Wednesday, December 16, 2020

Pantulan Warna Zona 4

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah 


Bagi saya di Zona 3 dan Zona 4 memiliki tantangan sendiri dalam menghadapinya. Saat itu saya sedang mencari-cari rumah, siap-siap pindahan rumah, pindah rumah sampai akhirnya menempati rumah. Persiapan mulai dari packing sampai unpacking. Selain itu saya juga mencari furniture karena kali ini kami menyewa rumah yang kosongan. Tantangannya makin besar seiring dengan meningkatnya kasus covid di Turki. Saya dan suami harus berburu furniture dengan seksama. Ibarat kata mencari furniture yang cocok jodoh-jodohan juga. Apalagi setiap weekend ditetapkan total lockdown. 

Namun demikian, walau tertatih-tatih mengikuti pelajaran dan membuat jurnalnya, saya bisa melewati tantangan Zona 4 ini dengan baik, Alhamdulillah. Setiap kudapan yang ada, saya tidak langsung dapat membacanya maupun menerapkannya. Mulai dengan pelan-pelan, dan dicicil. Jika ada kesempatan, saya akan cicil mempelajarinya. Apalagi saat ini anak saya yang paling bungsu lagi “demam” game. Sedapat mungkin saya akan mengurangi jam online saya, karena setiap saya memegang HP dia akan memintanya. Itulah juga tantangan saya di Zona 4 ini, semoga kedepannya saya lebih dapat membuat pola sendiri sehingga semuanya dapat seimbang. Apakah saya suah menerapkan semua yang telah saya dapatkan? Jawabannya belum, insya Allah pelan-pelan akan menerapkannya bersama keluarga saya tercinta. Learning by doing. Karena ilmu yang kita dapatkan akan berbeda saat kita aplikasikan kepada keluarga sendiri, tergantung situasi dan kondisi yang sesuai.


Thursday, December 10, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 15

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulillah hari ini merupakan hari terakhir tantangan di zona 4. Hari ini Aksa belajar cara mengencangkan baut robotnya yang goyang. Aksa menggunakan tang khusus untuk robotnya. Dan dia berhasil melakukannya dan merasa senang sekali.

 


Wednesday, December 9, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 14

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Pada hari ini anak-anak berkesempatan untuk membeli mainan yang mereka sukai. Karena salah seorang anak ada yang berulang tahun beberapa hari yang lalu. Namun demikian, seperti biasa ketiga anak akan mendapat hadiah sesuai keinginannya siapapun yang berulang tahun.

Aksa dan Kayla membeli boneka yang bisa berjalan dengan menggunakan baterai. ereka belajar untuk melihat boneka siapa yang lebih cepat. Dalam race, mereka harus sportif dan tidak boleh curang.



Tuesday, December 8, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 13

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Hari ini Azel dan Kayla masih belajar online. Ada aturan baru bahwa disaat anak-anak sedang belajar online, tidak boleh menyalakan televisi. Biasanya Aksa bermain sambil menonton televisi, namun dalam minggu ini tidak bisa.

Terlihat Aksa cukup bosan. Akhirnya timbul ide untuk membuat pop corn bersama aksa. Akhirnya kami ke dapur dan saya menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan. Aksa berdiri diatas kursi dekat kompor agar bisa melihat dan ikut membantu memasak. 

Awal-awal saya menghidupkan kompor dengan api kecil. Setelah panas memasukkan butter, garam dan sedikit gula. Setelah semuanya meleleh, saya dan Aksa memasukkan beberapa genggam jagung. Saya mengaduk dan sesekai dibantu oleh Aksa. Dan pada saat jagungnya mulai mengembang/pop, wajannya ditutup dengan tutup kaca agar kami gampang melihatnya. Seru sekali melihat satu-satu jagungnya meledak/pop hingga memenuhi semua isi wajan. Aksa senang sekali telah belajar membuat pop corn sendiri. Dimana lebih sehat dan lebih hemat juga.



Monday, December 7, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 12

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Alhamdulillah sudah memasuki akhir tantangan Zona 4. Saya masih asyik dan senang bermain-main dengan bunga-bunga plastik. Kali ini saya sedang memadukan antara bunga hidup dengan bunga plastik. Belum selesai sih, namun saya lagi senang saja.



Sunday, December 6, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 11

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Hari ke 11 tantangan saya mengambil objek diri sendiri. Kali ini saya belajar cara merangkai bunga secara otodidak.
Saya memanfaatkan tutorial youtube sebagai sarana belajar. Saat lockdown sangat efektif untuk belajar, karena lebih fokus.

Dalam merangkai bunga ini, saya melakukan try and error dan saya beberapa kali membongkar rangkaian bunga yang telah saya buat untuk membuat yang lebih bagus lagi. Semakin sering belajar akan semakin mahir dan dapat trik-trik aksentuasi buket bunganya.

Walaupun belajar otodidak, saya menganggap bahwa saya suatu saat mampu untuk membuat yang lebih baik lagi, dan dapat dikembangkan sebagai usaha/bisnis. Insya Allah. Saat ini saya harus lebih giat berlatih dan berusaha. Selain kepuasan batin melihat hasil karya, mata juga senang melihat rumah yang dipenuhi rangkaian bunga-bunga indah.

Saturday, December 5, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 10

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Memasuki hari ke 10 pada tantangan zona empat tepat weekend dan lockdown di Turki. Aktivitas kami hanya dirumah saja. Anak-anakpun hari ini bebas menggunakan gawai mereka. Jadi kali ini sayalah yang belajar.

Saat ini saya lagi senang-senangnya belajar menjahit secara otodidak. Saya membeli peralatan menjahit, dan tak lupa membeli bahan-bahan kain. Tekstil di Turki sangat bagus dan harganya relatif murah. 

Maka dari itu tepatlah pilihan saya mempelajari menjahit secara otodidak. Saya sangat senang dan bersemangat. Mengukur, membuat pola, mencocokkan benag dan mulai menjahit. Melihat hasilnya saya menjadi tambah bersemangat belajar dan belajar terus hingga menciptakan kemampuan sendiri.



Friday, December 4, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 9

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Pada hari ke 9 ini saya akan membahas cara belajar Aksa. Anak bungsu kami, seorang anak laki-laki berumur 4 tahun. Saat ini saya sedang melakukan observasi terhadap cara berbicara Aksa. Aksa sanat sedikit berbicara dan kalaupun berbicara masih belum lancar dan ga terlalu jelas (masih cadel).

Saya kurang tahu kenapa Aksa seperti itu. Sementara Kakaknya Kayla sangat lacar berbicara dan malah saya kewalahan melawan dia berargumentasi. Apakah ada pengaruh merasa "kurang" bisa makanya Aksa enggan untuk berbicara banyak. Kayla merupakan Kakak yang dia tiru, apa saja perbuatan Kayla dia akan tiru. Ada lagi sedikit kendala sekarang, anak saya tiga-tiganya menggunakan bahasa inggris dalam berbicara. Itu membuat saya kewalahan mengartikan maksud dari kata-kata Aksa, karena kurang jelas bagi saya. Selalu saya meminta Kayla menjelaskan apa maksud Aksa.

Beranjak dari hal itu, kok saya merasa anak saya sedang dalam masa sulit ya. Oleh karena itu saya mencoba membuat observasi terhadap pelafalan huruf Aksa. Saya melakukannya ketika sedang memakaikan bajunya selepas mandi. Saya mengajak Aksa berbicara apa saja. Termasuk memintanya mengucapkan A, B, C, dan seterusnya. Aksa tipe anak yang ga bisa dipaksa belajar, jadi saya akan mengajaknya mengucapkan dikala dia merasa nyaman saja. Sambil dia mengucapkan sambil saya benarkan caranya mengucapkan. Bagaimana bunyinya, apakah ada getaran dan dia bisa pegang lehernya saat mengucapkan huruf. Ada kalanya dia excited ada kalanya dia bosan an marah-marah. Saya hanya megikuti mood dia saja. Saja mencatat apa saja yang diucapkannya.



Thursday, December 3, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 8

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Pada hari ke 8 kai ini saya akan membicarakan cara Azel belajar. Saat ini Azel telah menyelesaikan membaca buku seri Muhammad Teladanku. Sebenarnya beberapa waktu lalu Azel telah menyelesaikan semua serinya, sebanyak 18 buku. Karena merasa sangat senang membaca cerita sejarah Islam, Azel mau mengulang-ulang lagi membacanya.

Azel sangat antusias untuk mempelajari sejarah Islam dan perjuangan Baginda Nabi Muhammad SAW. Dan Azel meminta untuk dikirimkan juga seri buku Sahabat Rasulullah yang ada di Idonesia. Saat pindah ke Istanbul, kami tidak bisa membawa semua buku seri tersebut karena berat sekali.

Dari membaca buku seri ini, Azel mengetahui perjalanan dan perjuangan Baginda Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabat dalam menegakkan dan menyebarkan Agama Islam.



Wednesday, December 2, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 7

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


Jadi ceritanya hari ini akhrirnya kami jadi main di playground. Setelah hari sebelumnya yang kami rencanakan untuk bermain di luar batal karena hujan. Anak-anak begitu senangnya. Kami bermain berempat. Kebetulan ada juga anak-anak lain yang bermain disana. Saya selalu menerapkan kepada anak-anak untuk tetap menjaga jarak dengan orang lain. Kasus di covid-19 di Turki khususnya Kota Istanbul sudah sangat tinggi. Yaitu 11.000 orang kasus positif per hari. Jadi ita tetap waspada, bahwa Corona belum selesai bahkan lebih parah. 

Tak bisa dipungkiri juga anak-anak juga butuh keluar untuk bermain. Fitrahnya anak-anak yang bebas membuat mereka ingin selalu bermain keluar rumah walau sebentar saja. Kebetulan jadwal anak-anak keluar rumah masih ada yaitu dari pukul 1 siang hingga pukul 4 sore setiap weekdays. Jadi kami keuar rumah selepas mereka belajar online dan makan siang.

Kali ini saya mengamati Azel  saat bermain trampolin. Azel melompat tinggi-tinggi kemudian berhenti. Demikian dia lakukan berulang-ulang. Saya mendekat karena sebelumnya berada pada alat gym seperti sepeda statis. Saya bertanya kepada Azel. Kenapa kira-kira Azel dapat melambung tinggi di trampolin? Apa bahan trampolin sehingga dapat seelastis itu?

Azel mulai menilik si trampolin yang daritadi dia mainkan. Azel menjawab bahwa bahan trampolin adalah gum. Saya bingung. "Bukankah bahannya dari karet/rubber?" tanya saya.

"Iya, tapi disini kita menyebutnya dengan gum" jawab Azel. Ya sudahlah saya iya-iya aja. Karena jujur saja ilmu pengetahuan Azel juga ga bisa dikecilkan. Dia tahu banyak hal karena rajin membaca dan melihat film. Ternyata dia menyerap ilmu dan informasi yang dituangkan dalam film-film yang dia tonton. Begitulah cara Azel belajar.



Tuesday, December 1, 2020

ZONA 4 : Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Hari ke 6

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Di Era digital sekarang sangat tidak bisa dipungkiri bahwa cita-cita anak-anak sudah banyak dan beragam. Dimana tidak pernah ada pada zaman anak-anak 90-an. Anak-anak saya sangat menyukai game online, dan bercita-cita menjadi gamer profesional dan youtuber, selain cita-cita mereka sebagai Arsitektur dan Guru.

Pada saat weekend, anak-anak akan memperoleh aktu menggunakan gadget mereka. Biasanya mereka akan memanfaatkan waktu mereka bermain game online. Nah, ini yang jadi masalahnya, mereka suka lupa waktu dan kewajiban yang lain. Saya sebagai orang tua tak ernah bosan (sering) menasehati anak-anak agar bermain secara bertanggung jawab.

Hari ini gerimis di Istanbul. Anak-anak juga melakukan kelas online dari pagi hingga sore pukul 3.30. Biasanya kami akan keluar rumah untuk bermain di taman sesuai dengan jam dibolehkannya anak-anak dibawah 20 tahun keluar rumah. Namun karena cuaca tidak mendukung, akhirnya mereka saya berikan waktu untuk menonton. Dan mereka memilih untuk menonton game online di youtube.

Mereka ada pencinta game online dan saat ini terobsesi untuk menjadi gamer profesional dan youtuber. Mereka dengan seksama menonton dan memperhatikan cara bermain. Selain itu mereka juga sudah merancang-rancang nama serta karakter mereka sendiri. Sebagai orang tua kami hanya bisa mengarahkan anak-anak. Walaupun mereka sangat senang bermain game online, namun mereka tetap punya batasan penggunaan gadget. 



Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7