
Pada hari ke 9 ini saya akan membahas cara belajar Aksa. Anak bungsu kami, seorang anak laki-laki berumur 4 tahun. Saat ini saya sedang melakukan observasi terhadap cara berbicara Aksa. Aksa sanat sedikit berbicara dan kalaupun berbicara masih belum lancar dan ga terlalu jelas (masih cadel).
Saya kurang tahu kenapa Aksa seperti itu. Sementara Kakaknya Kayla sangat lacar berbicara dan malah saya kewalahan melawan dia berargumentasi. Apakah ada pengaruh merasa "kurang" bisa makanya Aksa enggan untuk berbicara banyak. Kayla merupakan Kakak yang dia tiru, apa saja perbuatan Kayla dia akan tiru. Ada lagi sedikit kendala sekarang, anak saya tiga-tiganya menggunakan bahasa inggris dalam berbicara. Itu membuat saya kewalahan mengartikan maksud dari kata-kata Aksa, karena kurang jelas bagi saya. Selalu saya meminta Kayla menjelaskan apa maksud Aksa.
Beranjak dari hal itu, kok saya merasa anak saya sedang dalam masa sulit ya. Oleh karena itu saya mencoba membuat observasi terhadap pelafalan huruf Aksa. Saya melakukannya ketika sedang memakaikan bajunya selepas mandi. Saya mengajak Aksa berbicara apa saja. Termasuk memintanya mengucapkan A, B, C, dan seterusnya. Aksa tipe anak yang ga bisa dipaksa belajar, jadi saya akan mengajaknya mengucapkan dikala dia merasa nyaman saja. Sambil dia mengucapkan sambil saya benarkan caranya mengucapkan. Bagaimana bunyinya, apakah ada getaran dan dia bisa pegang lehernya saat mengucapkan huruf. Ada kalanya dia excited ada kalanya dia bosan an marah-marah. Saya hanya megikuti mood dia saja. Saja mencatat apa saja yang diucapkannya.

No comments:
Post a Comment