Friday, February 25, 2022

Bunda Cekatan : Ulat-ulat Pekan 5

 

Alhamdulillah sudah di pekan ke 5 perjalannya kami di tahapan ulat-ulat. Pada minggu ke 5 ini kami melakukan camping ground di Hutan Pinus. Saat ini kami boleh memilih keluarga baru apabila makanan yang kami dapatkan pada keluarga sebelumnya dirasa kurang "mengenyangkan". Saya merasakan "kurang kenyang" melahap makanan pada minggu-minggu sebelumnya karena pada keluarga saya lebih banyak membahas mengenai perkembangan anak usia >7 tahun keatas. Contohnya membahas skala apa yang harus dicapai anak berdasarkan indikator pada usia tertentu dan sebagainya. Sementara peta belajar saya adalah khusus mengenai ilmu akil baligh untuk anak perempuan. Namun, syukur Alhamdulillah hari ini Jumat tanggal 25 Februari 2022 ada kelas zoom bersama Ibu Ani Chistina salah seorang anggota keluarga yang berprofesi sebagai Psikolog dan telah menghasilkan banyak karya berupa buku parenting. Dibahas mengenai pendidikan untuk anak pra hingga baligh. 

Senangnya saya Yaa Allah 😍. Tidak jadi saya pindah keluarga. Saya mau disini saja bersama keluarga Pendidikan dan Stimulasi Anak Usia > 7 Tahun. Ternyata sumber ilmu saya ada bersama keluarga saya disini. Tadi kami juga ada sesi curhat juga. Ada teman yang juga membahas komunikasi dengan anaknya yang telah beranjak remaja, walaupun pada saat ini bukan itu peta belajarnya.

Sedikit berbagi ilmu tadi bersama Ibu Ani. Anak yang berusia 7-10 tahun yang disebut usia pra baligh perlu diajarkan beberapa hal, misalnya menanamkan rasa malu, mulai menanamkan kewajiban untuk menutup aurat, bagaimana menjaga dan membersihkan daerah kemaluan, mengajarkan untuk menjaga jarak dengan lawan jenisnya. 

Sementara untuk anak yang telah memasuki masa balighnya hal yang paling penting adalah membuat anak sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Karena anak yang telah masuk masa laigh telah memiliki gairah seksual sedangkan biasanya waktu untuk menikah masih lama, sehingga untuk mengalihkan energi mereka harus membuat mereka aktif pada kegiatan positif.

Trik yang dilakukan untuk membangun mendekatkan dan melekatkan diri dengan anak remaja adalah dengan memberikan perhatian. Lakukanlah kegiatan menyenangkan bersama atau melakukan hobi bersama, sehingga si anak merasa bahwa dia juga diperhatikan. Yang kedua adalah memberikan keteladanan dan yang ketiga adalah melakukan komunikasi dua arah.

Tibalah saatnya melakukan camping ground di Hutan Pinus. Disana telah berkumpul ratusan ulat-ulat dari berbagai jenis dan keluarga. Kami mulai saling menyapa dan berkenalan dengan ulat-ulat yang tidak saling kenal pada awalnya. Bertanya apa kabar mereka? Apakah mereka telah mempunyai makanan apakah makanan mereka sudah cukup? atau bercerita ngalor-ngidul lainnya menambah keabraban.

Saya bertemu dengan teman dari keluarga literasi, keluarga healthy fooda dan cooking, self healing dan lain-lain. Ternyata ada nih apel favorit teman saya yang sama. Berikut ya daftar dan grafik teman baru saya.




















Sunday, February 20, 2022

Bunda Cekatan : Ulat-ulat Pekan 4

 



Inilah makananku pada pekan ke 4 ini. Masih melanjutkan bacaan buku Bicara Seks dengan Anak. Kali ini saya melanjutkan ke bagian ke 3. 

Edukasi seksual bagi remaja adalah hal yang penting dan mendesak. Karena pada tahap ini organ reproduksi mereka telah bekerja. Apabila tidak diberikan pendidikan seks yang tepat makan nanti akan berakibat buruk bagi mereka. 

Saat puberitas, terjadi perubahan fisik dan emosional yang signifikan. Mereka perlu memahami diri mereka dengan lebih baik. Maraknya kekerasan seksual pada remaja dapat dicegah apabila remaja memahami batasan pergaulan yang aman dan terampil menolk pelecegan. Oleh karenanya penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan seks sedari dini.

Pornografi yang merebak, sehingga banyak remaja yang mengakses pornografi baik secara sengaja atau tidak sengaja melalui internet. Tanpa pemahaman akan bahaya pornografi, remaja sangat beresiko terjebak di dalamnya.



Alhamdulillah pada minggu ini tibalah giliran keluarga kami untuk berbagi makanan kepada keluarga lain melalui live di FBG Hutan Kupu Cekatan. Kali ini kami mengangkat tema "Penerapan Talent Maping dan Stimulasi Bagi Anak Usia Diatas 7 Tahun" yang disampaikan oleh salah seorang anggota keluarga kami yang bernama Anita Khairunisak

Mengulas sedikit apa yang disampaikan anggota keluarga bahwa bakat adalah sifat atau karakter unik dan positif yang melekat pada diri seseorang yang sudah dimiliki sejak lahir, sehingga jika bakat ini kuat akan mempengaruhi potensi apa yang muncul pada diri seseorang tersebut.

Potensi diri adalah aktivitas yang kemungkinan disebut kuat atau ahli. Dirasakan aktivitas tersebut menyenangkan, mudah dan menghasilkan manfaat.

 













Saturday, February 12, 2022

Bunda Cekatan : Ulat-ulat Pekan 3

 

Alhamdulillah, saya telah memasuki pekan ke 3 tahap ulat-ulat di kelas Bunda Cekatan. Kali ini kami dipertemukan dengan keluarga baru, yaitu ulat-ulat yang memiliki persamaan peta belajar. Keluarga baru saya adalah Keluarga Pendidikan dan Stimulasi Anak > 7 Tahun. Saya memilih keluarga ini karena ilmu yang akan saya pelajari yaitu tentang akil baligh anak perempuan dimana usia anak jelas diatas 7 tahun. Makananku pekan ini berasal dari buku yang saya baca, karena dalam minggu ini keluarga saya belum dapat tampil go live dan keluarga lain yang telah tampilpun tidak ada yang bersinggungan dengan ilmu dalam peta belajar saya.

Minggu ini akhirnya saya dapat membaca buku referensi yang telah saya pesan beberapa waktu lalu. Yay bukunya sampai di Istanbul 😍. Buku ini telah menjadi referensi salah seorang teman saya dalam membersamai anak perempuannya memasuki usia baligh sebelumnya. Buku Bicara Seks dengan Anak karya Nadia Maria dan Citra Putri ini merupakan sebuah panduan orang tua dalam memberikan edukasi seksual pada anak usia 4 - 12 tahun.

Kembali lagi pada telur-telur hijau saya, bahwa ilmu akil baligh ini adalah ilmu yang penting dan mendesak yang harus saya pelajari. Jadi ilmu-ilmu yang membuat saya berbinar-binar lainnya menunggu dulu ya. Ilmu yang sedang saya pelajari lebih mendesak mengingat anak saya sudah berumur 10 tahun.

Salah satu bagian yang saya baca dari buku "Untuk anak yang hampir beranjak remaja, luangkan waktu yang cukup untuk berdiskusi dengan anak. Carilah momen dimana anak sedang santai dan gembira". Poin ini semakin mempertegas bahwa saya membutuhkan quality time berdua saja dengan Azel, anak saya yang beranjak baligh. Masih sama ide seperti sebelumnya, saya akan "ngobrol santai" dengan Azel saat menyulam. Kegiatan yang sama-sama kami senangi.



Keluarga baru kami adalah Keluarga Pendidikan dan Stimulasi Anak > 7 Tahun. Keluarga kami berjumah 14 orang yang terdiri dari berbagai regional. Hasil diskusi kami bahwa kami akan mengangkat tema talent maping yang akan disampaikan oleh Mba Anita seorang praktisi talent maping. Keluarga kami tidak dapat melakukan go live dalam minggu ini karena keterbatan waktu dari Mba Anita. Jadi go live baru dapat dilakukan pekan depan.

Sunday, February 6, 2022

Bunda Cekatan : Ulat-ulat Pekan 2

 


Alhamdulillah akhirnya mulai menuliskan jurnal Ulat-ulat pekan 2 ini. Tantangan sekali yah tugasnya di pekan ini. Sekedar curhat, saya cukup lama memikirkan potluck yang akan saya bagikan. Mau bagaimana konsepnya. Potluck yang saya cukup percaya diri untuk dibagikan adalah menyulam. 

Melanjutkan pencarian ilmu dan melahap makanan pekan ini. Pada pekan ini, saya akan melahap ilmu komunikasi. Sesuai dengan salah satu tujuan belajar saya yaitu ingin menjadi teman curhat anak yang akan beranjak dewasa. 


Makanan ini saya dapatkan dari salah seorang teman yang berbagi dalam potlucknya, pada Album Komunikasi. Disampaikan oleh Nurindah FA dalam podcast yang berjudul : How to be A Good Listener. 

Bagaimana ya caranya menjadi pendengar yang baik?
A : Atentif
Menaruh perhatian penuh kepada lawan bicara tanpa sibuk dengan urusan sendiri atau gawai

T : Talkless
Cukup mendengarkan saja, kurangi menanggapi dengan cerita sendiri.

E : Empati
Berusaha memahami dan ikut merasakan emosi yang sedang lawan bicara rasakan. 


Selanjutnya adalah potluck yang akan saya bagikan. Saya membagikan kegiatan yang saya bisa dan saya sangat menyukainya, yaitu menyulam. Nah, menyulam ini tak mungkin hanya dengan suara saja karena nanti ga kebayang ya bagaimana caranya nanti mengenal berbagai jenis tusukan. Akhirnya terpikirkanlah dengan cara merekam proses menyulam dan mengeditnya pada aplikasi sederhana menggunakan HP, nanti saya akan menjelaskan dengan voice over. 


Tak disangka ternyata prosesnya menjadi lama dan susah akibat memori HP yang sudah penuh. Tidak dapat merekam suara dari awal sampai akhir tanpa terputus. Solusinya agar ada suara, saya merekam sepotong demi sepotong. Susah sih, namun apa daya solusi yang saya dapatkan begitu. Hasilnya bagaimana? Jelas hasilnya tidak maksimal. Walaupun begitu, saya berharap potluck saya dapat bermanfaat bagi teman-teman setidaknya merasa enjoy saat menikmati videonya. Berikut flyer dan link videonya 


https://drive.google.com/.../16GAA0dFWgixDX5afxXm.../view...



Ini makanan yang paling enak, yaitu mencicipi potluck yang dibawa teman. Temanya macam-macam dan sagat menarik. Namun saya tidak boleh terlalu terlena dengan banyak makanan menarik, saya hanya akan memakan makanan yang "berguna" dalam mencapai tujuan belajar saya.

Potluck pertama dibawa oleh Izzati Robbi Hamiyya dengan judul : Langkah Awal Menerapkan Fitrah Base Education (FBE) di Rumah. Bagaimana menerapkan atau darimana memulai FBE di rumah. Langkah awal membuat framework di rumah :

1. Sepakati misi keluarga. Tentukan peran suami dan istri, lalu sepakati apa yang ingin dicapai dalam mendidik anak

2. Gunakan portofolio dan framework FBE. Kenali diri anak melalui observasi, catat dalam portofolionya. Lalu petakan perkembangan anak sesuai fitrahnya.

3. Tulis indikator fitrah yang ingin dicapai. Indentifikasi setiap aspek yang ingin dicapai sesuai fitrah yang ada. Tentukan pula periode pencapaiannya.

4. Merancang kegiatan untuk anak



Potluck kedua dibawa oleh Mely Eti. Yaitu podcast dengan judul : Tips Bijak Menjaga Kedekatan Emosional Orang Tua Dengan Anak
1. Amati sikap anak dan berikan pujian yang spesifik
2. Berikan peran dan tugas rumah kepada anak sambil menunjukkan respek positif kita
3. Gunakan kata-kata, nada bicara dan gestur yang baik saat memberikan instruksi
4. Habiskan waktu dengan berinteraksi positif dengan penuh kasih sayang dengan anak
5. Diskusikan bersama masalah yang ada di rumah dan di sekolah serta menemukan solusinya bersama
6. Tanyakan kepada anak apa yang sedang mereka pikirkan atau ide yang mereka punya
7. Berpartisipasilah dan hadir dalam beragam aktivitas yang anak lakukan



Potluck ketiga dibawa oleh Rizqi Oktaviani. Potcast dengan judul : Pendidikan Seksualitas Pada Anak Usia Dini. Tahukah Bunda, sebagian besar penyimpangan seks di usia dewasa terjadi karena ketika kecil mereka tidak diajarkan pendidikan seks yang benar.

Kiat mengenalkan konsep darimana aku berasal pada anak :
1. Jangan pernah berbohong. Sampaikanlah yang sebenarnya pada anak sesuai dengan bahasa yang dapat dipahami pada tingkatan umurnya.
2. Kenalkan nama alat vital sesuai namanya, jangan diberikan istilah agar anak tidak bingung.
3. Selalu aitkan permasalahan seks dengan pemahaman agama. Contohnya : hamil dapat terjadi apabila sdah menikah.
4. Kelak jika anak sudah dewasa, kenalkan tentang mimpi basah pada anak laki-laki oleh ayah dan menstruasi pada anak perempuan oleh ibu.
4. Selalu menjawab pertanyaan anak, meskipun penjelasannya di lain waktu jika pada saat tersebut kita belum mampu menjawabnya. 
 



Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7