Monday, April 27, 2020

Aliran Rasa

Aliran Rasa


Dua suku kata yang saya rasa sangat bermakna dan dalam. Rasa, apa yang saya alami dan saya rasakan selama menjalani proses pembelajaran dalam Kelas Matrikulasi Batch #8, insya Allah akan saya goreskan dalam tulisan berikut.



Mengikuti kelas Matrikuasi Batch #8 bagi saya bukan tanpa perjuangan. Perjuanganya cukup berat dan menantang, kenapa?

  1. Saya Ibu dari tiga orang anak yang usianya masih relatif kecil serta sebagai seorang Istri, yang tentunya butuh perhatian ekstra.
  2. Saya sebagai istri dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di luar negeri, juga memiliki Organisasi Istri ASN atau dikenal dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP). Dimana juga mempunyai kegiatan yang membutuhkan perhatian, tenaga dan waktu.
  3. Mengikuti perkuliahan kelas Matrikulasi Batch #8 selama pandemi covid-19 juga sesuatu yah, dimana berbagi perhatian untuk anak yang melaksanakan sekolah online di rumah dan memiliki tugas-tugas yang tidak sedikit dan membutuhkan orang tua dalam pengerjaannya.  
Alhamdulillah. Walau terseok-seok dalam menyelesaikan misi, saya berhasil melewati hingga ke misi tiga. Semua tak luput dari dorongan semangat keluarga (terutama suami), Kakak-kakak Widyaiswara dan teman-teman seperjuangan.

Memiliki komunitas yang positif dan bersemangat juga memacu semangat saya untuk belajar dan menjadi Ibu serta Istri yang baik, tentunya pribadi yang baik juga di lingkungan masyarakat.

Yang paling menarik dan banyak pelajaran serta hikmah yang saya petik dari semua materi, terutama adalah materi tentang CoC. Banyak hal yang tanpa saya sadari ternyata kurang tepat. Salah satunya menjadi silent reader. Jujur saja saya sering menjadi silent reader dalam WAG. Kenapa? pertama saya ga tahu mau ngomong (= tulis) apa, atau saya terlalu jauh ketinggalan materi dalam group jadi banyak yang di skip. Setelah membaca dan menelaah, bahwa tindakan saya kurang tepat, dan saya akan berusaha untuk lebih baik dimasa yang akan datang.

Diatas adalah contoh kecil saja. Ada lagi contoh lain. Misalnya menunda pengerjaan tugas, padahal kalau "dipaksakan" saya mampu mengerjakan di awal waktu. Setelah menelaah CoC, saya akan berusaha mengerjakan tugas yang diberikan diawal waktu agar saya tidak "terhutang" tugas, hal ini membuat tidur tidak nyenyak.

Kalau untuk kesabaran dalam mendidik anak, masih jauuuuuuuh kalah dari Kakak-kakak kelas semua. Yang mana saya lihat metode pendidikannya bagus dan aplikatif. Setiap saya merasa menjadi "Tiger Mom" dan down, saya buka FB dan melihat aktifitas para Widyaiswara yang menginspirasi dan saya merasa lebih calm, alhamdulillah. 
Saya akan membersihkan hati dalam menerima semua materi pelajaran, agar materi yang saya pelajari dapat menjadi hal positif bagi saya, keluarga dan lingkungan. Dan tentunya menjadi amal jariyah bagi WI, aamiiin.



Banyak hal positif dan baik yang saya rasakan setelah mengikuti perkuliahan kelas Matrikulasi Batch #8 ini, semoga ke depannya saya bisa menjadi lebih baik lagi.
Aamiiin Yaa Rabbal'alamiiiin.

Friday, April 24, 2020

Misi Ketiga : Membumikan CoC


Memasuki minggu ketiga tantangan perkuliahan di Institut Ibu Profesional kelas Matrikulasi Batch #8, setelah dua pekan kami berlayar untuk menyelesaikan misi, pada minggu ini kami masih melanjutkan pelayaran. Kali ini kami diberi misi untuk "Membumikan CoC".

Kebetulan sekali ya, sekarang ini bulan April yang merupakan Hari Bumi. Semoga dengan kondisi idle sekarang, Bumi kita bisa berangsur-angsur pulih dari 'sakit'nya. Dan bisa tersenyum kembali.

Hari Bumi Tersenyum, kartun bumi, globe, fotografi, smiley png ...

Apa sih CoC itu?

CoC singkatan dari Code of Conduct. Dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan pedoman perilaku bermartabat, yaitu beberapa aturan yang dibuat, dipahami, dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama.

Ruang lingkup dan kondisi serta jenis CoC sangat banyak, misalnya dalam perusahaan, Rumah Sakit, Lembaga Pendidikan, Komunitas, dan lain-lain.

Dalam Komunitas IP pun memiliki CoC sendiri dan mengatur segala aktivitas dan tata perilaku anggotanya baik pusat maupun regional. 
Kita bahas lebih lanjut yuk!!!



Apa tujuan CoC disini?
  1. Tujuan CoC secara normatif sebagai pedoman perilaku bermartabat, yaitu perilaku yang menaikkan harkat dan martabat kemanusiaan dan kemuliaan hidup setiap individu yang tergabung didalam Institut Ibu Profesional.
  2. Tujuan CoC secara preventif adalah untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum, pelanggaran etika dan kemungkinan terjadinya perilaku nista, yaitu perilaku yang menurunkan harkat dan martabat kemanusiaan dan kemuliaan hidup setiap individu  yang tergabung dalam IIP.
  3. Tujuan CoC secara kuratif yaitu untuk menyelesaikan tantangan yang muncul akibat adanya gesekan antar individu maupun benturan berbagai kepentingan dalam IIP.

Sebagai pemula dalam hal menulis, disini saya akan menyadur sebagian besar materi CoC yang telah kami dapatkan dari perkuliahan. Dan menambahkan sedikit pikiran dalam membahasnya sesuai dengan sudut pandang saya.

Ada tulisan yang menarik dalam materi, yaitu KARAKTER ITU MENULAR.

Menurut saya benar adanya bahwa karakter itu menular. Apabila kita berada dalam komunitas orang yang memiliki sifat positif, secara otomatis kita juga akan terbiasa untuk mengikuti karakter positif.
Jadi pilih dan bertemanlah dengan orang yang memiliki karakter baik dan positif, agar kita bisa menjadi baik atau lebih baik lagi dari sebelumnya.

"Ibu itu salah satu arsitek peradaban. Bagaimana bisa membangun peradaban? kalau diri kita masih tuna adab"

Ibu Septi Peni Wulandani



Dengan belajar, memahami, menghayati serta mengamalkan materi pelajaran mengenai CoC, kami berharap akan menjadi Ibu yang beradab dan bermartabat. 

Bagaimana cara saya saya untuk membumikan CoC yang telah kami pelajari dalam Kelas Matrikulasi Batch #8?
Apa sih aksi yang akan saya lakukan untuk mengaplikasikan materi CoC yang telah dipelajari, yaitu :
  • Disiplin waktu
Saya akan lebih disiplin lagi untuk mengikuti pelajaran tepat pada awal waktu. Walaupun saat ini saya hampir selalu mengumpulkan tugas/misi pada saat hari terakhir pengumpulan, namun ke depannya saya bertekad akan mengerjakan tugas dan belajar di awal waktu. Agar saya tidak berkejaran membagi waktu dengan tugas saya sebagai Ibu dan sebagai Istri maupun sebagai pribadi.
  • Menuntaskan ilmu yang sedang dipelajari
Selama belajar di Institut Ibu Profesional saya selalu mencatat ulang dengan tulisan tangan hal-hal yang terkait dengan pelajaran, baik yang saya salin dari FBG ataupun dari WAG ke buku khusus yang saya sediakan untuk belajar di Institut Ibu Profesional. Catatan inilah nantinya sebagai pedoman saya untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya.

Buku Khusus Institut Ibu Profesional
  • Bersungguh-sungguh
Bersunguh-sungguh mengikuti semua pelajaran di Institut Ibu Profesional dengan niat yang baik dan ikhlas serta membersihkan pikiran dari sifat merasa sudah lebih tahu. Dengan demikian ilmu dan saya peroleh, Insya Allah menjadi berkah bagi saya dan keluarga maupun lingkungan saya, serta menjadi amal baik bagi Widyaiswara yang telah berbagi ilmu dan pengalaman.


Aksi tersebut diatas adalah benar, karena sesuai dengan CoC point perilaku bermartabat dan integritas tinggi.

Aksi tersebut baik, karena akan menciptakan suasana yang damai dan kondusif. 

Aksi tersebut bermanfaat, karena memudahkan kami dalam belajar, bersikap dan berperilaku bermartabat.

Semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya buat saya sebagai seorang Ibu Pembelajar.
Aamiiin Yaa Rabbal'alamiiin.

Thursday, April 16, 2020

Misi Kedua : Membuka Kerang Istimewa

Misi kedua Para Penjelajah Samudra pada Program Matrikulasi Batch #8 "membuka kerang istimewa"


Melanjutkan pelayaran kami, ini merupakan minggu kedua kami telah berlayar di samudra matrikulasi. Misi selanjutnya pada minggu kedua adalah membuka kerang istimewa.

Untuk membuka kerang istimewa, kita diajak untuk bermain teka-teki agar diperoleh petunjuk bagaimana cara membuka kerang. Permainan ini sangat seru!, kami Para Penjelajah samudra yang tergabung dalam WAG (WA Grup) Matrikulasi Batch #8 Regional Asia saling berkerja sama dan membantu dalam memecahkan misteri jawaban dari teka-teki tersebut. Seperti halnya menjelajah samudra, pastilah ada ombak-ombak dan tantangan yang harus dilewati untuk mencapai tujuan bersauh/bersandar.




Saya dan teman-teman selalu meng-update informasi apa saja yang kami peroleh dari FBG (FB Grup) Matrikulasi Batch #8 untuk di share pada WAG. Hal ini sangat membantu teman-teman yang belum sempat membuka FBG, jadi masih bisa mendapatkan informasi melalui WAG. Saling membantu dan bekerja sama dalam tim ini membuat saya merasa seperti memiliki keluarga baru dalam komunitas saya. Senang sekali saya menemukan wadah untuk bersandar dan menambah bahan bakar semangat untuk melanjutkan penjelajahan.


Nah, kita kembali lagi ya teman-teman pada teka-teki. Setelah kami berhasil menjawab teka-teki dengan benar, akhirnya kami mendapatkan kunci untuk membuka kerang istimewa. Seru sekali deh penyampaian materi matrikulasi batch #8 ini, laff banget sama Tim Matrikulasi Batch #8 dan WI.


Petunjuk yang telah kami kumpulkan adalah berupa rule sebagai prinsip dalam berkomunitas. Dalam komunitas kami di IP ada rules yang harus dan wjib kami pahami dan kami terapkan. Nah, rules ini sebenarnya telah kami dapatkan pada saat kelas fondation/dasar sebelumnya. Namun, pada kelas matrikulasi Batch #8 ini, materi mengenai rules dipertajam agar kami dapat berlayar dengan arah yang benar dalam bahtera matrikulasi serta melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya.


Misteri yang telah dipecahkan oleh Para Penjelajah Samudra adalah sebagai berikut :
  1. Kritik
  2. Ghibah dan fitnah
  3. SARAT
  4. Khilafiyah
  5. Kepentingan

Seyogyanya IP adalah komunitas Perempuan dan Ibu untuk mengembangkan potensi diri. Apapun boleh dilakukan di komunitas IP, kecuali ada hal-hal yang tidak boleh. Saatnya kita bahas dan dalami materi diatas ya. Apa saja yang tidak boleh dilakukan atau di share dalam komunitas IP? Kita bahas satu-satu ya, Saya akan urutkan berdasarkan teka-teki diatas.
  • Kritik Pemerintah
Kritik pada dasarnya adalah ungkapan kekecewaan terhadap sesuatu agar menjadi lebih baik dimasa selanjutnya. Namun dalam komunitas IP tidak diperkenankan untuk melakukan kritik terhadap pemerintah. Karena komunitas IP bukanlah wadah yang menampung kritikan terhadap Pemerintah maupun stake holder yang membuat kebijakan. Jadi tidak ada manfaatnya menyampaikan kritikan terhadap Pemerintah dalam komunitas ini.
Ingat prinsip IP salah satunya adalah manfaat.
  • Ghibah dan fitnah
Ghibah adalah membicarakan orang lain baik itu hal positif maupun hal negatif, dimana orang yang dibicarakan tidak ada saat pembicaraan. Sedangkan fitnah adalah perkataan bohong tanpa berdasarkan pada kebenaran. 
Pada era globalisasi informasi saat ini sangat banyak menyebar informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. Jika tidak jeli dalam menangkap informasi dan membicarakan/menyebarkannya kepada yang lain, bukan tidak mungkin akan menjerumuskan kita kedalam ghibah maupun fitnah. Hal ini akan menimbulkan pertentangan dan perselisihan dalam tatanan hidup berkomunitas. Oleh karena itu BERHENTI membicarakan atau menyebarkan informasi tentang orang lain adalah hal yang BENAR.
  • SARAT (Suku Agama Ras Anggota Tubuh)
Nah, SARAT ini juga tak luput terjadi dalam kehidupan berkomunitas. Berhentilah membahas atau mencela orang lain dalam hal ini.
  • Khilafiyah
Anggota komunitas berasal dan datang dari berbagai macam latar belakang, baik itu agama, pendidikan, asal dan lain-lain. Hal ini akan membuat pandangan masing-masing anggota juga berbeda-beda terhadap suatu hal. Oleh karena itu tidak elok rasanya untuk memperdebatkan pandangan masing-masing yang tidak ada titik temunya.
Sebagai contoh, jika suatu kegiatan bertentangan menurut pandangan kita, maka dengan legowo menyampaikan dengan baik dan bijaksana bahwa kegiatan tersebut tidak sesuai dengan keyakinan saya dan saya tidak ikut dalam kegiatan ini. Tidak memperdebat kan atau memaksakan pandangan kita pada orang lain, sehingga toleransi dalam komunitas dapat terwujud.
  • Bicara politik dan konflik kepentingan
Rules terakhir adalah tidak boleh membicarakan politik dan konflik kepentingan.
Setiap anggota dalam komunitas IP memiliki hak dan kewajiban dalam bidang politik bernegara, namun hal yang dilarang adalah tidak memasukkan atau membicarakan politik dalam komunitas ini. Karena Komunitas IP bukanlah wadah politik. 

Dari penjelasan diatas diatas, semoga Kami Para Penjelajah samudra dapat mengingat dan menjalankan rules tersebut dengan baik. Semangat teman-teman semua, mari kita lanjutkan perjalanan kita!!!




Wednesday, April 8, 2020

Misi Pertama : Menemukan Kerang Istimewa

Awal mula saya mengetahui tentang Ibu Profesional atau yang disingkat dengan IP adalah dari postingan facebook salah seorang teman saya sekitar akhir tahun 2017 atau awal 2018. Ketika itu beliau mengikuti perkuliahan matrikulasi di Institut Ibu Profesiaonal (IIP).

Kepo ga sih apa itu Ibu Profesional?
Iyaaaaa, saya kepo banget waktu itu. Kenapa? ya… karena menurut saya materi perkuliahannya seru dan unik. Terus saya baca-baca juga tentang founder Ibu Profesional yaitu Bunda Septi, dan saya semakin tertarik untuk  tahu semakin dalam tentang IP.

Balik lagi ya ke teman yang saya dicertain diatas 😊.
Selama teman saya mengikuti perkuliahan matrikulasi, saya selalu menungu-nunggu saat dia posting atau upload tugasnya 😊, maaf ya Fren, FB mu di-stalking terus. Penyelidikan terus berlanjut, baik melalui teman saya maupun info-info lain dari medsos tentang IP. Bagaimana cara mengikuti atau mendaftar jadi member? kapan buka pendaftaran dan sebagainya? karena saya sudah mulai inginmasuk kedunianya.

Ternyata apa yang saya mau selama ini ada di IP.
Apa sih yang kamu cari?
Sebagai seorang perempuan, sebagai istri, sebagai Ibu saya juga butuh “berkarya” untuk mengaktualisasikan diri saya. Oia, sebagai info, saya seorang Sarjana Teknik. Dan sebelum saya memutuskan untuk resign dan ikut suami yang kerjanya berpindah-pindah negara, saya pernah bekerja di bidang Pemerintahan. Nah itu dulu, saat itu saya masih menggunakan "otak" (baca : ilmu) saya yang didapat dari perkuliahan. Saya resign pertengahan 2013, saat itu saya telah memiliki seorang anak perempuan cantik (Masya Allah) yang berusia hampir 2 tahun dan sedang hamil anak kedua. Awal mula saya tidak bekerja, perasaan saya sangat bahagia. Saya merasa sedang cuti saja, saya tidak perlu survey bangunan, tidak perlu lagi memeriksa gambar, atau mengikuti kegiatan perkantoran yang saat itu load kerjaan sedang banyak-banyaknya. Minggu berganti bulan akhirnya saya merasa bosan, merasa tidak berguna, kerjaan sehari-hari hanya mengurus anak, dapur, sumur dan kasur. Saya merasa rendah diri karena sudah tidak bekerja (di luar rumah). Ditambah lagi saya berada jauuuuh dari keluarga dan teman. Kami berada ditempat yang terpisah waktu 12 jam dari Indonesia. Saat anak kedua saya lahir, saya sempat mengalami baby blues. Saya selalu merasa tidak becus sebagai seorang Ibu. Ga tahu kenapa saya selalu merasa begitu, Alhamdulillah kondisi tersebut tidak lama.

Pada saat itu saya selalu mencari jati diri saya. Sebenarnya saya mau apa dan bagaimana sih? Lama juga pencarian yang saya lakukan. Saya kira passion saya di cooking and baking, tapi kok saya moody banget ya. Kadang saya senang banget berada di dapur, kadang untuk masak telor ceplok aja malasnya minta ampuuun. Lalu saya coba menjahit, mungkin saya minat di jahit. Ternyata ga juga ya, buktinya baju yang sudah saya gunting untuk bikin baju anak sudah 2 tahun belum jadi juga 😊.
Ntah lah, sebenarnya saya pengen apa sih? Saat ini yang saya inginkan adalah menemukan minat saya, kemauan saya apa dalam hidup ini?
Selain menjadi wanita sholehah tentunya.

Sering juga saya diskusi dengan suami, saya ini sebenarnya kemauannya apa? Namun suami selalu memberi jawaban yang normatif “aku tahu kamu pasti tahu apa yang kamu mau” aduh, berasa iklan yak. Yang jelas Insya Allah saya yakin bahwa keputusan saya untuk bergabung dengan Ibu Profesional dan memilih selasar institut adalah pilihan yang terbaik dan tepat.

Cukup lama saya menantikan untuk dapat bergabung dalam naungan Ibu Profesional.  Yah…sekitar dua tahun lebih akhirnya pada November 2019 saya berhasil mendaftar sebagai member Ibu Profesional. Ada cerita menarik sekitar dua tahun lalu saat saya hendak mendaftar sebagai member. Jadwal dan alarm di HP sudah saya setel, namun Qadarullah pada saat jadwal yang ditentukan saya tidak dapat mendaftar karena gangguan sinyal internet di kampung saya. Pada saat itu kebetulan saya sedang pulang kampung di daerah Sumatera. Tahun berikutnya juga sama, saya gagal mendaftar sebagai member. Sempat merasa hopeless. Akhirnya pada tahun ketiga mengenal Ibu Profesional, saya bisa mendaftar sebagai member. Alhamdulillah. 

Seru juga sih saat mendaftar kemaren, menegangkan juga. Nah, pada jadwal yang telah ditentukan kebetulan saya mengikuti acara perkumpulan istri pegawai ditempat suami bekerja. Setengah jam sebelum pembukaan pendaftaran saya sudah selesai acara dan sedang menunggu bis untuk pulang ke rumah. Ndilalah entah kenapa saat itu bis nya penuh-penuh, akhirnya saya menunggu dan naik beberapa bis berikutnya. Waktu sudah menunjukkan kurang dari 10 menit untuk pembukaan pendaftaran namun saya masih berada di luar dan di tempat yang kurang nyaman untuk membuka HP secara leluasa. Akhirnya saya pasrah aja, apa yang terjadi. Kalau seandainya saya “berjodoh” dengan IP maka saya akan bisa mendaftar, namun jika belum “jodoh” mau bagaimanapun saya ga bisa mendaftar. Pada saat itu orang yang berminat mendaftar member IP ribuan orang dan yang diterima tidak semuanya. Berarti ada saringannya. Makanya saya deg-degan apabila telat mendaftar. Dan Alhamdulillah akhirnya dengan berbagai verifikasi data saya berhasil menjadi member di IP Asia.

Program IP yang telah saya nanti-nantikan sejak dulu akhirnya datang juga. Pada tahun 2020 ini memasuki chapter baru, dimana banyak sekali perubahan-perubahan pada struktur IP. Hal ini bertujuan untuk menuju kebaikan dan perkembangan IP dimasa yang akan datang. Ada 5 komponen pada chapter yang baru ini, seperti Institut Ibu Profesional (IIP), Komunitas, Sejuta Cinta, Resource Center Ibu Profesional (RCIP), Koperasi Ibu Profesional Mandiri (Kipma).

Dari lima komponen diatas, saya memilih satu diantaranya yaitu IIP. Kenapa saya hanya pilih satu komponen saja? karena saya sadar dengan kapasitas saya sekarang baru bisa mengikuti satu komponen. Mengapa saya pilih IIP? Karena Saya yakin bahwa tempat saya bernaung untuk mengembangkan diri sekarang adalah tempat yang tepat bagi saya dan saya yakin bahwa ini merupakan tempat yang benar, karena salah satu tujuan dari IIP adalah menjadi Ibu yang bahagia. Ibu yang bahagia akan membuat seluruh isi rumah bahagia. Bahagia seorang Ibu itu sangat relatif dan berbeda-beda standar dan bentuknya dengan yang lain. Di IIP ini kita akan memilih cara bahagia kita sendiri. Memiliki kebahagian dalam mencari ilmu sangat bermanfaat untuk menemukan benang merah mencapai visi dan misi dalam hidup.

Melalui IIP nantinya saya akan dibawa menjelajah Samudra luas oleh Widyaiswara dan saya harus menyelesaikan misi pelayaran untuk mendapatkan harta karun. Oleh karena itu, saya harus mengikuti berbagai macam kegiatan yang ada di IIP. Rangkaian kegiatan yang akan saya ikuti adalah kelas matrikulasi, kelas bunda sayang, kelas bunda cekatan, kelas bunda produktif dan kelas bunda shalehah. Semoga penjelajahan saya dan teman-teman lainnya berhasil ya.
Aamiiin.






Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7