Alhamdulillah sudah di pekan ke 5 perjalannya kami di tahapan ulat-ulat. Pada minggu ke 5 ini kami melakukan camping ground di Hutan Pinus. Saat ini kami boleh memilih keluarga baru apabila makanan yang kami dapatkan pada keluarga sebelumnya dirasa kurang "mengenyangkan". Saya merasakan "kurang kenyang" melahap makanan pada minggu-minggu sebelumnya karena pada keluarga saya lebih banyak membahas mengenai perkembangan anak usia >7 tahun keatas. Contohnya membahas skala apa yang harus dicapai anak berdasarkan indikator pada usia tertentu dan sebagainya. Sementara peta belajar saya adalah khusus mengenai ilmu akil baligh untuk anak perempuan. Namun, syukur Alhamdulillah hari ini Jumat tanggal 25 Februari 2022 ada kelas zoom bersama Ibu Ani Chistina salah seorang anggota keluarga yang berprofesi sebagai Psikolog dan telah menghasilkan banyak karya berupa buku parenting. Dibahas mengenai pendidikan untuk anak pra hingga baligh.
Senangnya saya Yaa Allah 😍. Tidak jadi saya pindah keluarga. Saya mau disini saja bersama keluarga Pendidikan dan Stimulasi Anak Usia > 7 Tahun. Ternyata sumber ilmu saya ada bersama keluarga saya disini. Tadi kami juga ada sesi curhat juga. Ada teman yang juga membahas komunikasi dengan anaknya yang telah beranjak remaja, walaupun pada saat ini bukan itu peta belajarnya.
Sedikit berbagi ilmu tadi bersama Ibu Ani. Anak yang berusia 7-10 tahun yang disebut usia pra baligh perlu diajarkan beberapa hal, misalnya menanamkan rasa malu, mulai menanamkan kewajiban untuk menutup aurat, bagaimana menjaga dan membersihkan daerah kemaluan, mengajarkan untuk menjaga jarak dengan lawan jenisnya.
Sementara untuk anak yang telah memasuki masa balighnya hal yang paling penting adalah membuat anak sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Karena anak yang telah masuk masa laigh telah memiliki gairah seksual sedangkan biasanya waktu untuk menikah masih lama, sehingga untuk mengalihkan energi mereka harus membuat mereka aktif pada kegiatan positif.
Trik yang dilakukan untuk membangun mendekatkan dan melekatkan diri dengan anak remaja adalah dengan memberikan perhatian. Lakukanlah kegiatan menyenangkan bersama atau melakukan hobi bersama, sehingga si anak merasa bahwa dia juga diperhatikan. Yang kedua adalah memberikan keteladanan dan yang ketiga adalah melakukan komunikasi dua arah.
Tibalah saatnya melakukan camping ground di Hutan Pinus. Disana telah berkumpul ratusan ulat-ulat dari berbagai jenis dan keluarga. Kami mulai saling menyapa dan berkenalan dengan ulat-ulat yang tidak saling kenal pada awalnya. Bertanya apa kabar mereka? Apakah mereka telah mempunyai makanan apakah makanan mereka sudah cukup? atau bercerita ngalor-ngidul lainnya menambah keabraban.
Saya bertemu dengan teman dari keluarga literasi, keluarga healthy fooda dan cooking, self healing dan lain-lain. Ternyata ada nih apel favorit teman saya yang sama. Berikut ya daftar dan grafik teman baru saya.