Alhamdulillah, syukur sekali dapat lanjut hingga tahap kepompong ini. Di tahap ini saya belajar puasa dan belajar menantang diri dalam 30 hari tantangan. Puasa yang saya lakukan adalah puasa tidak marah atau emosi. Kenapa saya puasanya tidak marah? karena merupakan hal yang akan menghalangi keberhasilan saya dalam melakukan tantangan 30 hari saya.
Apa kira-kira tantangan 30 hari saya? Saya akan melatih untuk dapat berbicara asyik dan santai dengan Azel minimal 15 menit sehari. Berbica yang berkualitas sehingga terbentuk hubungan yang lebih erat antara saya dan Azel layaknya sebagai sahabat dekat.
Pada tantangan hari pertama ini saya sudah merasa pesimis karena merasa apakah berhasil atau tidak. Sudah semingguan ini keluarga kami sakit. Anak-anakpun jadi rewel, ga bisa berjauhan dari Ibunya. Terutama Azel, jadi lebih manja dan merengek terus. Mamak juga sakit, tapi ga boleh lama-lama jadi dipaksain untuk kuat walau badan masih terasa lemah dan kepala pusing.
Hari ini Azel les coding (online), dia suka sekali les tersebut. Dan selalu ditunggu-tunggu setiap pekannya. Selesai les, Azel menunjukkan hasil karyanya. Dan saya pikir inilah kesempatan saya ngobrol santai dan asyik dengan Azel. Namun apa mau dikata, kesempatan tersebut hanya berlangsung kurang lebih 10 menit, kurang dari target saya. Akhirnya saya memberi badge satisfactory. Tidak mengecewakan sih, bolehlah untuk hari pertama. Mari ditingkatkan lagi untuk tantangan hari selanjutnya!




No comments:
Post a Comment