapkan salam keluarga apabila memang sesuai. Jadi warna-warna yang dipantulkan dari kegiatan selada menjalani tantanguê ini pun berwarna-warni. 

Namun satu yang paling mendasar bahwa, saya masih harus banyak belajar dan praktek komunikasi produktiv bersama keluarga. Agar semla anggota keluarga dalat menjalin interaksi yang damai dan bahagia menjalankan perannya masing-masing dalam keluarga.

Thursday, September 17, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 15

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ini merupakan hari terakhir pada tantangan komunikasi produktif di zona 1. Tidak terasa sudah lima belas hari saja. Walaupun demikian, masih kurang panjang rasanya untuk mempelajari komunikasi produktif. Karena komunikasi produktif ini adalah basic untuk menuju tingkatan pelajaran selanjutnya. 

Alhamdulillah semakin hari komunikasi produktif saya bersama keluarga terutama bersama anak-anak berjalan cukup lancar. Kenapa saya menganggap cukup, karena masih jauh rasanya dari sempurna. Artinya saya harus banyak belajar dan belajar lagi.

Hari ini temuan saya adalah suami mendapat jadwal untuk periksa ke dokter. Jadi siang ini saya mendampingi suami untuk periksa ke rumah sakit, seperti yang saya ceritakan pada jurnal saya sebelumnya. Bahwa kami harus membuat appointment terlebih dahulu untuk bertemu dokter, kecuali memang benar-benar emergency.

Hari ini tantangan yang saya hadapi adalah anak-anak yang belajar online di rumah, sementara saya diluar rumah bersama suami. Otomatis tidak ada yang mengawasi mereka dan mengoperasikan zo*m. Alhamdulillah dengan berkomunikasi produktif bersama Azel sebelemum berangkat, membuat semuanya berjalan lancar. Saya menyampaikan kepada Azel bahwa saya telah membuat jadwal dan jam berapa mereka akan online nantinya. Repotnya adalah antara anak onlinenya selalu berganti-ganti dan ada jeda sehingga link zo*m juga menjadi banyak dan membingungkan.

Namun saya sampaikan kepada Azel bahwa dia yang akan mengoperasikan zo*mnya dan adeknya nanti. Ikuti jadwal yang telah saya tempel didinding dan cari link zo*m sesuai dengan jadwal dan kelas serta mata pelajaran yang akan dipelajari via email saya. Tolong persiapkan sendiri buku-buku atau perlengkapan lainnya untuk belajar.

Alhamdulillah hingga mata pelajaran terakhir semuanya berjalan lancar. Saya tinggal mengingatkan via telepon bahwa kelas akan segera mulai dan mereka harus bersiap-siap. Sejauh ini Azel sudah sangat mengerti dan sudah bisa diberi tanggung jawab. Saya memberikan bintang 4 untuk komunkasi produktif saya bersama Azel. Namun tetap saja saya harus terus belajar dan memperbaiki diri agar komunikasi produktif berjalan lancar. 

Wednesday, September 16, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 14

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Alhamdulillah hari ini sudah memasuki hari ke 14 tantangan komunikasi produktif bersama keluarga. Temuanku hari ini adalah masih sekitaran saya dan suami sakit. 

Hari ini suami mulai panas agak tinggi, yaitu 37,8 C. Cukup panas, dan sore tadi kami sudah siap-siap untuk menuju ke rumah sakit. Namun aturan sekarang kalau untuk ketemu dokter tanpa appointment harus melalui UGD dan dari UGD ini harus melalui protokol covid-19. Dimana semua pasien di test swab dan harus diisolasi terlebih dahulu hingga hasilnya menujukkan negatif covid-19. Akhirnya dengan pertimbangan tersebut kami tidak jadi kerumah sakit.

Tantangan yang saya hadapi hari ini adalah anak-anak yang kurang perhatian. Terutama Aksa anak yang paling kecil. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya dan Papinya lagi sakit dan tidak bisa memberikan perhatian seperti sedang sehat.

Alhamdulillah setelah komunikasi begitu dia paham dan tidak menuntut perhatian lebih. Saya memberikan bintang 4 untuk komunikasi saya hari ini. Semoga ke depannya lebih baik lagi. Aamiiin.


Tuesday, September 15, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 13

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Melanjutkan perjalanan perkuliahan saya di kelas Bunda Sayang. Hari ini sudah memasuki hari ke 13 tantangan komunikasi produktif bersama keluarga.

Hari ini temuan saya adalah saya dan suami yang merasa tidak enak badan. Saya dan suami semalam demam. Alhamdulillah deman kami tidak terlalu tinggi. Pagi hari setelah sholat Subuh, saya dan suami tidur kembali untuk mengembalikan kondisi tubuh. Namun, badan saya semakin sakit dan kepala sedikit pusing. Namun kegiatan persekolahan anak-anak harus tetap jalan.

Saya tidak menemani anak-anak belajar secara full, namun sesekali saya melihat mereka belajar bersama guru mereka. Begitupun dengan Aksa, dia juga tidak terlalu banyak mendapat perhatian hari ini. Tantangan yang saya hadapi hari ini  yaitu Aksa tidak mau mandi. Ya sudah jika pagi dia tidak mau mandi. Namun hingga sore hari dia tetap juga tidak mau mandi.

Kali ini tidaklah saya biarkan, walaupun saya masih sedikit pusing untuk berdiri. Aksa saya ajak ke kamar mandi, kebetulan dia hendak buang air kecil. Saat di kamar mandi, saya tanyakan kembali apakah dia mau mandi? Ternyata jawabannya tetap keukeuh tidak mau. Akhirnya saya menyampaikan kepada Aksa bahwa jika tidak mandi tubuh kita akan bau dan gatal. Karena nanti banyak bakteri yang berada ditubuh yang kotor. Akhirnya dengan kemauan sendiri dia mandi. 

Alhamdulillah hari ini komunikasi produktif saya berjalan lancar bersama Aksa. Saya menerapkan sebab akibat dan hal yang terjadi pada masa depan.

Hari ini saya memberikan bintang 4 atas komunikasi produktif saya bersama Aksa. Saya masih terus dan terus belajar dalam berkomunikasi produktif bersama keluarga.

Monday, September 14, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 12

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Hari ini adalah hari Senin, memasuki hari ke 12 tantangan komunikasi produktif di zona 1. Seperti minggu sebelumnya, bahwa anak-anak sudah mulai sekolah daring. Hari inipun mereka juga ada kelas tatap muka bersama guru mereka masing-masing.

Temuan saya hari ini adalah suami yang sakit, demam. Sedangkan tantangan yang saya hadapi adalah membagi perhatian antara belajar anak-anak dengan merawat suami yang sakit.

Tidak banyak yang saya sampaikan kepada anak-anak bahwa saya tidak dapat sepenuhnya memberi perhatian kepada mereka. Karena dengan sendirinya mereka sudah mengerti dan melihat bahwa Papinya sedang sakit.

Saya menyampaikan kepada anak saya yang kedua, yaitu Kayla bahwa harus memberikan suara yang lantang saat Ibu Guru bertanya. Kayla sebenarnya termasuk anak yang pemalu dalam hal belajar, tidak terlalu percaya diri dalam menjawab pertanyaan. Padahal sebenarnya dia anak yang sangat cerdas dalam hal bahasa atau verbal. Saya dan suami sebagai orang tua mengakui dan sering kelabakan dengan celotehannya 😀. Namun di depan guru dia seolah-olah adalah anak yang pemalu dan tidak mau mengungkapkan idenya. Bertolak belakang memang.

Alhamdulillah hari ini, saya sempat "mengintip" Kayla belajar dan dia menjawab pertanyaan guru dengan lantang tanpa malu-malu. Saya berharap dia menemukan kepercayaan diri dalam belajar. Seperti halnya dengan Azel sebelumnya. 

Hari ini saya memberikan bintang tiga untuk komunikasi produktif saya bersama Kayla karena saya merasa belum puas dengan hasilnya. Insya Alah next tugas saya adalah untuk menyemangati Kayla agar dia merasa percaya diri dengan kemampuannya.

Sunday, September 13, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 11

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah



Alhamdulillah hari ini kami sudah memasuki hari ke 11 pada tantangan komunikasi produktif di kelas Bunda Sayang. Tak terasa ya, ternyata sudah melewati batasan kelulusan pada tantangan zona 1 ini. Namun saya masih merasa harus banyak belajar dan mengaplikasikan pelajaran tentang komunikasi produktif. Karena ilmu ini akan selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi sangatlah diperlukan bagi kita manusia sebagai makhluk sosial.

Nah hari ini adalah hari Minggu. Dimana di rumah saya masih menetapkan bahwa anak-anak boleh memakai gawai atau laptop maupun TV. Ada yang berbeda hari ini, dimana kedua putri saya tidak meminta HP mereka sampai saat ini menjelang malam. Saya berpikir, kenapa ya?. Ternyata akibat semalam sepulang saya dari berbelanja kebutuhan makanan, saya mendapati mereka masih asyik dengan gawainya. Padahal sebelum berangkat belanja, saya sudah mengatakan bahwa mereka boleh memakai gawai, namun sebelum Magrib sudah harus selesai. Saat melihat mereka, saya hanya mengatakan bahwa saya kecewa kepada mereka. Itu saja, lalu saya masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih seperti protap Covid-19. Setelah bersih-bersih dan ganti baju, saya segera shalat Magrib. Ketiga anak-anak sudah menunggu saya di kamar. Saya yakin mereka merasa bersalah, namun mereka masih belum mampu untuk meminta maaf. Jadi, menurut saya itulah penyebab mereka tidak meminta gawainya hari minggu ini.

Ternyata itu adalah akibat pembicaraan kami semalam. Itulah temuan saya hari ini. Anaka-anak saya yang berusia sekolah tidak meminta gawai mereka. Namun demikian, tantangan yang saya hadapi hari ini adalah Azel merasa susah untuk hafalan surat-surat pendek.

Saya menyampaikan kepada Azel bahwa Azel adalah anak yang pintar dan cerdas, serta cepat sekali dalam menghafal. Memang saya akui kecepatan menghafal Azel luar biasa. Namun dia merasa tidak percaya diri dan merasa susah sekali hafalnya. Saya juga mengatakan bahwa jika kita berfikir bahwa kita mampu, maka kita akan terpacu untuk bisa. 

Alhamdulillah dia merasa percaya diri sekarang, dan benar saja dia sebentar sekali hafal ayat-ayat beserta artinya. Itulah komunikasi produktif saya hari ini. Saya menyampaikan dengan cara memuji dia untuk memberikan semangat dan dorongan. Hari ini komunikasi produktif saya berjalan lancar dan saya memberikan bintang 4. Semoga kedepannya makin meningkat lagi dengan menerapkan cara-cara yang lain.

Amiin Yaa Rabbal'alamiin.

Saturday, September 12, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 10

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Tak terasa ternyata hari ini sudah memasuki hari ke 10 tantangan komunikasi produktif bersama keluarga. Sungguh masih harus banyak belajar dan belajar, karena setiap hari ada saja tantangan yang dihadapi.

Temuan saya hari ini adalah hari sabtu adalah hari gawai. Ketiga anak saya hari ini bebas memakai gawai. Mereka mulai memakai gawai dari siang sekitar jam 2 siang setelah mereka sholat Dzuhur dan makan siang. Tantangan yang saya hadapi kalau anak-anak sudah memakai gawai adalah mereka tidak kenal waktu. 

Sebelum saya memberikan gawai kepada mereka, saya sudah mengingatkan bahwa gawai mereka akan saya simpan kembali nanti sebelum Magrib. Mereka awalnya marah-marah dan tidak terima. Akhirnya saya memberikan pilihan bahwa mau gawainya ditarik sebelum Magrib atau besok tidak memakai gawai. Akhirnya mereka setuju bahwa gawainya akan saya simpan kembali sebelum Magrib.

Begitulah komunikasi produktif saya hari ini bersama anak-anak. Setelah melihat beberapa tantangan yang dihadapi dan metode komunikasi produktif yang efektif untuk anak-anak saya adalah memberikan pilihan yang detil kepada mereka. Setelah mereka memilih, mereka akan menerima resiko apapun dari pilihan mereka. Hari ini saya memberikan bintang 4 untuk diri saya.

Semoga kedepannya bisa menjadi lebih baik, aamiiin Yaa Rabbal'alamiin.

Friday, September 11, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 9

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulillah hari ini sudah memasuki hari ke 9 tantangan Zona Satu Komunikasi Produktif. Saat ini saya masih belajar dan belajar berkomunikasi produktif bersama anak-anak.

Hari ini temuan saya adalah pagi-pagi mendapatkan kabar duka, bahwa suami dari salah seorang teman meninggal dunia. Sedari pagi sekali saya selalu memantau gawai saya melihat perkembangan kondisi apakah memungkinkan untuk menjenguk atau tidak.

Anak-anakpun hari ini masih ada kelas meeting. Namun saya menyampaikan kepada mereka bahwa saya tidak dapat menemani mereka full karena saya masih menunggu kabar terkini teman saya. Saya juga menyampaikan seperti biasa, harus tetap sopan dan baik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Ibu Guru walaupun tidak bertatap muka secara real. Saya juga menyampaikan bahwa setelah mereka selesai kelas, boleh memakai laptop untuk menonton sebentar, tidak lama-lama. 

Saya meminta mereka untuk bertanggung jawab terhadap jadwal-jadwal mereka sendiri, seperti sholat dan makan siang. Tidak disuruh-suruh lagi. Alhamdulillah selesai kelas, mereka hanya menonton sebentar, kemudian mematikan laptop lanjut makan siang dan sholat.

Saya sangat senang sekali, walau kemaren-kemaren saya merasa anak-anak kesal dan ngambel. Ternyata mereka butuh waktu untuk mencerna. Dan Alhamdulillah mereka sedikit-sedikit mulai memahami bahwa ini untuk kebaikan mereka. 

Alhamdulillah. Hari ini saya memberi binta 4 untuk komunikasi produktif saya. Namun, saya masih harus banyak belajar dan belajar.

Thursday, September 10, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 8

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Hari ini temuan saya adalah jadwal zo*m class anak-anak yang bentrok dengan jadwal rapat online saya. Hari ini saya ada pertemuan online, mulai dari pagi hingga siang. Marathon kegiatannya jadi membutuhkan waktu dan pikiran saya.

Setelah anak-anak berada di kelas online, mereka saya tinggalkan dan tidak saya dampingi. Sementara saya melanjutkan kegiatan. Saya menyampaikan kepada anak-anak bahwa saya juga ada kegiatan online. Jadi mereka belajar bersama guru tanpa ada saya di samping mereka.

Saya juga menyampaikan bahwa tolong menjawab pertanyaan guru dengan baik dan sopan. Jangan berteriak-teriak dan jangan pula pelan-pelan. Sesekali mereka saya intip-inti disela-sela kegiatan saya. Alhamdulillah hari ini kegiatan saya dan kegiatan belajar anak-anak berjalan lancar. 

Namun tetap ada aja hal yang membuat saya kecewa pada anak-anak jika mereka dibiarkan menggunakan laptop jadi tidak sadar waktu. Mereka belum makan siang, belum sholat sementara mereka tetap asyik dengan tontonannya. 

Itulah tantangan terbesar saya saat ini. engkomunikasikan kepada mereka untuk dapat menggunakan gadget secara bertanggung jawab. Anak-anak semenjak di rumah saja jadi ketergantungan dengan gadget walaupun kami sudah membuat komitmen bahwa gadget hanya untuk weekend. Tetap saja jika kita lengah, mereka akan menggunakan gadget. Saya berharap bahwa anak-anak dapat menggunakan gadget dengan bertanggung jawab.

Wednesday, September 9, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 7

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Assalamu'alaikum.

Hari ini saya ada kegiatan di luar rumah, dan meninggalkan anak-anak di rumah bersama pengasuh yang sudah lumayan tua. Kami memanggilnya Mbah. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya, karena hari ini anak-anak masih ada jadwal kelas tatap muka online bersama guru mereka. Namun, kegiatan saya tidak bisa ditinggalkan.

Sedari pagi Azel sudah bangun. Tak luput dari perhatiannya bahwa ada laptop saya yang masih nangkring di atas meja. Sepagi itu juga dia menyalakan dan mulai menonton. Sementara saya sibuk di dapur menyiapkan bekal snack mereka. Karena di rumah sudah tidak ada snack yang dapat mereka kunyah diwaktu siang. Saya membuat donat, karena itu merupakan snack paling gampang yang saya buat menjelang saya siap-siap berangkat bareng suami.

Beberapa waktu lamanya saya mempersiapkan adonan yang saya aduk menggunakan bread maker jadi  saya tidak perlu melakukan kegiatan mengulen adonan. Setelah kalis, barulah saya membagi dan membulatkan donat menjadi ukuran yang sesuai untuk anak-anak. Urusan per-donatan selesai, tinggal menunggu mengembang dan digoreng. Kegiatan menggoreng dapat saya delegasikan kepada Mbah.

Lanjut saya mengawasi Azel yang dari tadi masih asyik menonton. Lalu saya dekati dia dan berkata

Mami : "Nak, Mami lihat Azel dari pagi banget sudah menonton. Apakah sudah mempersiapkan keperluan sekolah hari ini?"

Azel : "Sudah Mi"

Mami : "Ya sudah, namun Mami ga mau Azel menonton terlalu lama. Azel sudah harus mulai hafalan Surat Al Lahab ayat 3-4" saya juga meminta agar Azel mematikan laptopnya setelah pelajaran selesai nantinya.

Azel memang saya ikutkan ke dalam grup hafalan surat-surat pendek secara online. Belakangan ini dia sudah mulai malas untuk setoran hafalannya. Makanya hari ini saya menyuruh dia untuk mulai lagi menyetorkan hafalan ayatnya. Saya mengambilkan file ayat-ayat pendek dan mulai memutarkannya untuk Azel. Sambil menghafal, saya sampaikan bahwa hari ini saya akan ada kegiatan di luar rumah.

Azel : "Jadi bagaimana dengan kelas zo*m kami?" tanya Azel, setelah saya sampaikan bahwa saya tidak dapat menemaninya belajar di rumah.

Mami : "Mami akan mengajari Azel untuk membuka link yang nantinya akan diberikan oleh guru" Sambil mencontohkan bagaimana membuka linknya. Saya sengaja membuka aplikasi WA web dan email agar nantinya dia dapat langsung klik link yang diberikan. Saya meminta Azel untuk nanti dia yang mengoperasikan zo*m.

Saya berharap Azel paham dan mengerti bahwa saya tidak dapat menemaninya belajar dan harus mengoperasikan sistemnya sendiri. Hingga tulisan ini saya buat, gurunya Azel belum mengirimkan link.  

Saya melanjutkan kegiatan saya di luar rumah, dan menunda sejenak mengerjakan jurnal. Nanti sajalah saya selesaikan setelah saya sampai di rumah lagi, agar kegiatan menulis lebih tenang. Sorepun menjelang, dan saya akhirnya sampai di rumah pukul  4 sore waktu Istanbul. Sesampai di rumah, apa yang saya lihat? Ternyata Azel masih berada di depan laptop. 

Mami : "Ya Allah, Mami sangat kecewa sama Azel karena tidak mau mendengarkan permintaan Mami untuk tidak menggunakan laptop sepanjang waktu". Bukannya dia merasa bersalah, Azel malah ngambek dan masuk kamar. Ya sudah saya biarkan saja dia tenang sendiri dan berpikir. Saya yakin bahwa dia merasa bersalah, namun terlalu malu untuk mengakuinya.

Sungguh saya merasa kecewa dan sedih, ternyata permintaan saya tadi pagi sebelum berangkat tidak dia laksanakan. Saya merasa nilai komunikasi produktif saya kembali ke titik awal. Jatuuuuuh dan membuat saya sedih dan harus berlatih dan berlatih lagi agar komunikasi saya bersama anak-anak berjalan dengan lancar.


Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7