Friday, January 28, 2022

Bunda Cekatan : Ulat-ulat Pekan 1

 

.

Alhamdulillah, sudah sampai di tahap ulat. Artinya saya sudah menetas dari telur-telur menjadi ulat-ulat. Pada prinsipnya ulat bertugas hanya makan, artinya lahap akan ilmu-ilmu yang diperlukan sesuai peta belajar. 

Namun perlu diingat juga bahwa lahaplah memakan ilmu yang dibutuhkan saja agar tidak kebingunan nantinya. Pada pekan pertama ini, saya telah menuliskan apa saja bahan/materi yang telah saya lahap sesuai kebutuhan pada peta belajar saya pada pekan ini. 


Ternyata makanan yang telah saya lahap pada pekan pertama ini belum cukup. Jadi saya menambahkan sumber makanan atau bacaan untuk mencapai tujuan belajar saya, yaitu membersamai anak perempuan saya yang akan memasuki masa baligh. 

Saat ini saya sedang memesan buku-buku yang telah saya tuliskan di bawah ini. Semoga bukunya segera dikirim agar saya dapat menuntaskan bacaan saya. 

Selain ilmu mengenai aqil baligh, saya juga butuh ilmu menyulam. Kenapa saya ambil ilmu menyulam? Karena saya dan anak perempuan saya sama-sama suka menyulam dan kami sama-sama telah mengikuti kelas menyulam beberapa waktu yang lalu. Jadi saya berfikir bahwa saat menyulamlah saya akan mengajarkan ilmu mengenai aqil baligh kepada anak saya. Rencana saya adalah kami akan menyulam di cafe, jadi suasanya santai  agar ngobrol "beratnya" gampang diterima.


Menyulam ini saya bagikan sebagai potluck saya, karena ilmu ini yang sudah saya dapatkan sejak kecil dan diikat kembali dengan kursus beberapa waktu lalu. Saya telah mempraktekkan dan menghasilkan sebuah karya dari belajar beberapa jenis sulaman seperti dibawah ini 


Dari banyaknya ilmu yang disajikan oleh teman-teman, saya memilih 3 ini yang bersinggungan dengan ilmu yang akan saya pelajari. Berikut pelajaran yang saya tuangkan dalam potluck yang aku dapatkan



Friday, January 21, 2022

Bunda Cekatan : Aliran Rasa

Alhamdulıllah sampai juga menyelesaikan tahap telur-telur ini. Pada minggu-minggu awal, saya merasa terseok-seok mengikutinya. Karena disaat itu pula kegiatan saya juga lagi padat-padatnya. Ketinggalan mengikuti materi, game membuat saya down.

Disaat saya merasa sedikit putus asa, sementara batas waktu pengumpulan jurnal telur hijau semakin mendekati limit. Beruntung saya memiliki teman yang begitu care dan membantu saya menelusuri telur-telur hijau saya.

Kami diskusi melalui zoom, sampai tengah malam waktu Istanbul sementara di tempat teman saya sudah dini hari. Masya Allah, saya terharuuuuu sekali dan berterima kasih. Beliau membuka mata saya dan Aha akhirnya saya berhasil menemukan benih-benih ilmu.

Dari diskusi malam itu, akhirnya saya bertekad untuk mengikuti seluruh materi dan game secara langsung (bukan siaran ulang) dan mengulang kembali jika masih bingung. Saya juga mengikat ilmu yang disampaikan Magika dan Kunang-kunang dengan menuliskannya kembali pada sebuah buku.

Sampai pada tahap Peta Belajar ini semakin terlihat dan terbuka pikiran bahwa pemilihan pembelajaran itu ternyata butuh teori ya agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud dengan baik dan pastinya ga kehilangan arah saat mempelajarinya. Terımakasıh ya Magika dan Kunang-kunang 🙏😘

Bunda Cekatan : Peta Belajar

 

Peta belajar ini saya beri tema "Teman terbaik anak pra balighku, Azel". Ya, saat ini saya mempunyai anak perempuan yang berumur 10 tahun. Pada masa-masa ini adalah masa yang penting bagi saya sebagai ibunya untuk mendampingi perjalanannya menjuju masa baligh. Saya sebagai orang tuanya berharap bahwa aqilnya datang sebelum baligh. Makanya penting bagi saya saat ini belajar menjadi ibu dari seorang anak yang akan menjadi baligh.

Peta ini akan menjadi guide saya dalam belajar selama kelas buncek ini berlangsung, agar saya tidak tersesat di tengah hutan. Menjadi teman terbaik banyak hal yang harus saya pahami. Saya merasa semakin besar, kok Azel semakin banyak protes ya. Makanya saya juga harus memahami lagi anak saya.

Saya dan azel memiliki kesamaan kesukaan/hobi. Kami berdua sama-sama hobi menyulam. Kami juga belajar menyulam bersama guru profesional dimana gurunya juga seorang psikolog. Nah, kesempatan sekali bagi saya belajar mendalami anak bersama guru menyulam saya. Biasanya kami belajar menyulam di cafe, jadi suasanya santai dan rileks. Makanya salah satu tujuan beajar saya adalah ingin mengerjakan project bareng Azel.


Thursday, January 13, 2022

Bunda Cekatan : Telur Oranye

 


Sebelum memulai masuk ke telur orange, terlebih dahulu dilihat kembali keterampilan apa yang ingin saya bisa saat ini. Kenapa saya memilih ini akan dilihat pada Strong Why.



Dari dua keterampilan ini, kenapa saya memilih itu. Berikut alasannya pada strong why.









Thursday, January 6, 2022

Bunda Cekatan : Telur Merah






Plot keterampilan ini ke kuaran diatas berdasarkan skala prioritas saya saat ini. Berikut alasan kenapa saya memasukkan keterampilan tersebut pada kuadran diatas.

1. Aktivitas baking, saya ingin bisa membuat cup cake, kue ulang tahun dan kukis yang enak dan sesuai selera anak-anak. Namun saat ini saya belum terlalu penting untuk mendalami aktivitas ini karena anak-anak sudah sangat senang dengan donut yang saya buat. Kata mereka, donat saya enak dan lembut.

2. Berkebun.

    Melihat bunga angrek di Istanbul yang cantik-cantik membuat hati ingin memiliki semua jenisnya. Namun, tempat untuk memeliharanya sangat terbatas saat ini karena saya tinggal di apartemen, dan tidak punya lahan yang cukup untuk berkebun

3. Berkomunitas

    Saya senang sekali bertemu dengan teman-teman, ini membuat saya bersemangat dan bahagia. Mengenal banyak teman membuat saya harus bisa memahami karakter orang.

4. Menyulam

    Di Istanbul saya memiliki grup menyulam. Saya senang sekali menyulam. Saya ingin menyulap baju-baju menjadi lebih cantik dengan sulaman saya. Karena saya tahun depan sudah harus kembali ke Indonesia, jadi mendalami pelajaran menyulam ini salah satu perioritas saya.

5. Menemani anak pra baligh curhat.

    Anak pertama saya seorang perempuan yang umurnya saat ini sudah 10 tahun. Saya sangat ini bisa memahami karakter dan ingin menjadi teman terbaiknya disaat memasuki usia balighnya nanti. Ini menjadi perioritas saya karena waktunya tak kan terulang kembali.




 

Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7