Monday, November 30, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 5

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ke 5 tantangan ini saya memperhatikan cara belajar Kayla secara online. Saya tidak tahu cara belajarnya di sekolah bagaimana karena selama ini dia baik-baik saja dan tidak ada laporan dari guru. Namun ada hal yang unik kalau dia belajar online. Kayla tidak selalu duduk di kursi, artinya dia tidak duduk tenang di kursi saat pelajaran. Memang anaknya tidak bisa diam. Namun hal yang saya tegaskan bahwa bagaimanapun dia hanya sekolah online namun harus tetap menghormati gurunya.



Sunday, November 29, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 4

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ini kami berencana ke Arboretum yang berada di Istanbul. Saat ini masih diberlakukan jadwal tertentu anak-anak di bawah umur 20 tahun. Mereka hanya boleh keluar pada jam 1 siang sampai pukul 4 sore. Kami sudah hampir 1/4 perjalanan menuju Arboterum, namun karena macet kami putar arah dan akhirnya pergi ke taman besar di Zorlu Center.

Awalnya kami ingin menikmati pemandangan pohon-pohon aneka warna di Arboretum. Namun karena macet dan berpikir hanya sebentar disana tidak efektif kami ke Arboretum. Akhirnya kami putar arah ke Zorlu Center.

Di Zorlu Center juga banyak pohon-pohon aneka warna pada musim gugur. Kami menikmati indahnya ciptaan Allah SWT. Anak-anak mengamati kenapa daunnya berguguran? aakah mereka mati? Ternyata pohon akan menggugurkan daunnya sebelum memasuki musim dingin/salju untuk mengurangi proses pengolahan makanannya. Mereka sebenarnya lebih enjoy bermain di playground Zorlu ini daripada menikmati daun yang berubah aneka warna. Tidak apalah, yang penting mereka tahu kenapa saat ini daun-daun pada berguguran. Dan tak lupa mengucap syukur dapat menikmati indahnya ciptaan Allah SWT.



Saturday, November 28, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 3

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ketiga tantangan pada Zona 4 adalah hari Sabtu. Dimana anak-anak bebas menggunakan gawai dan TV. Anak-anak masih susah untuk diet gawai pada hari sabtu dan minggu. Jadi seringnya bablas dan lamaaa main gawainya. Termasuk hari ini, mereka baru berhenti main gawai setelah magriban.

Aktivitas mereka ada yang membaca buku dan ada yang menggambar. Ya, Kayla memilih aktivitas menggambar seperti yang dia sukai. Kali ini dia sedang belajar bagaimana caranya membuat bayangan pada gambar. Mulai dari bentuk bayangan yang dihasilkan hingga ke pemilihan warna bayangan yang terbentuk.

Berawal dari melihat tutorial di youtube, sekarang Kayla sudah bisa menggambar karakter game yang dia sukai beserta bayangannya. Ketekunan Kayla dalam belajar melalui tutorial di youtube telah membuahkan hasil. Sekarang dia tidak lagi meniru gambar, namun telah berimajinasi membuat gambar sendiri.

Sebagai orang tua, saya sangat bangga dengan kreativitas Kayla. Walaupun secara akademik dia biasa-biasa saja, namun dia memiliki bakat dalam bidang seni. Cukup berbeda dengan kakaknya yang senang belajar akademik. Yang perlu saya garis bawahi sekarang adalah bahwa Kayla tetap belajar untuk akademiknya.



Friday, November 27, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 2

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Memasuki hari kedua pada tantangan di Zona 4. Hari ini kami merencanakan bermain di playground setelah anak-anak belajar online. Di Turki ada aturan bahwa anak-anak umur dibawah 20 tahun memiliki jadwal tertentu untuk keluar. Anak-anak umur dibawah 20 tahun hanya dapat keluar pada pukul 1 siang sampai 4 sore. Pembatasan ini membuat anak-anak kembali sekolah  online secara full. 

Dengan adanya pembatasan tersebut, membuat anak-anak lbih banyak menghabiskan waktu didepan laptop atau gadget. Baik untuk keperluan sekolah maupun sekedar bermain dan menonton. Untuk mengurangi kegiatan di depan screen, pada jadwal yang ditentukan, anak-anak sebisa mungkin saya ajak keluar rumah. Baik untuk bermain maupun untuk berbelanja seperti hari ini. Kami menemukan ada toko grocery dekat rumah.

Hari ini saya masih belajar mengorsevasi cara belajar Kayla. Yang nantinya akan saya tuangkan dalam gambar berikut.



Thursday, November 26, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 1

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Tantangan kali ini saya rasa benar-benar menantang. Saya memiliki 3 orang anak yang mana ketiganya memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang senang membaca, ada juga yang kurang suka membaca bahkan tidak mau membaca. Namun dia justru sangat gemar meggambar. Kalau sudah menggambar, dia sangat fokus dan memiliki imajinasi yang tinggi.

Setelah mendengarkan paparan dari Kakawi kemaren, akhirnya saya sadar bahwa anak itu berbeda-beda. Jadi tidak bisa membandingkan kemampuan antara satu anak dengan anak lainnya. Jika kita rasa dia "kurang" pandai dalam satu bidang, cobalah lihat kemampuannya dibidang yang lainnya. Selagi dia masih memegang prinsip I-CAN, percayalah bahwa anak kita baik-baik saja dengan pola belajarnya. Tidak perlu khawatir yang berlebihan. Dan tidak perlu juga memiliki harapan yang muluk-muluk. Yang penting dia berproses lebih baik dari hari ke hari. Membandingkannya adalah dengan capaian dia sebelumnya, bukan terhadap saudara apalagi temannya.

Berikut laporan saya terhadap Kayla yang lebih senang menggambar daripada membaca dan menulis. Dari mengambar dia juga belajar menulis dan membaca secara tidaklangsung. Karena Kayla biasanya selalu membuat judul dan cerita-cerita singkat pada gambar-gambarnya. Kali ini dia lagi senang-senangnya belajar gambar melalui tutorial dari Youtu*e. Dia bisa menggambar selama berjam-jam tanpa bosan.



Thursday, November 19, 2020

Pantulan Warna Zona 3

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Di zona tiga ini benar-benar mengajak kita berinteraksi dengan anak-anak baik secara fisik dan jiwa mereka. Banyak hal yang dipelajari dari kedekatan jiwa ini bersama anak-anak. Saya jadi lebih paham (dari sebelumnya) keinginan anak itu apa. Namun dalam perjalanan dalam zona tiga juga tidak mudah, saya juga menemukan tantangan-tantangan. Insya Allah ke depanna saya harus terus belajar dan belajar lagi menjadi Ibu dan teman terbaik bagi anak-anak.

Thursday, November 12, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 15

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Masya Allah tak terasa ternyata hari ini adalah hari ke 15 yang merupakan hari terakhir pengumpulan jurnal di Zona tiga. Walaupun terseok-seok mengerjakan jurnal setiap harinya, namun Alhamdulillah saya telah mengerjakannya hingga hari ini. 

Banyak sekali pelajaran dan pengalaman bagaimana membersamai anak-anak yang saya rasa secara pribadi masih kurang sempurna. Karena anak-anak masih sering "protes" untuk selalu bermain dengan mereka. 

Hari ini adalah hari belajar online Azel dan Kayla menggunakan zoom, dari pagi hingga sore hari dengan pelajaran dan guru yang berbeda-beda. Sehingga link zoomnya pun juga berbeda setiap pelajaran. Aksa juga memiliki keinginan untuk diajak bermain playground di depan kompleks. Saya memberikan penjelasan bahwa kita dapat bermain keluar setelah kedua kakaknya selesai belajar online dan kewajiban lainnya. Apakah itu? ya, kalau Aksa harus segera menghabiskan makanannya sendiri tanpa disuapi dan Azel serta Kayla untuk menunaikan sholat Ashar. 

Sementara saya melakukan kegiatan lainnya, ternyata mereka bertiga menonton menggunakan laptop bekas belajar. Saya bilang saya kecewa dan terserah saja itu pilihan mereka. Jika tidak dilakukan makan resikonya kita tidak akan bermain di playground hari ini. Akhirnya mereka bertiga menunaikan kewajibannya. Setelah itu kami langsung menuju playground dan bermain bersama. Dari kegiatan ini sebenarnya saya cuku senang anak-anak mau menunaikan kewajiban dan mendapatkan reward, namun mereka agak "dikeraskan" terlebih dahulu baru mengerjakannya. Dari sini saya memberi poin 90 persen walaupun berhasil.



Wednesday, November 11, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 14

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Masya Allah sudah memasuki hari ke 14 di tantangan Zona 3 ini. Hari ini ada tukang yang akan memasang lemari dan tempat tidur di rumah saya, mereka bekerja hingga sore. Saya sudah bingung mau mengerjakan project apa bersama anak-anak, karena hingga sore belum ada juga terlintas ide untuk melakukan project apa.

Ya sudah lah, saya ke dapur saja, karena belum ada juga lauk untuk makan malam keluarga kami. Saya memang sudah merencanakan membuat ayam krispi hari ini. Tadi padi saya sudah menyiapkan ayamnya untuk dimarinate dalam kulkas, namun entah jam berapa saya akan eksekusi. Akhirnya pukul 4.30 sore, tukangnya selesai dan pulang. Saat itulah saya menuju dapur untuk mempersiapkan tepung balutan ayamnya.

Setelah membalurkan ayamnya ke tepung, saya letakkan di wadah lain yang lebar agar ayam ang sudah ditepungi tidak bertumpuk-tumpuk. Setelah membalur beberapa ayam, datanglah Azel untuk membantu saya. Ya sudah, ini saja yang akan saya jadikan projec hari ini.

Pertama saya memberi petunjuk kepada Azel apa saja yang harus dilakukan hingga ayamnya terbalur sempurna. Setelah melihat contoh dari saya, akhirnya Azel menyelesaikan semuanya. Lumayan bagus dan sempurna baluran ayamnya. Nah setelah ayam dibalur, Mba yang akan menggorengnya. Saya mendelegasikannya kepada Mba karena saya akan mengerjakan jurnal dan kewajiban lainnya. Dari kegiatan ini saya melihat Azel yang antusias dan cepat belajar. Dia juga bisa dibilangin untuk mengulangi pekerjaan jika balurannya kurang sempurna. ari kegiatan ini, saya memberi poin 95 persen atas kemauan dan kemampuan Azel untuk menolong dan belajar di dapur.



Tuesday, November 10, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 13

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Memasuki akhir-akhir zona 3 justru saya semakin sibuk ada urusan diluar rumah untuk keperluan membeli perlengkapan dan peralatan rumah tangga.

Hari ini saya bertugas membeli perlengkapan rumah tangga ke eminonu. Saya pergi bersama teman yang kebetulan ada keperluan berbelanja juga. Setelah selesai berbelanja saya di drop di kantor suami. Sedangkan suami nanti yang akan memindahkan barang-barang ke mobil kami. Berikut belanjaan saya bersama teman.



Monday, November 9, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 12

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Tidak terasa ternyata sudah memasuki hari ke 12 pada Zona 3 ini. Kegiatan untuk family project pun mengalir apa adanya tanpa ada direncanakan (banget). Namun dari beberapa project, masih butuh perbaikan dan perbaikan lagi agar terupayakan anak-anak akan cerdas secara emosi dan spritual. Insya Allah akan melakukan kegiatan keagamaan juga. Sebenarnya ada juga sih, namun tanpa adanya dokumentasi. Misalnya saat anak-anak tidur, siapa yang memimpin doa tidur. 

Oia, kembali kepada kegiatan hari ini. Kayla meminta agar saya ikutan bermain bersama. Dia memilih permainan yang benar-benar menguras energi dan "berisik" 😂. Namun ada syarat yang harus mereka kerjakan, yaitu ereka harus mengerjakan PR terlebih dahulu. 

Selesai mereka mengerjakan PR, akhirnya kami main. Namun dalam pengerjaan PR, Kayla malas-malasan dan bosan. Nah biasalah Kayla seperti itu. Dia kurang suka membaca dan menulis. Namun apabila art, dia sangat suka dan bersemangat sampai mau menjadi guru bagi kami. Lanjut cerita, kami akhirnya main sampai puas dan keringatan. Banyak sekali manfaat kegiatan bermain ini diantaranya, 1). PR anak-anak selesai, 2). Menyalurkan energi, 3). eningkatkan sportifitas anak-anak, 4). eningkatkan hubungan persaudaraan. Dari kegiatan ini, saya sangat senang dan akan mengulangi lagi dimasa yan akan datang. Berikut foto kegiatan kami sebelum bermain. Aksapun ikutan "mengerjakan" PR 😍.





Sunday, November 8, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 11

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulıllah telah melewati tahap awal di zona 3 ini. Sama halnya dengan hari sebelumnya, tampilan blog saya karena tidak menggunakan laptop. Hari ini pun saya mengerjakan jurnal menggunakan gawai karena saya bersama suami ada keperluan untuk mencari furniture (lagi), mencari yang madih kurang untuk rumah kami.

Hari ini anak-anak masih dalam gadget day. Berbeda dari hari kemaren, mereka telah menggunakan gawai dari pagi hari. Sebelum berangkat keluar, saya meminta mereka untuk mengisi gawai mereka hingga penuh. Saya akan menyimpan kembali charger gawai mereka untuk membatasi waktu penggunaaan gawai.

Sambil mengisi gawai, mereka bermain bertiga. Saya meminta Azel dan Kayla untuk menjaga adek mereka, Aksa. Kegiatan tersebut saya jadikan project untuk kebersamaan mereka. Saya mempersiapkan makanan, minuman dan charger mereka. Azel dan Kayla bermain dan menjaga Aksa. Kegiatan ini membuat hati saya senang dan berbunga karena mereka menjadi akrab dan saling menjaga satu sama lainnya. Saya memberi point 90% untuk project kali ini. Berikut foto-foto mereka.






Saturday, November 7, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 10

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ini ada yang berbeda dengan tampilan jurnal saya, karena hari ini charger laptop saya dibawa dinas oleh suami dan laptop saya dan Qadarullah baterainya juga lagi habis. Jadi saya tidak dapat menampilkan foto seperti sebelumnya.

Dan hari ini pun adalah hari gadgetnya anak-anak. Saya membolehkan mereka menggunakan gadget mulai pukul 2 siang. Selesai rapat dengan team pengurus HIMA, saya tertidur karena mengantuk sekali semalam tidur hanya sebentar. Nah, anak-anak sudah mempersiapkan diri mereka untuk segera menggunakan gawai beberapa jam ke depan. Azel dan Kayla sudah sholat Dhuhur tanpa disuruh lagi. Kemudian saya juga mulai mengisi baterai gawai anak-anak satu persatu. Ternyata bagus juga kalau ada tawar menawar dengan anak-anak terkait gawai. Mereka menjadi lebih bersemangat untuk melakukan kewajibannya tanpa disuruh dan marah. Dengan demikian saya menilai bahwa kegiatan ini saya beri nilai 85%. Karena pelan-pelan mulai mengajarkan tanggung jawab terutama ibadah tanpa ada imbalan, misalnya dibolehkan main gawai. Berikut foto anak-anak yang telah selesai sholat dan mengisi baterai.




Friday, November 6, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 9

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Hari ini family project saya bersama Aksa. Karena Azel dan Kayla ada kelas tatap muka di sekolah. Tak terlalu direncanakan sih family project kali ini. Projectnya adalah membuat telor dadar bersama. 

Sebenarnya menu makan Aksa adalah sop buntut, plus bakso dan wortel. Namun Aksa tidak mau memakan makanannya. Aksa lebih memilih untuk dibuatkan telor dadar. Akhirnya munculah ide membuat telor dadar bersama. Kami berbagi tugas. Saya bertugas pada persiapan bahan, sedangkan aksa memasukkan telor kedalam wajan yang panas. Berhubung kegiatan ini butuh pengawasan orang tua, jadi saya menuang bersama-sama dengan Aksa. Saya membalikkan telor di wajan agar matang sempurna. Setelah selesai Aksa makan telor dadarnya dengan nasi putih. Dari kegiatan ini Aksa jadi mengetahui step-step pembuatan telor dadar kesukaannya. Namun karena menggunakan minyak panas dan wajan yang panas jadi kegiatan ini harus melalui pengawasan orang tua.






Thursday, November 5, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 8

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Kali ini family project saya hanya bersama suami. Karena kegiatan yang kami lakukan belum bisa melibatkan anak-anak. Kegiatan bersama yang kami lakukan adalah memasukkan dan menyusun koper-koper kedalam lemari bagian atas. Kegiatan ini kami lakukan saat weekend dan suami tidak ada pekerjaan lain. Sedangkan anak-anak sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Weekend adalah hari mereka bebas memakai gadget dengan batasan waktu.

Persiapan yang dilakukan adalah membersihkan lemari, menyusun semua koper-koper yang akan dimasukkan ke lemari agar mudah menyusunnya sesuai ukurannya. Peralatan yang disiapkan adalah kursi. Setelah saya membersihkan dan menyusun koper diluar, suami yang bertugas untuk menyusunnya ke dalam lemari bagian atas. Hal ini butuh koordinasi dan diskusi untuk memperoleh posisi yang tepat agar koper-koper yang kami punya dapat masuk semuanya kedalam lemari. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses, semuanya dapat disusun dengan baik dan rapi. Saya begitu apresiasi dengan kerjasama antara saya dan suami.



Wednesday, November 4, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 7

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Malam kemaren Kayla memiliki ide untuk mengajarkan ilmu menggambar yang dia dapat dari kelas art nya. Kayla sangat bersemangat untuk mangajarkan ilmu. Dia mempersiapkan semuanya. Kertas, alas, pensil dan pensil warna. Benar-benar sempurna dan teroganisir saya menilainya untuk anak seumuran belum 7 tahun. Begitu rapi dia menyusun semua peralatan dan kebutuhan untuk menggambar. Sampai penyusunan posisipun dia perhatikan.

Kami mulai kegiatan mengambar setelah sholat Isya, tepatnya sebelum tidur. Kayla memulai dengan membuat lingkaran. Saya tidak terlalu bagus membuat lingkarannya. Kayla bilang, ga apa-apa jangan dihapus. Itu juga bagus, ya Kayla begitu emberikan kami percaya diri dengan apa yang telah kami buat. Tidak ada yang jelek katanya lagi. 

Satu-satu dia mengajarkan step-step cara membuat kucing. Dimulai dari membuat kepala, kemudian mata kucing yang berbinar, selanjutnya hidung dan mulut. Melanjutkan badan, kaki dan ekor. Selanjutkan kami diajarkan untuk memilih arna yang kami sukai. Kayla benar-benar menikmati perannya sebagai guru menggambar. Dia begitu percaya diri dan memberikan kepercayaan diri juga bagi muridnya dalam membuat karya. 

Dari kegiatan ini, saya benar-benar takjub kepada anak saya ini. Saya memberi poin 100 persen atas kedewasaannya dalam mengajar. Ternyata anak saya yang moody ini sudah besar. Alhamdulillah.


 

Tuesday, November 3, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 6

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Banyak sekali kegiatan menarik yang dapat dilakukan bersama anak-anak, salah satunya adalah kegiatan membuat donat. Ya, donat adalah cemilan favorit anak-anak saya. Hampir setiap minggu kami membuat donat untuk anak-anak. Kali ini ada yang berbeda dengan bahan yang digunakan. Saya menambahkan pumpkin sisa prakarya Jack O Lantern Azel dan Kayla. Lumayan banyak juga, sehingga saya membuat kolak sebagian.

Sedari pagi saya sudah mengukus pumpkin, kemudian dihaluskan dan membat adonan donat. Donat diulen menggunakan bread maker sehingga bisa ditinggal dan saya mengerjakan pekerjaan lainnya. Selesai adonannya kalis, saya membulat-bulatkan adonan. Aksa mengikuti saya ke dapur dan melihat saya lagi membuat donat.

Keluarlah ide bahwa membuat donat ini dapat juga dijadikan family project bersama Aksa. Azel dan Kayla tidak ikutan karena mereka lagi ada kelas online. 

Saya dan Aksa senang sekali dengan kegiatan ini. Terutama Aksa, dia senang sekali memotong adonan dan membaginya dalam ukuran kecil dan memberi tepung terigu agar tidak lengket. Dari kegiatan ini Aksa mengetahui bahwa membuat donat butuh waktu dan tenaga. Adonan donat harus dikembangkan 2 kali. Sehingga jika Aksa menginginkan donat maka dia harus menunggu terlebih dahulu. Setelah adonan kami bulat-bulatkan, kemudian dibiarkan mengembang. Untuk tugas menggoreng adalah menjadi tanggung jawab saya, karena anak-anak belum bisa melakukannya mengingat kompor kami cukup tinggi dan berbahaya bagi mereka.

Saya sangat senang dengan kegiatan ini karena saya dapat memanfaatkan pumpkin sisa anak-anak untuk dijadikan makanan sehingga tidak terbuang sia-sia. Dari kegiatan ini saya memberi poin 90 persen. 

Sunday, November 1, 2020

ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 5

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Minggu kemaren anak-anak mendapatkan tugas untuk membuat Jack O Lantern dari sekolah. Anak-anak sangat senang dan excited. Saya membelikan mereka pumpkin yang berukuran kecil. Di supermarket  tempat biasa saya belanja sedang tidak ada umpkin kecil bentuk bulat, sehingga saya membelikan yang berbentuk lonjong. Anak-anak tetap senang setelah saya beritahu bahwa mereka bisa membuat kepala dan badan juga. 

Eksekusi pembuatan Jack O Lantern baru dilaksanakan hari minggu, karena saya dan Papinya sering keluar untuk keperluan membeli furniture. Anak-anak telah memersiakan semuanya. Mereka mencuci bersih pumpkin mereka masing-masing. Kemudian mereka mulai membuat desai mata dan mulut masing-masing di pumpkin mereka. Saya mempersiapkan telenan dan pisau kecil. Setelah mereka mendesain di pumpkin, yang bertugas mengeksekusi alias memotong-motong adalah Mami. Hal ini karena pumpkin cukup keras dan susah untuk dipotong. Cukup berbahaya jika anak-anak yang melakukannya. Jadi saya yang bertugas memotong dan anak-anak yang bertugas mengeluarkan isi pumpkin agar berongga dan bersih sehingga dapat dimasukkan lilin. 

Tugas mereka selesai dan kerjasama kami sangat bagus. Azel dan Kayla juga merasa senang dengan hasil karya yang dibuat. Pagi ini mereka membawa Jack O Lantern mereka ke sekolah. Saya memberi poin 90 persen untuk family project kali ini. Selanjutnya anak-anak akan diajarkan cara memegang pisau yang benar agar tidak melukai.




ZONA 3 : Cerdas Emosi dan Spritual Hari ke 4

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ini adalah hari ke 4 tantangan di Zona 3. Hari ini saya juga sibuk membereskan lemari pakaian dan menyusun travel bag. Jadi urusan memandikan Aksa saya delegasikan kepada Kayla. Mereka biasa bermain air. Kayla juga sudah cukup bisa diberi tanggung jawab untuk memandikan adeknya. Kemarenun saat saya mencari furniture Kayla yang menyuapi Aksa yang lagi GTM (Gerakan Tutup Mulut). Dan nasinya pun habis. 

Kembali kepada hari ini, kami bertiga (saya, Aksa dan Kayla) berdiskusi untuk melaksanakan project memandikan Aksa. Saya yang bertugas untuk mempersiapkan segala keperluan, Kayla yang bertugas memandikan Aksa dan Aksa setelah selesai bertugas memakai handuk sendiri. Namun sebelumnya mereka berendam dan main air terlebih dahulu. Dari kegiatan bermain air ini mereka sangat banyak menghabiska air, dan airpun banyak yang tumpah ke lantai. Dari sini dievaluasi bahwa mereka akan dibatasi boleh bermain air sekali dalam seminggu. Selain itu mereka juga harus mengeringkan lantai yang basah. Dari kegiatan ini saya memberi poin 80 persen. Kegiatan ini dapat dilihat dari gambar berikut.




Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7