Wednesday, April 8, 2020

Misi Pertama : Menemukan Kerang Istimewa

Awal mula saya mengetahui tentang Ibu Profesional atau yang disingkat dengan IP adalah dari postingan facebook salah seorang teman saya sekitar akhir tahun 2017 atau awal 2018. Ketika itu beliau mengikuti perkuliahan matrikulasi di Institut Ibu Profesiaonal (IIP).

Kepo ga sih apa itu Ibu Profesional?
Iyaaaaa, saya kepo banget waktu itu. Kenapa? ya… karena menurut saya materi perkuliahannya seru dan unik. Terus saya baca-baca juga tentang founder Ibu Profesional yaitu Bunda Septi, dan saya semakin tertarik untuk  tahu semakin dalam tentang IP.

Balik lagi ya ke teman yang saya dicertain diatas 😊.
Selama teman saya mengikuti perkuliahan matrikulasi, saya selalu menungu-nunggu saat dia posting atau upload tugasnya 😊, maaf ya Fren, FB mu di-stalking terus. Penyelidikan terus berlanjut, baik melalui teman saya maupun info-info lain dari medsos tentang IP. Bagaimana cara mengikuti atau mendaftar jadi member? kapan buka pendaftaran dan sebagainya? karena saya sudah mulai inginmasuk kedunianya.

Ternyata apa yang saya mau selama ini ada di IP.
Apa sih yang kamu cari?
Sebagai seorang perempuan, sebagai istri, sebagai Ibu saya juga butuh “berkarya” untuk mengaktualisasikan diri saya. Oia, sebagai info, saya seorang Sarjana Teknik. Dan sebelum saya memutuskan untuk resign dan ikut suami yang kerjanya berpindah-pindah negara, saya pernah bekerja di bidang Pemerintahan. Nah itu dulu, saat itu saya masih menggunakan "otak" (baca : ilmu) saya yang didapat dari perkuliahan. Saya resign pertengahan 2013, saat itu saya telah memiliki seorang anak perempuan cantik (Masya Allah) yang berusia hampir 2 tahun dan sedang hamil anak kedua. Awal mula saya tidak bekerja, perasaan saya sangat bahagia. Saya merasa sedang cuti saja, saya tidak perlu survey bangunan, tidak perlu lagi memeriksa gambar, atau mengikuti kegiatan perkantoran yang saat itu load kerjaan sedang banyak-banyaknya. Minggu berganti bulan akhirnya saya merasa bosan, merasa tidak berguna, kerjaan sehari-hari hanya mengurus anak, dapur, sumur dan kasur. Saya merasa rendah diri karena sudah tidak bekerja (di luar rumah). Ditambah lagi saya berada jauuuuh dari keluarga dan teman. Kami berada ditempat yang terpisah waktu 12 jam dari Indonesia. Saat anak kedua saya lahir, saya sempat mengalami baby blues. Saya selalu merasa tidak becus sebagai seorang Ibu. Ga tahu kenapa saya selalu merasa begitu, Alhamdulillah kondisi tersebut tidak lama.

Pada saat itu saya selalu mencari jati diri saya. Sebenarnya saya mau apa dan bagaimana sih? Lama juga pencarian yang saya lakukan. Saya kira passion saya di cooking and baking, tapi kok saya moody banget ya. Kadang saya senang banget berada di dapur, kadang untuk masak telor ceplok aja malasnya minta ampuuun. Lalu saya coba menjahit, mungkin saya minat di jahit. Ternyata ga juga ya, buktinya baju yang sudah saya gunting untuk bikin baju anak sudah 2 tahun belum jadi juga 😊.
Ntah lah, sebenarnya saya pengen apa sih? Saat ini yang saya inginkan adalah menemukan minat saya, kemauan saya apa dalam hidup ini?
Selain menjadi wanita sholehah tentunya.

Sering juga saya diskusi dengan suami, saya ini sebenarnya kemauannya apa? Namun suami selalu memberi jawaban yang normatif “aku tahu kamu pasti tahu apa yang kamu mau” aduh, berasa iklan yak. Yang jelas Insya Allah saya yakin bahwa keputusan saya untuk bergabung dengan Ibu Profesional dan memilih selasar institut adalah pilihan yang terbaik dan tepat.

Cukup lama saya menantikan untuk dapat bergabung dalam naungan Ibu Profesional.  Yah…sekitar dua tahun lebih akhirnya pada November 2019 saya berhasil mendaftar sebagai member Ibu Profesional. Ada cerita menarik sekitar dua tahun lalu saat saya hendak mendaftar sebagai member. Jadwal dan alarm di HP sudah saya setel, namun Qadarullah pada saat jadwal yang ditentukan saya tidak dapat mendaftar karena gangguan sinyal internet di kampung saya. Pada saat itu kebetulan saya sedang pulang kampung di daerah Sumatera. Tahun berikutnya juga sama, saya gagal mendaftar sebagai member. Sempat merasa hopeless. Akhirnya pada tahun ketiga mengenal Ibu Profesional, saya bisa mendaftar sebagai member. Alhamdulillah. 

Seru juga sih saat mendaftar kemaren, menegangkan juga. Nah, pada jadwal yang telah ditentukan kebetulan saya mengikuti acara perkumpulan istri pegawai ditempat suami bekerja. Setengah jam sebelum pembukaan pendaftaran saya sudah selesai acara dan sedang menunggu bis untuk pulang ke rumah. Ndilalah entah kenapa saat itu bis nya penuh-penuh, akhirnya saya menunggu dan naik beberapa bis berikutnya. Waktu sudah menunjukkan kurang dari 10 menit untuk pembukaan pendaftaran namun saya masih berada di luar dan di tempat yang kurang nyaman untuk membuka HP secara leluasa. Akhirnya saya pasrah aja, apa yang terjadi. Kalau seandainya saya “berjodoh” dengan IP maka saya akan bisa mendaftar, namun jika belum “jodoh” mau bagaimanapun saya ga bisa mendaftar. Pada saat itu orang yang berminat mendaftar member IP ribuan orang dan yang diterima tidak semuanya. Berarti ada saringannya. Makanya saya deg-degan apabila telat mendaftar. Dan Alhamdulillah akhirnya dengan berbagai verifikasi data saya berhasil menjadi member di IP Asia.

Program IP yang telah saya nanti-nantikan sejak dulu akhirnya datang juga. Pada tahun 2020 ini memasuki chapter baru, dimana banyak sekali perubahan-perubahan pada struktur IP. Hal ini bertujuan untuk menuju kebaikan dan perkembangan IP dimasa yang akan datang. Ada 5 komponen pada chapter yang baru ini, seperti Institut Ibu Profesional (IIP), Komunitas, Sejuta Cinta, Resource Center Ibu Profesional (RCIP), Koperasi Ibu Profesional Mandiri (Kipma).

Dari lima komponen diatas, saya memilih satu diantaranya yaitu IIP. Kenapa saya hanya pilih satu komponen saja? karena saya sadar dengan kapasitas saya sekarang baru bisa mengikuti satu komponen. Mengapa saya pilih IIP? Karena Saya yakin bahwa tempat saya bernaung untuk mengembangkan diri sekarang adalah tempat yang tepat bagi saya dan saya yakin bahwa ini merupakan tempat yang benar, karena salah satu tujuan dari IIP adalah menjadi Ibu yang bahagia. Ibu yang bahagia akan membuat seluruh isi rumah bahagia. Bahagia seorang Ibu itu sangat relatif dan berbeda-beda standar dan bentuknya dengan yang lain. Di IIP ini kita akan memilih cara bahagia kita sendiri. Memiliki kebahagian dalam mencari ilmu sangat bermanfaat untuk menemukan benang merah mencapai visi dan misi dalam hidup.

Melalui IIP nantinya saya akan dibawa menjelajah Samudra luas oleh Widyaiswara dan saya harus menyelesaikan misi pelayaran untuk mendapatkan harta karun. Oleh karena itu, saya harus mengikuti berbagai macam kegiatan yang ada di IIP. Rangkaian kegiatan yang akan saya ikuti adalah kelas matrikulasi, kelas bunda sayang, kelas bunda cekatan, kelas bunda produktif dan kelas bunda shalehah. Semoga penjelajahan saya dan teman-teman lainnya berhasil ya.
Aamiiin.






No comments:

Post a Comment

Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7