Alhamdulillah akhirnya mulai menuliskan jurnal Ulat-ulat pekan 2 ini. Tantangan sekali yah tugasnya di pekan ini. Sekedar curhat, saya cukup lama memikirkan potluck yang akan saya bagikan. Mau bagaimana konsepnya. Potluck yang saya cukup percaya diri untuk dibagikan adalah menyulam.
Melanjutkan pencarian ilmu dan melahap makanan pekan ini. Pada pekan ini, saya akan melahap ilmu komunikasi. Sesuai dengan salah satu tujuan belajar saya yaitu ingin menjadi teman curhat anak yang akan beranjak dewasa.
Makanan ini saya dapatkan dari salah seorang teman yang berbagi dalam potlucknya, pada Album Komunikasi. Disampaikan oleh Nurindah FA dalam podcast yang berjudul : How to be A Good Listener.
Bagaimana ya caranya menjadi pendengar yang baik?
A : Atentif
Menaruh perhatian penuh kepada lawan bicara tanpa sibuk dengan urusan sendiri atau gawai
T : Talkless
Cukup mendengarkan saja, kurangi menanggapi dengan cerita sendiri.
E : Empati
Berusaha memahami dan ikut merasakan emosi yang sedang lawan bicara rasakan.
Selanjutnya adalah potluck yang akan saya bagikan. Saya membagikan kegiatan yang saya bisa dan saya sangat menyukainya, yaitu menyulam. Nah, menyulam ini tak mungkin hanya dengan suara saja karena nanti ga kebayang ya bagaimana caranya nanti mengenal berbagai jenis tusukan. Akhirnya terpikirkanlah dengan cara merekam proses menyulam dan mengeditnya pada aplikasi sederhana menggunakan HP, nanti saya akan menjelaskan dengan voice over.
Tak disangka ternyata prosesnya menjadi lama dan susah akibat memori HP yang sudah penuh. Tidak dapat merekam suara dari awal sampai akhir tanpa terputus. Solusinya agar ada suara, saya merekam sepotong demi sepotong. Susah sih, namun apa daya solusi yang saya dapatkan begitu. Hasilnya bagaimana? Jelas hasilnya tidak maksimal. Walaupun begitu, saya berharap potluck saya dapat bermanfaat bagi teman-teman setidaknya merasa enjoy saat menikmati videonya. Berikut flyer dan link videonya
https://drive.google.com/.../16GAA0dFWgixDX5afxXm.../view...
Ini makanan yang paling enak, yaitu mencicipi potluck yang dibawa teman. Temanya macam-macam dan sagat menarik. Namun saya tidak boleh terlalu terlena dengan banyak makanan menarik, saya hanya akan memakan makanan yang "berguna" dalam mencapai tujuan belajar saya.
Potluck pertama dibawa oleh Izzati Robbi Hamiyya dengan judul : Langkah Awal Menerapkan Fitrah Base Education (FBE) di Rumah. Bagaimana menerapkan atau darimana memulai FBE di rumah. Langkah awal membuat framework di rumah :
1. Sepakati misi keluarga. Tentukan peran suami dan istri, lalu sepakati apa yang ingin dicapai dalam mendidik anak
2. Gunakan portofolio dan framework FBE. Kenali diri anak melalui observasi, catat dalam portofolionya. Lalu petakan perkembangan anak sesuai fitrahnya.
3. Tulis indikator fitrah yang ingin dicapai. Indentifikasi setiap aspek yang ingin dicapai sesuai fitrah yang ada. Tentukan pula periode pencapaiannya.
4. Merancang kegiatan untuk anak
Potluck kedua dibawa oleh Mely Eti. Yaitu podcast dengan judul : Tips Bijak Menjaga Kedekatan Emosional Orang Tua Dengan Anak.
1. Amati sikap anak dan berikan pujian yang spesifik
2. Berikan peran dan tugas rumah kepada anak sambil menunjukkan respek positif kita
3. Gunakan kata-kata, nada bicara dan gestur yang baik saat memberikan instruksi
4. Habiskan waktu dengan berinteraksi positif dengan penuh kasih sayang dengan anak
5. Diskusikan bersama masalah yang ada di rumah dan di sekolah serta menemukan solusinya bersama
6. Tanyakan kepada anak apa yang sedang mereka pikirkan atau ide yang mereka punya
7. Berpartisipasilah dan hadir dalam beragam aktivitas yang anak lakukan
Potluck ketiga dibawa oleh Rizqi Oktaviani. Potcast dengan judul : Pendidikan Seksualitas Pada Anak Usia Dini. Tahukah Bunda, sebagian besar penyimpangan seks di usia dewasa terjadi karena ketika kecil mereka tidak diajarkan pendidikan seks yang benar.
Kiat mengenalkan konsep darimana aku berasal pada anak :
1. Jangan pernah berbohong. Sampaikanlah yang sebenarnya pada anak sesuai dengan bahasa yang dapat dipahami pada tingkatan umurnya.
2. Kenalkan nama alat vital sesuai namanya, jangan diberikan istilah agar anak tidak bingung.
3. Selalu aitkan permasalahan seks dengan pemahaman agama. Contohnya : hamil dapat terjadi apabila sdah menikah.
4. Kelak jika anak sudah dewasa, kenalkan tentang mimpi basah pada anak laki-laki oleh ayah dan menstruasi pada anak perempuan oleh ibu.
4. Selalu menjawab pertanyaan anak, meskipun penjelasannya di lain waktu jika pada saat tersebut kita belum mampu menjawabnya.
No comments:
Post a Comment