Saturday, October 31, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 3

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Memasuki hari ketiga tantangan di zona 3 ini saya memilih family project bersama suami. Karena kemaren saya keliling bersama suami mencari kebutuhan rumah kami yang baru.

Saya pernah bercerita pada tantangan zona dua bahwa kami pindah ke rumah baru, dimana kami menempati rumah yang benar-benar kosong tidak ada furniturenya. Nah, setelah membeli furniture dasar seperti kasur dan bantal kami memutuskan bahwa furniture yang dicari harus benar-benar sesuai dengan rumah kami ang di Indonesia juga karena kami berencara setelah balik dari Istanbul kami akan membawa furniture tersebut ke Indonesia dengan cargo laut.

Telah beberapa kali kami mencari furniture, memasuki banyak toko namun belum ada yang benar-benar cocok dengan kebutuhan dan budget. Kami berdiskusi bahwa pemilihan desain dan style adalah tugas saya. Sedangkan suami bertugas negosiasi harga dan pembayaran.

Setelah berkeliling-keliling akhirnya kami memutuskan salah satu toko yang pertama kali kami datangi pada waktu sebelumnya. Saya memilih desain. Suami yang memutuskan segala sesuatunya. Karena dari desain kami harus mengukur panjang dan lebarnya, warna yang cocok, serta tak kalah penting adalah hitungan harga.

Nah dari sekian banyak pilihan kami memutuskan untuk memilih salah satu yang cocok. Dari family project kali ini saya sangat senang dan memberi nilai 90 persen.




Friday, October 30, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 2

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulıllah telah memasuki hari ke dua pada zona 3. Hari ini Azel dan Kayla masuk sekolah hingga pukul 11.30 siang. Kebetulan juga Papi hari ini juga libur kerja jadi saya dan Aksa berencana menjemput kakaknya sekolah. Sebelumnya saya dan Aksa membuat sebuah proyek membersihkan bathtub. Saya diskusikan bersama Aksa bahwa saya dan Aksa akan melakukannya bersama-sama.

Kami berdua mulai menggosok bathtub dan dinding kamar mandi. Kami berbagi job. Aksa membersihkan bagian bawah dan saya bagian atas. Kegiatan bersama kami sangat seru! Aksa merasa dibutuhkan dan merasa mempunyai peran. Diakhir kegiatan bersih-bersih tak lupa saya ucapkan terimakasih atas bantuan Aksa. Aksa merasa senang dan bangga telah membantu.

Hampir tidak ada kendala dalam kegiatan kami. Aksa melaksanakan job nya dan saya juga. Sebelum memulai saya bertugas mempersiapkan peralatan yang diperlukan. Kegiatan ini saya anggap sangat sukses, dan kami akan melakukannya lagi minggu depan. Saya beri poin 95% untuk kegiatan ini. Berikut foto persiapan, saat eksekusi dan hasilnya.





Thursday, October 29, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 1

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Zona tiga ini merupakan zona bermain bersama keluarga. Membuat project keluarga, melibatkan anggota keluarga untuk merencanakan sesuatu, mengeksekusi kemudian me-reviewnya untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Pada zona ini merupakan sebuah tantangan besar untuk melibatkan anggota keluarga yang berbeda karakter untuk mengeksekusi suatu proyek. Umur mereka yang berdekatan juga membuat saling tidak mau mengalah satu sama lainnya. Sehingga pertikaian kadang tak terelakkan. Nah disitulah tantangannya apakah kami bisa melewati dan membuat proyek bersama?

Pada hari pertama tantangan di zona ketiga ini, proyek yang kami kerjakan adalah membuat dan mendekor kue ulang tahun untuk Aksa karena hari ini Aksa berulangtahun ke 4. Beginilah proyek kami hari ini.


     Sumber : canva



Wednesday, October 21, 2020

Pantulan Warna Zona 2

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Pada zona dua ini perasaan saya campur aduk dan emosi turun naik. Kadang tak terelakkan untuk menurunkan emosi kepada anak-anak yang sedang berlatih kemandirian. Baru zona kedua padahal, saya sudah merasa tertatih-tatih untuk melatih kesabaran diri saya sendiri dalam melatih kemandirian anak-anak.

Kali ini yang akan saya bicarakan adalah tentang Aksa, anak bungsu saya. Karena kedua kakaknya telah berhasil melewati tantangan kemandiriaan mereka masing-masing. Ya Aksa, anak laki-laki saya yang dekat dan manja sekali sama saya. Saat tantangan zona dua, dia saya latih untuk bisa makan sendiri dan memakai pakaian sendiri. Awal-awal tantangan hampir berjalan mulus dan lancar untuk mereka bertiga. Namun semakin bertambahnya hari Aksa mulai memperlihatkan "perlawanannya" untuk menyuap makanan sendiri. Namun tetap saya biarkan dia mencoba makan sendiri. Saya mengatakan bahwa kalau tidak makan, nanti yang akan lapar adalah diri Aksa sendiri bukan orang lain. Namun beberapa kali dia tetap keukeuh untuk tidak mau makan sendiri hingga menyisakan banyak makanan. 

Dihari ketitiga terakhir tantangan saya dan suami berdiskusi mengenai latihan kemandirian Aksa. Suami menyarankan bahwa pelan-pelan saja dan tidak tiap saat makan dia disuapin. Pertimbangan suami adalah melihat tubuh Aksa yang agak kurus dari biasanya karena kurangnya asupan makanan. Akhirnya dia beberapa kali disuapin makan saat benar-benar mogok makan. Namun saat kondisi mood nya lagi bagus dia akan makan sendiri.

Demikianlah pengalaman saya dalam melatih kemandirian tiga anak-anak saya. Saat inipun saya masih tertatih-tatih mengumpulkan kesabaran dalam mengadapi ketidakmauan Aksa untuk makan sendiri. Beharap suatu saat nanti anak-anak dapat mandiri dan menguus semua keperluannya. Aamiiin.

Thursday, October 15, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 15

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Alhamdulıllah hari ini kami akhirnya memasuki rumah baru. Masih banyak pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga. Banyak barang-barang dan kardus yang meminta untuk segera di unboxing karena beberapa kebutuhan ada diantara beberapa tumpukan dus.

Azel sebagai anak tertua terpacu untuk membantu orang tuanya. Dia berinisiatif untuk memasukkan dus mainannya dan menyusunnya di kamar mereka. Alhamdulıllah tanpa diminta dia sudah inisiatif sendiri membereskan barang milik mereka tanpa diminta. Walaupun secara estetik dan pandangan orang dewasa, pengaturannya kurang menarik. Namun itulah kuncinya, biarkan ketidaksempurnaan mereka sebagai sarana belajar. Nikmati saja apa yang telah mereka kerjakan. Berikut adalah foto penampakan susunan mainan anak-anak.




Wednesday, October 14, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 14

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ini adalah 14 hari tantangan melatih kemandirian anak. Sedikit-sedikit anak-anak mulai terbiasa untuk melakukan tantangan yang diberikan. 

Besok kami akan memasuki rumah baru. Sebelum pindah dari rumah yang lama, kami harus bersih-bersih rumah seperti keadaan saat pertama kali  kami menempati rumah ini. Banyak hal yang harus dilakukan dan dikerjakan, sehingga saya sangat sibuk beberes. Aksa juga mau tidak mau akan tercuekin, termasuk saat dia ingin mengemil snack sore. 

Dia meminta roti tawar pakai selai coklat. Behubung saya sibuk dan tangan kotor, akhirnya saya meminta dia untuk mengambil dan mengoleskan selainya sendiri. Berhasil menghabiskan roti selai coklatnya, namun dia juga nyemilin coklatnya saja. Alhasil mukanya belepotan coklat. Berikut foto Aksa yang belepotan coklat.



Tuesday, October 13, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 13

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ini kami akan memindahkan barang-barang ke rumah yang baru. Packing dari seminggu yang lalu ga selesai-selesai. Terlalu banyak barang-barang printilan anak-anak. Bagaimanapun juga hari ini harus menyelesaikan packingan. 

Alhamdulillah Azel sangat membantu dalam packing barang-barang mereka. Saya menyerahkan kepada Azel tanggung jawab untuk menyelesaikan buku-buku. Azel memasukkan bukunya ke dalam koper kecilnya. Azel saya minta untuk mandiri menyelesaikan semua buku-buku bacaannya. Azelpun melakukannya dengan baik. Dia menata bukunya dalam koper. Berikut koper-koper yang berisi buku-buku mereka.




Monday, October 12, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 12

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Hari ini berasa hectic sekali. Pikiran saya juga campur-campur karena packing yang belum selesai, sementara anak-anak jadwalnya sekolah. Jika mereka sekolah butuh waktu untuk menjemput dan mengantarkan mereka ke sekolah. Sehingga mengurangi jatah waktu untuk packing.

Namun semuanya harus dijalani dengan hati dan pikiran yang tenang agar bisa berjalan dengan baik. Sampai rumah saya merasa pusing, akhirnya saya tiduran dulu.  Apasaja yg penting saya bahagia.

Kembali lagi pada zona tantangan melatih kemandirian anak. Kali ini saya membahas mengenai Kayla. Alhamdulıllah sejak hari pertama tantangan di zona dua ini dimulai, dia sudah makan sendiri tanoa disuapin. Dan saat ini dia sudah mulai terbiasa untuk untuk makan sendiri. Berikut foto Kayla saat makan sendiri. 




Sunday, October 11, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 11

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulillah Yaa Allah, hari ini merupakan tantangan hari ke 11. Masih melakukan tantangan kemandirian bersama Aksa. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa kami akan pindah rumah, sehingga dari pagi hingga sekarang saya bersama suami packing-packing barang. Jadi Aksa dan kakak-kakaknya bermain bertiga.

Makanpun mereka bertiga. Aksa tetap diminta untuk menyuap makanannya sendiri. Nah ada yang berbeda kali ini. Aksa menghabiskan makanannya dan meminta tambahan nasi dan lauk lagi. Dia sangat enjoy makan sendiri dan dengan bangga mempersembahkan piringnya yang telah kosong kepada saya. Berikut foto Aksa saat makan sendiri.




Saturday, October 10, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 10

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Hari ini merupakan hari ke sepuluh tantangan di zona dua, melatih kemandirian anak. Kebetulan dalam beberapa hari lagi kami akan pindah. Begitu sibuknya saya dan suami dalam dua minggu terakhir. ulai mencari iklan rumah, survey rumah hingga akhirnya hari senin yang lalu kami mendatandatangani kontrak rumah. Semu a dipersiapkan, mulai dari balik nama kntrak listrik, mengurus internet, membeli furniture dan keperluan lainnya.

Hampir setiap hari sepulang suami pulang kerja, saya dan suami pergi membeli perlengkapan untuk rumah yang baru. Mencicil beli perlengkapan. Hingga hari ini saya dan suami membeli perlengkapan untuk pindah. Hari ini kami membeli kardus, tali dan lakban serta peralatan kecil-kecil lainnya.

Mengingat masih dalam situasi pandemi, jadi anak-anak sangat jarang kami ajak keluar untuk berbelanja. Mereka tetap di rumah bersama pengasuh. Hari ini saya memberikan tanggung jawab kepada Azel untuk menjaga dan mengurus keperluan adek-adeknya. Walaupun mereka ada pengasuh, namun tetap mereka saya minta mandiri. Tidak semua harus dilayani. Berikut foto Azel saat menjaga adeknya.





Friday, October 9, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 9

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulillah hari ini saya merasa sangat bahagia menemani Aksa yang makan sendiri. Kenapa Saya bahagia? Karena Aksa juga bahagia menghabiskan makannnya sendiri. Hari ini sebenarnya Aksa masih ogah-ogahan makian saat awal-awal, namun setelah saya temani makan dan kapi berkompetisi siapa yang menghabiskan makanan duluan dia yang menang. Akhirnya saya dapat polanya agar Aksa mau menghabiskan makanannya. Mambuat dia senang dan serasa menang kompetisi. Beikut foto Aksa yang menghabiskan makanannya sendiri. Semoga kedepannya Aksa tetap bahagia untuk melakukannya sendiri.





Thursday, October 8, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 8

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Pada tantangan kali ini saya akan membahas mengenai anak kedua saya, yaitu Kayla yang saat ini hampir berusia 7 tahun. Anak saya yang kedua ini terbilang sangat unik dan spesial. Dua perpaduan yang membuat saya tidak jarang pusing tujuh keliling menghadapinya. Namun kali ini saya tidak membahas mengenai sifatnya.

Kayla, ya dia saat ini telah duduk di kelas dua sekolah dasar. Baru saja bisa (baca : mau) makan sendiri. Tantangan yang saya hadapi adalah bahwa Kayla sebenarnya tipe anak yang malas untuk makan nasi dan makanan berat lainnya. Tapi dia sangat suka dengan makanan yang bukan tergolong makanan berat.

Jadi dia termasuk anak yang susah sekali makan. Sehingga selama ini dia selalu disuapi makan agar bisa memenuhi kebutuhan pokok tubuhnya. Kali ini dia saya tantang untuk bisa makan sendiri. Dan Alhamdulillah sejak hari pertama tantangan hingga hari kedelapan ini dia selalu makan sendiri dan menghabiskan makanannya. Sama halnya dengan Aksa, sampai hari ini dia masih saya minta untuk makan sendiri. 

Terhadap Kayla, tidak banyak hal yang berarti dalam menerapkan makan sendiri. Kendalanya hanya dia terlalu lama mengunyah. Dan terkadang dia lupa untuk menyuap makanan saat di mulutnya telah habis makanannya. Itu saja, dan bukan hal yang berarti. Untuk itu saya selalu mengawasi saat dia makan, itulah strong way yang saya lakukan. Saya berharap kedepannya Kayla dapat makan lebih cepat dari sebelumnya. Saya memberikan nilai bagus untuk tantangan ini. Berikut adalah foto Kayla saat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.




Wednesday, October 7, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 7

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Masih bersama Aksa untuk melatih kemandiriaan agar bisa makan sendiri. Sama seperti hari sebeelumnya, Aksa tidak bersemangat untuk menyuap makanannya. 

Namun hari ini saya mempunyai ide agar Aksa mudah dan mau menyuap makanan sendiri. Yaitu dengan membuat nasi dan lauknya menjadi kepalan, sehingga memudahkan Aksa untuk makan sendiri dan dia jadi bersemangat.

Jadi saya berpikir kenapa Aksa tidak bersemangat dan malas menyuap makanannya, yaitu karena susah untuk menyuap nasi plus lauk dengan menggunakan sendok. Saat saya membuat kepalan nasi, dia dengan mudah dan cepat menghabiskan makanannya.

Berarti saat ini Aksa harus latihan untuk memakai sendok agar mudah makan sendiri. Barangkali akan dilatih dengan menggunakan suatu permainan sehingga dia enjoy untuk belajar. Berikut foto Aksa makan sendiri dengan nasi dikepal.



Tuesday, October 6, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 6

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Masih bersama Aksa dalam melatih kemandiriannya aar bisa makan sendiri. Hari ini adalah hari ke 6 Aksa untuk makan sendiri tanpa disuapin, makan tiga kali sehari.

Tantangan yang saya hadapi adalah semakin hari Aksa menunjukkan ketidaksukaannya atau protes kenapa dia harus makan sendiri. Padahal saya sudah menjelaskan. Butuh perjuangan ekstra setiap kali  agar dia menyelesaikan makannya. 

Dalam beberapa hari ini makannya hanya jadi sedikit. Badannya terlihat agak kurusan dari biasanya. Kasihan juga sebenarnya melihat Aksa memelas minta disuapi. Namun sebagai orang tua kita harus tegas dan konsisten agar anak-anak berhasil melewati tantangan ini. 

Ya Allah, semoga Aksa berhasil melewati tantangan ini dengan mulus esok hari dan selanjutnya. Apakah saya harus goyah untuk menyuapi Aksa makan? Sungguh sebenarnya saya dilema dengan ini. 
Berikut foto Aksa lagi makan sendiri dan resume tantangan hari ke enam.





Monday, October 5, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 5

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulillah masih melanjutkan misi melatih kemandirian anak-anak. Kali ini beralih kepada Azel dan Kayla, anak pertama dan kedua saya. Umur Azel saat ini adalah 9 tahun dan Kayla akan memasuki 7 tahun bulan Desember ini. Kemarin saya telah membahas mengenai Azel yang berlatih kemandirian untuk mengambil makanannya sendiri. Alhamdulillah hari inipun dia tetap konsisten berlatih mandiri. Saat pulang sekolah merasa lapar, dia mengambil sendiri makanannya.

Kali ini saya akan melatih kemandirian Azel dan Kayla untuk dapat membereskan mainan dan rumah yang berantakan karena mereka bermain. Mereka saya tantang untuk bisa merapikan sendiri. Dan tantangan inipun diterima dengan baik oleh Azel dan Kayla. Azel telah menularkan semangat kepada adeknya untuk berlatih mandiri. Terlihat pada gambar dibawah ini Azel sedang merapikan mainan sedangkan Kayla sedang merapikan mukena setelah dia sholat. Saya menganjurkan agar mereka bekerjasama untuk menyelesaikannya agar terasa lebih mudah dan tanpa ada yang merasa satu lebih banyak bekerja dari yang lainnya. 

Misi melatih kemandirian mereka hari ini berhasil dan saya berharap agar kegiatan ini dapat mereka lakukan secara kontinu tanpa harus diminta lagi. Berikut foto kegiatan Azel dan Kayla merapikan rumah serta resume jurnal hari ini.






Sunday, October 4, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 4

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Percakapan saya bersama Azel sore tadi. "Mi, kenapa hanya Aksa yang berlatih kemandirian makan sendiri?". Tanya Azel. "Bukan hanya Aksa lho yang sedang berlatih kemandirian, kalian bertiga sedang berlatih kemandirian", jawab saya. 

Azel melanjutkan, "Kan Uni sudah bisa makan sendiri!". "Iya, melatih kemandirian bukan hanya soal makan. Itu juga tergantung kemampuan dan kondisi masing-masing anak karena setiap anak berbeda" saya lanjutkan. "Azel sekarang sedang berlatih kemandirian mengambil makan sendiri dan meletakkan piring sendiri ke tempat cucian piring". Ucap saya menjelaskan. 

Azel sepertinya tidak sadar bahwa saya memintanya beberapa hari ini untuk mengambil makanan sendiri adalah suatu wujud belajar mandiri. Sesekali dia meminta saya untuk mengambilkan nasi dari dalam magic com karena kata Azel bahwa tangannya sakit terkena pinggiran magic com yang panas. Namun saya memintanya untuk melakukannya sendiri. Dia harus belajar dan hati-hati agar tangannya tidak mengenai pinggiran magic com yang panas.

Azel sangat bersemangat bahwa saya bilang dia juga dalam tantangan melatih kemandirian. Saya mengatakan bahwa melatih kemandirian itu harus dilakukan terus menerus hingga anak terbiasa melakukan sendiri. Dan Azelpun berkata bahwa dia akan melanjutkan kepada tantangan berikutnya jika dia berhasil melewati tantangan ini. Alhamdulillah Azel sangat paham dan bersemangat untuk mandiri di usianya yang hari ini 9 tahun.

Berikut adalah foto Azel saat mengambil nasi sendiri dari magic com. Dan resume tantangan hari ke 4.






Saturday, October 3, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 3

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Masih tetap konsisten dengan melatih kemandirian Aksa untuk bisa makan sendiri. Setiap kali makan, dia selalu merengek untuk disuapin. Saya tetap pada pendirian bahwa saya tidak akan menyuapinya makan. Namun saya akan membantu dia untuk memotong-motong lauk atau sayur.

Strategi saya yang lain untuk membantu Aksa agar berhasil melewati tantangan ini adalah membuat dia mudah untuk menyuap sendiri. Seperti memberikan wadah yang tidak mudah tumpah dan memberikan sendok garpu agar dia gampang memasukkan makanan ke dalam sendok. 

Selain itu saya juga membiarkan dia untuk bermain agar dia enjoy. Nanti pelan-pelan setelah dia mampu makan sendiri, saya akan mengurangi kegiatan bermain saat makan. Namun untuk sementara, saya akan toleransi. Pun demikian juga dengan makanan yang berantakan. Akan saya biarkan dan tidak mengomentarinya agar Aksa merasa benar-benar menikmati baru pelan-pelan diubah ke cara makan yang lebih baik.

Aksa tipe anak yang mudah sekali tersentuh dan merasa sedih. Jadi saat ini saya benar-benar harus membujuk dia untuk mampu dan bisa makan sendiri.

Bagaimanakah kami melewatinya hari ini? Semakin lama Aksa semakin bosan untuk makan sendiri. Dan kadang dia lupa menyuap makanan walaupun makanan di mulutnya  sudah habis. Namun lagi-lagi saya selalu mengingatkan untuk terus menyuap makanan apabila makanan di mulut telah habis. 

Begitulah hari ketiga tantangan ini. Saya merasakan semakin hari Aksa semakin bosan dan malas makan sendiri. Namun itulah sebuah tantangan, harus dibiasakan dan terus menerus agar menjadi kebiasaan dan akhirnya kemauan. Aksa akan makan sendiri saat dia mau. Saat ini dia makan sendiri masih dalam keadaan dipaksa dan terpaksa. Saya berharap beberapa hari lagi Aksa akan terbiasa dan mau makan sendiri sesuai dengan keinginannya.

Aksa harus selalu diberi semangat dan dorongan agar mampu makan sendiri. Berikut foto saat Aksa makan makan malam dan resume tantangan hari ketiga.




Friday, October 2, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 2

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Melatih kemandirian pada anak butuh waktu, proses dan kesabaran yang besar. Hari ini merupakan hari kedua tantangan Aksa untuk makan sendiri. Berbeda dari hari sebelumnya, hari ini Aksa mulai menujukkan kurang bersemangat untuk menghabiskan makanannya sendiri. 

Aksa mulai merengek minta disuapin. Namun disitulah letaknya tantangan bathin bagi saya. Saya harus tetap tegar dan tak goyah dengan rasa kasihan. Karena sekali kita tidak konsisten, akan berketerusan nantinya. Dan melatih kemandirian akan dimulai lagi dari awal. 

Selama seminggu ini saya akan fokus kepada Aksa untuk bisa makan sendiri. Sebenarnya dalam waktu yang bersamaan saya juga melatih kemandirian anak-anak saya yang pertama dan kedua. Namun akan dibahas pada jurnal berikutnya, insya Allah.

Berikut saya sempat mendokumentasikan saat Aksa makan dan resume tantangan melatih kemandirian anak hari kedua.





Thursday, October 1, 2020

ZONA 2 : Melatih Kemandirian Anak Hari 1

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah 

Saat ini kami Para Petualang telah masuk kepada tantangan Zona 2 hari pertama. Tema tantangan kali ini adalah melatih kemandirian pada anak. Ini benar-benar sangat menarik dan sangat saya butuhkan. 

Sebelumnya saya memang sudah memikirkan untuk melatih kemandirian pada anak-anak, namun masih maju-mundur dan tidak konsisten. Itulah sebabnya saya masih belum berhasil. Ternyata karena saya belum mendapat celahnya dan saat ini insya Allah saya telah mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dari Tim Bunsay 6 untuk melatih kemandirian pada anak.

Banyak sekali hal-hal yang ternyata selama ini membuat saya tidak berhasil melatih kemandirian anak-anak. Mulai dari metode pelaksanaannya yang kurang tepat, maupun hal-hal penghambat yang tidak saya sadari.

Alhamdulillah setelah membaca modul dan mendengarkan materinya, saya jadi sedikit paham dan mulai terbuka matanya. Ternyata banyak sekali kiat-kiat untuk melatih kemandirian pada anak.

Kali ini saya akan melatih kemandirian pada Aksa, anak saya yang paling kecil. Aksa akan berumur 4 tahun pada akhir Bulan Oktober 2020 ini. Sebenarnya umur segini sangat pantas untuk makan sendiri. Namun Aksa belum terlalu bisa. Saya ingin melatih kemandirian pada Aksa untuk bisa makan sendiri. Setelah membaca modul dan memasuki tantangan pertama hari ini, saya sudah memulai untuk melatih Aksa untuk makan sendiri. Saya mengkomunikasikan kepadanya bahwa dia harus bisa makan sendiri. Karena tahun depan dia sudah mulai masuk sekolah. Dan tak lupa saya memberikan semangat bahwa dia pasti bisa makan sendiri. 

Setelah melakukan tantangan ini, Aksa berhasil makan sendiri. Tak lupa saya memberikan apresiasi bahwa dia berhasil. Dan dia sangat bangga pada dirinya sendiri. Dan merasa sudah besar. Berikut foto Aksa saat makan sendiri dan kesimpulan tantangan hari pertama.




Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7