Aliran Rasa
Dua suku kata yang saya rasa sangat bermakna dan dalam. Rasa, apa yang saya alami dan saya rasakan selama menjalani proses pembelajaran dalam Kelas Matrikulasi Batch #8, insya Allah akan saya goreskan dalam tulisan berikut.
Mengikuti kelas Matrikuasi Batch #8 bagi saya bukan tanpa perjuangan. Perjuanganya cukup berat dan menantang, kenapa?
- Saya Ibu dari tiga orang anak yang usianya masih relatif kecil serta sebagai seorang Istri, yang tentunya butuh perhatian ekstra.
- Saya sebagai istri dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di luar negeri, juga memiliki Organisasi Istri ASN atau dikenal dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP). Dimana juga mempunyai kegiatan yang membutuhkan perhatian, tenaga dan waktu.
- Mengikuti perkuliahan kelas Matrikulasi Batch #8 selama pandemi covid-19 juga sesuatu yah, dimana berbagi perhatian untuk anak yang melaksanakan sekolah online di rumah dan memiliki tugas-tugas yang tidak sedikit dan membutuhkan orang tua dalam pengerjaannya.
Alhamdulillah. Walau terseok-seok dalam menyelesaikan misi, saya berhasil melewati hingga ke misi tiga. Semua tak luput dari dorongan semangat keluarga (terutama suami), Kakak-kakak Widyaiswara dan teman-teman seperjuangan.
Memiliki komunitas yang positif dan bersemangat juga memacu semangat saya untuk belajar dan menjadi Ibu serta Istri yang baik, tentunya pribadi yang baik juga di lingkungan masyarakat.
Yang paling menarik dan banyak pelajaran serta hikmah yang saya petik dari semua materi, terutama adalah materi tentang CoC. Banyak hal yang tanpa saya sadari ternyata kurang tepat. Salah satunya menjadi silent reader. Jujur saja saya sering menjadi silent reader dalam WAG. Kenapa? pertama saya ga tahu mau ngomong (= tulis) apa, atau saya terlalu jauh ketinggalan materi dalam group jadi banyak yang di skip. Setelah membaca dan menelaah, bahwa tindakan saya kurang tepat, dan saya akan berusaha untuk lebih baik dimasa yang akan datang.
Diatas adalah contoh kecil saja. Ada lagi contoh lain. Misalnya menunda pengerjaan tugas, padahal kalau "dipaksakan" saya mampu mengerjakan di awal waktu. Setelah menelaah CoC, saya akan berusaha mengerjakan tugas yang diberikan diawal waktu agar saya tidak "terhutang" tugas, hal ini membuat tidur tidak nyenyak.
Kalau untuk kesabaran dalam mendidik anak, masih jauuuuuuuh kalah dari Kakak-kakak kelas semua. Yang mana saya lihat metode pendidikannya bagus dan aplikatif. Setiap saya merasa menjadi "Tiger Mom" dan down, saya buka FB dan melihat aktifitas para Widyaiswara yang menginspirasi dan saya merasa lebih calm, alhamdulillah.
Saya akan membersihkan hati dalam menerima semua materi pelajaran, agar materi yang saya pelajari dapat menjadi hal positif bagi saya, keluarga dan lingkungan. Dan tentunya menjadi amal jariyah bagi WI, aamiiin.
Banyak hal positif dan baik yang saya rasakan setelah mengikuti perkuliahan kelas Matrikulasi Batch #8 ini, semoga ke depannya saya bisa menjadi lebih baik lagi.
Aamiiin Yaa Rabbal'alamiiiin.











