MEDIA DIGITAL DAN PEMAHAMAN SEKSUALITASOleh : Kelompok 22
Pengertian Media Digital Media Online atau Digital Media adalah media yang tersaji secara online di internet. Secara umum media online, yaitu segala jenis atau format media yang hanya bisa diakses melalui internet berisikan teks, foto, video, dan suara. Media online juga bisa dimaknai sebagai sarana komunikasi secara online. Melalui pengertian media online secara umum ini, maka email, mailing list (milis), website, blog, whatsapp, dan media sosial (sosial media) masuk dalam kategori media online.
Pengaruh Media Digital terhadap Pemahaman Seksualitas. Media digital menjadi salah satu sarana di era globalisasi ini, yang dapat diakses oleh semua kalangan termasuk anak dari usia dini hingga usia remaja. Anak lebih cenderung menyukai internet dalam mencari informasi (baca: pendidikan seks) karena internet merupakan sumber yang bisa diakses di mana saja, nyaman, personal serta mengandung nilai hiburan. Dunia digital juga memberikan kesempatan anak/anak muda untuk mengeksplorasi seksualitas mereka, jauh dari pengawasan, diskriminasi maupun stigma.
Gambaran Dunia Anak Saat Ini Hasil survey 2018 mengungkapkan bahwa pengguna internet sudah memasuki semua golongan. Golongan tersebut berusia mulai dari 5 - 65 tahun ke atas. Golongan yang paling banyak menggunakan internet yaitu rentang usia 15 - 19 tahun, termasuk golongan remaja. Menurut survei www.toptenreview.com, menunjukkan Indonesia menempati ranking ke-10 besar negara pengakses materi-materi pornografi. Sebagian besar pemburu gambar-gambar porno tersebut diduga para bocah ingusan. Data penelitian menyebutkan sebanyak 36% anak-anak mendapatkan informasi pornografi dari kamar pribadi mereka, 18% dari warung internet, dan 12% dari rumah temannya.
Adanya gadget membuat hampir semua kalangan termasuk anak dan balita sudah memanfaatkannya dalam aktivitas yang mereka lakukan setiap hari. Internet yang sangat mudah diakses. Apalagi adanya Pandemi COVID-19 “memaksa” anak familiar dengan media digital.
Dunia digital juga memberikan kesempatan anak/anak muda untuk mengeksplorasi seksualitas mereka, jauh dari pengawasan, diskriminasi maupun stigma. Pemanfaatan gadget menjadi salah satu jalan pintas orang tua dalam pendamping sebagai pengasuh bagi anaknya. Apalagi didukung dengan munculnya berbagai macam aplikasi.
Ancaman dari Gawai, Akses Internet dan Kemajuan Teknologi bagi Generasi AlfaOrang tua menjadikan gawai (tablet komputer atau ponsel pintar) sebagai “pengasuh” bagi anak mereka. Mengenalkan gawai atau gadget sejak dini pada anak akan memberikan banyak kerugian. Anak akan mengalami keterlambatan berbicara
Anak usia 2 tahun harus lebih banyak berinteraksi dan berkomunikasi dua arah. Orang tua tidak dianjurkan memberikan gawai pada anak hanya agar dia diam dan mudah diatur.
Anak-anak yang tidur di dekat perangkat berlayar kecil (smartphone/tablet), durasi tidurnya berkurang rata-rata 20,6 menit. Anak-anak yang tidur berlayar besar (TV) durasi tidurnya berkurang rata-rata 18 menit.
Dampak Penggunaan Gadget pada Anak Dampak Positif1 Mendukung aspek akademis Teknologi gadget tentunya dapat mendukung kegiatan akademis anak. Anak-anak dapat browsing mengenai pelajaran sekolahnya. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan informasi yang dibutuhkan anak mengenai mata pelajaran atau ilmu pengetahuan.
2. Merangsang anak untuk mengikuti perkembangan teknologi terbaru Terbiasa menggunakan gadget tentunya dapat membuat anak lebih mengetahui dan mengikuti perkembangan zaman. Hal ini sangat baik untuk perkembangan ilmu pengetahuananak. Secara otomatis anak akan terlatih untuk membandingkan hal yang lebih baik dari yang lainnya.
3. Meningkatkan kemampuan berbahasa Anak yang sering menggunakan gadget akan memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik dan kosakata lebih banyak.
4. Mengurangi tingkat stress Sebagian anak merasa sekolah merupakan salah satu hal yang menegangkan karena sekolah sangat membutuhkan konsentrasi tinggi. Bermain gadget merupakan salah satu solusi untuk menghilangkan stress anak, seperti bermain game, mendengarkan lagu kesukaan, chatting social media dengan teman dan lain sebagainya.
Dampak Negatif1. Membuat anak kecanduan gadget Bermain gadget berlebihan dapat membuat anak kecanduan. Ketika anak terlalu sering menggunakan gadget, anak akan mendapatkan banyak kesenangan tersendiri dalam aktivitasnya bersama benda tersebut.
2. Risiko obesitas Bermain gadget terlalu sering akan menurunkan psikomotorik anak, karena anak akan lebih jarang bergerak bahkan bermain bersama teman-temannya. Hal inilah yang menyebabkan anak jarang bergerak atau melakukan aktivitas fisik lainnya sehingga memiliki risiko obesitas yang cukup tinggi.
3. Kurangnya kemampuan bersosialisasi Bermain gadget terlalu sering akan menyebabkan berkurangnya kemampuan bersosialisasi anak, tidak terjadinya komunikasi secara langsung dengan orang lain, bahkan orang tuanya sendiri.
4. Ancaman radiasi Radiasi yang dihasilkan oleh gadget tidak hanya dapat menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Radiasi gadget biasa dikaitkan dengan penyakit kanker dan lain sebagainya. (https://asahsaya.com/blog/2019/12/01/dampak-positif-dan-negatif penggunaan-gadget-pada-anak/)
5. Ancaman eksploitasi seksual Anak mengalami pengaruh buruk pornografi dan ancaman eksploitasi seksual online. Eksploitasi seksual yaitu memanfaatkan anak untuk melakukan aktivitas seksual (baik secara langsung atau tidak langsung) dengan menggunakan teknologi. Jadi eksploitasi tidak melulu karena ekonomi. Bisa karena terpapar media, faktor kesenangan, dan adiktif.
MODUS-MODUS EKSPLOITASI SEKSUAL ANAK SECARA ONLINE YANG HARUS DIKENALI ORANGTUA
Child Sexual Abuse Material (CSAM) CSAM atau materi yang mengandung muatan kekerasan seksual terhadap anak. Setiap perwujudan melalui sarana apapun, seorang anak terlibat dalam situasi nyata atau disimulasikan secara eksplisit melakukan aktivitas seksual atau perwujudan lain dari organ seks anak, utamanya untuk tujuan seksual. Contohnya komunitas model yang ingin merekrut anak, tetapi ujung-ujungnya melakukan eksploitasi seksual.
Grooming Online Untuk Tujuan Seksual Sebuah proses untuk menjalin atau membangun sebuah hubungan dengan seorang anak melalui penggunaan internet atau teknologi digital lain dengan maksud untuk memancing, memanipulasi, atau menghasut anak agar anak bersedia melakukan kegiatan seksual. Contohnya, melalui bujuk rayu.
Sexting Proses seorang anak secara intens mengirimkan pesan seksual secara eksplisit atau gambar yang menunjukkan sisi seksualitas dari dirinya. Gambar atau video yang dikirimkan ini bisa berupa tampilan semi telanjang, erotis, atau aktivitas seksual dan biasanya dibagikan kepada pacar atau teman dekat.
Sextortion (Pemerasan Seksual)Sextortion berarti pemerasan seksual, adalah proses dimana seseorang dipaksa untuk memberikan imbalan seks, uang dan barang berharga lain atau memproduksi materi seksual.
Siaran Langsung Kekerasan Seksual terhadap Anak Siaran langsung kekerasan seksual terhadap anak terjadi ketika seorang anak dipaksa untuk tampil di depan kamera atau webcam untuk melakukan aktivitas seksual atau menjadi subjek dari kekerasan seksual.
PENDIDIKAN SEKSUALITAS PADA ANAKAda beberapa alasan kenapa orang tua merasa tidak nyaman membahas masalah pendidikan seks, yaitu : 1. Kurangnya pengetahuan untuk menjawab pertanyaan mengenai seksual maupun reproduksi. 2. Tidak efektifnya komunikasi anak dan orang tua. 3. Tidak terciptanya suasana keterbukaan, kenyamanan antara anak dan orang tua.
Beberapa metode pendidikan seks menurut Abdullah Nashih Ulwan (1979), metode pendidikan seks adalah:(a) Penyadaran yaitu upaya penjelasan terhadap anak untuk tidak melakukan hal-hal buruk yang bisa mengakibatkan kerusakan. Misalnya mengumbar aurat dengan pakaian seksi.
(b) Peringatan yaitu dengan memberikan gambaran (peringatan) bahaya yang akan muncul akibat liarnya hawa nafsu dan pelecehan terhadap nilai-nilai yang berlaku. Ia akan tumbuh di atas bentang yang kuat, akan mencegah dan menahan diri dari perbuatan keji yang tidak dibenarkan dalam akhlaknya dan tidak akan berpikir ingin memenuhi naluri seksualitas kecuali melalui jalan yang dibenarkan menurut agama.
(c) Metode ikatan yaitu orang tua memberikan ikatan pada anak terhadap keyakinan rohani, pemikiran, sosial dan aktivitas lainnya yang bermanfaat. Ikatan inilah yang akan membawa anak pada kondisi konstan dan kontinyu dalam menempuh kehidupan yang panjang ini. Apabila anak merasa terikat ikatan aqidah, pemikiran, sosial, maka ia akan terdidik bahkan akan memiliki benteng aqidah Ketuhanan yang akan menang melawan hawa nafsu, dan akan berjalan lurus di atas kebenaran dan petunjuk.
TRIK PENGAWASAN MEDIA DIGITAL DAN IDE EDUKASI SEKSUALITAS PADA ANAK
Trik Pengawasan Media Digital bagi Orangtua Orang tua harus cerdas teknologi agar dapat mengontrol dan menguasai pengawasan. Seperti memanfaatkan pengawasan rutin riwayat pencarian pada gadget anak, bisa dilakukan juga pada gadget anak langsung maupun lewat perangkat media dimanapun selama orangtua mengetahui password google anak.
Rekomendasi beberapa aplikasi1 Kids Place Aplikasi ini berfungsi untuk melindungi data pribadi dan membatasi akses aplikasi tertentu kepada anak.2. Kids Mode Fungsi dari Kid Mode tak berbeda jauh dengan aplikasi Kids Place. Namun, aplikasi ini memiliki kelebihan dengan dibekalinya fitur video chat khusus untuk sesama anggota keluarga.3. AppNotifier Tak jarang anak-anak membeli atau mengunduh sebuah aplikasi tanpa seijin orang tuanya. Mungkin tak terlalu jadi masalah jika harganya murah.4. Kids Lock Fitur yang diusungnya secara keseluruhan serupa dengan aplikasi Kids Place. Namun, aplikasi ini disertai fitur lock screen khusus yang hanya bisa diakses oleh para orangtua. 5. Norton Online Family Jika Anda memberikan akses online internet untuk anak, Anda wajib membekali perangkat mobile Anda dengan Norton Online Family yang dapat memantau aktivitas internet anak.6. Phone Control Aplikasi yang satu ini mungkin lebih dikhususkan bagi para orangtua yang benar-benar paranoid dengan perilaku anaknya ketika menggunakan gadget pintar. AplikasiPhone Control mampu memonitor semua yang terjadi dengan gadget yang digunakananak Anda.7. Screen Time Parenting Control Hal yang menarik dari aplikasi ini adalah adanya fitur pause atau menghentikan sementara perangkat yang digunakan anak. Seperti dua aplikasi di atas, aplikasi ini juga memiliki pengaturan waktu penggunaanperangkat.8. Google Family Link Google Family Link dapat digunakan oleh para orang tua untuk mengatur situs web apa saja yang dapat dikunjungi oleh si anak.
Ide Penggunaan Media Digital sebagai Edukasi Seksualitas pada Anak1. Penggunaan video dengan pendampingan Anak usia dini bisa diajak bernyanyi sambil melihat video lagu Kujaga Diriku, 2. Buku Digital Buku digital atau e-book juga dapat menjadi media interaktif, karena dapat dimasukkan unsur play-a-sound atau participationdi dalamnya.
3. Pemanfaatan aplikasi dalam gadget Anak-anak bisa diarahkan memanfaatkan waktunya dengan didampingi, diarahkan dan diajarkan aplikasi menggambar online, desain online seperti yang cukup mudah yaitu canva,dan juga bisa memanfaatkan aplikasi stiker maker, belajar coding dengan membuat cerita via aplikasi scratch, belajar membuat video dengan aplikasi kine master, power director dan banyak contoh aplikasi lain untuk diperkenalkan dengan pemahaman seksualitas sambil anak belajar dan mengenal berbagai ilmu keterampilan lain.
4. Educational game "play study" Educational game "play study" dapat digunakan sebagai media belajar pendidikan seks bagi anak Sekolah Dasar. Manfaat yang didapatkan adalah dapat digunakan sebagai media belajar pendidikan seks dan memberikan pemahaman yang benar tentang pendidikan seks.
Educational game adalah game digital yang dirancang untuk pengayaan pendidikan atau mendukung pengajaran dan pembelajaran, menggunakan teknologi multimedia interaktif.
Ciri-ciri anak yang kecanduan pornografi :

Keluarga merupakan tempat lahir, tempat pendidikan, tempat perkembangan budi pekerti bagi anak dan remaja, sekaligus menjadi lambang, tempat, dan tujuan hidup suami-isteri. Karena itulah dapat ditegaskan bahwa sendi masyarakat yang sehat dan kuat adalah keluarga yang kokoh dan sentosa.
Metode LARI
Ajarkan kepada anak : Jika kamu melihat pornografi atau seseorang melakukan aksi porno, kamu tidak boleh lemah, kamu harus Lari.
L A R I kenaLi dan Identifikasi apa yang kamu lihat, lalu hindari Ajak bicara dan diskusi dengan orang dewasa yang dipercayai ceRitakan apa yang kamu lihat dan kamu rasakan saat melihatnya hindari mencarinya lagi. Pertanyaan untuk anak : Ini adalah pertanyaan untuk anak kita : - Pernahkan kamu menonton pornografi? - Kapan pertama sekali menontonnya? Bagaimana reaksimu? - Apakah hal yang normal jika penasaran tentang tubuh manusia? Tentang seks? Tentang pornografi? - Kenapa orang-orang kecanduan pornografi?
Bagaimana seharusnya kita melihat dan memperlakukan orang lain? Pertanyaan tambahan untuk anak yang lebih besar : - Apa perbedaan antara seni dan pornografi? - Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kecanduan pornografi? - Apakah menurutmu seks dan keintiman itu hal yang sama? - Apa yang membuat sebuah hubungan itu sehat? - Kenapa keintiman penting untuk seksualitas yang sehat? Aktivitas : Berikut ini adalah berbagai contoh situasi bermain peran yang dapat dilakukan bersama anak, untuk melatih metode Lari diatas : 1. Situasi (anak yang lebih kecil) : Kamu sedang dirumah temanmu, dan dia ingin menunjukan sesuatu yang ada di komputernya. Setelah beberapa menit, kamu mengenali hal tersebut sebagai pornografi. Apa yang akan kamu lakukan?
2. Situasi (anak yang lebih besar). Kamu bersama temanmu, lalu dia menujukan sesuatu yang ada di handphone-nya. Itu adalah sesuatu yang porno. Apa yang akan kamu lakukan? 3. Kamu sedang di depan laptop. Lalu tiba-tiba iklan gambar telanjang/ pornografi muncul secara tiba-tiba. Apa yang akan kamu lakukan?
Aktivitas Tambahan Latihan menghindari Pornografi Ketika mereka di depan komputer, lalu kamu berjalan ke dekat mereka, dan katakan pornografi lalu mereka berlari menjauhi komputer sejauh dan secepat mereka bisa. Sekejap api dan secepat tornado. Latihan ini akan dapat menentukan sikap dan keputusan mereka ketika menghadapi situasi tersebut. Demikian sedikit catatan sederhana kami, semoga dapat menjadi tambahan ilmu bagi kami dan teman-teman yang membutuhkan.

No comments:
Post a Comment