Thursday, September 3, 2020

ZONA 1 : KOMUNIKASI PRODUKTIF HARI KE 1

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Assalamu'alaikum 

Alhamdulillah saat ini kembali saya belajar di kelas IIP. Kali ini saya telah memasuki pembelajaran di Bunda Sayang. Masih segar didalam ingatan beberapa bulan yang lalu mengikuti kelas matrikulasi. Semoga ilmu yang didapatkan dalam kelas matrikulasi sebelumnya dapat menjadi modal dasar untuk melanjutkan kelas-kelas berikutnya, aamiiin Yaa Rabbal'alamiiin.

Sedikit bercerita tentang kelas Bunda Sayang kali ini. Sistem pembelajarannya masih sama dengan kelas Matrikulasi Batch #8 kemarin, yaitu menggunakan cara bermain/gaming. Tema pun masih sekitar laut dan kali ini lebih seru dan menantang!!! Beberapa istilah yang akan digunakan dalam kelas adalah sebagai berikut :
1.Peserta kelas Bunda Sayang : Sobatualang
2.Materi pelajaran :Bentang Petualang
3.Ketua kelas : Kasata
4.Nama Kelas : Pulau Bentang Petualang
5.Widyaiswara : Kakawi 

Pulau Bentang Petualang akan dibagi menjadi 12 zona dan satu menuju lokasi finish. Durasi belajar di tiap zona adalah selama satu bulan. Jadiiiiiii, insya Allah kami akan belajar di kelas Bunda Sayang selama 13 bulan mendatang. Semoga kami semua istiqamah dan selalu semangat belajar untuk menjadi Ibu dan Perempuan yang lebih baik lagi.
Berikut ini peta pembelajaran kami.


Memasuki zona 1 dengan Materi Komunikasi Produktif.
Beberapa hari ini kami telah mendapatkan teori-teori bagaimana caranya agar komunikasi yang kita lakukan produktif?

Sebelumnya marilah kita bahas terlebih dahulu maknanya. Komunikasi adalah sebuah proses menyampaikan ide, gagasan yang dimiliki seseorang kepada orang lain. Sedangkan komunikasi produktif adalah pesan, ide atau gagasan yang disampaikan oleh pemberi pesan sampai dengan baik kepada penerima pesan.

Tantangan yang diberikan kepada Sobatualang adalah berkomunikasi produktif dengan anggota keluarga. Bagi yang telah memiliki anak bisa dengan anak atau dengan suami. Tantangan dilakukan bebas kepada siapapun dengan durasi juga bebas.

Sedikit bercerita apa yang saya alami bersama anak-anak gadis saya pagi ini. Seperti biasa selepas sholat Subuh anak Saya Azel (8 tahun) dan Kayla (6 tahun) akan tidur kembali. Ada beberapa alasan mereka tidur kembali yaitu yang pertama waktu siang yang cukup panjang disini (Turki) membuat mereka tidur lebih larut. Selain itu juga kelas belajar mereka belum dimulai. Baik online maupun offline, jadi mereka masih libur puanjaang.

Ada yang berbeda tadi, kenapa mereka cekikikan berdua ya di ruang tengah? Ya sudah, saya biarkan saja. Karena saya lagi membuka WAG yang banyaaaak sekali belum dibaca. Saya berada di dalam kamar. Setelah membaca WA cukup lama, akhirnya saya menemui mereka di ruang tengah. Dan ternyata......WOW mereka lagi asyik dengan laptop saya menonton yo*tube. Saya lupa untuk menyimpan laptop setelah semalam mengedit template tugas di Zona 1 menggunakan c*nva. Ya sudahlah, saya tidak menegur anak-anak, karena saya yang terledor.

Oia sedikit aturan saya bersama anak-anak bahwa mereka boleh menggunakan HP, laptop ataupun TV saat weekend, yaitu hari Sabtu dan Minggu saja. Namun tidak se-strike itu juga sih. Mereka juga sering saya perbolehkan menggunakan gadget di weekdays, namun durasinya tidak selama waktu weekend.

Kembali lagi dengan temuan saya pagi ini. Akhirya saya mencoba untuk "melarang" mereka menggunakan laptop dengan memberikan pilihan.

Mami : "Nak, mau mandi dulu atau sarapan dulu?"
Azel : "kalau Uni mau sarapan dulu"
Kayla : "Kakak juga mau sarapan dulu"
Mami : "Ok, laptopnya Mami matiin ya karena ini baru hari Kamis. Nanti mami juga mau mengerjakan tugas menggunakan laptop ini"
Azel dan Kayla : "iya, Mii"

Akhirnya laptop saya matikan dan mereka maunya sarapan terlebih dahulu. Setelah mengambilkan sarapan mereka, saya melakukan pekerjaan domestik hingga beberapa waktu. Tak terasa ternyata sudah hampir pukul 8.30 pagi dan Papinya anak-anak sudah bersiap berangkat ke kantor. Saya menyiapkan bekal sarapan karena minta dibungkus saja. Baiklah...., dan bekalpun selesai.

Ada hal yang terlupakan saat saya melakukan komunikasi produktif bersama duo gadis, yaitu pilihan yang saya berikan tidak berfokus pada masa depan. Kenapa saya bilang begitu? Karena setelah mereka sarapan, mereka belum mau mandi, heehehehe.

Yasudahlah....ini perbaikan untuk diri saya pada hari selanjutnya untuk terus memperbaiki komunikasi bersama anak-anak sehingga lebih produktif.

Setelah pekerjaan domestik saya selesai, akhirnya saya mandi duluan. Keluar dari kamar mandi (pastinya setelah berpakaian-dong), saya menemui anak-anak kembali yang tengah asyik bermain. Oia, anak saya yang paling kecil bernama Aksa (3 tahun) baru bangun. Dia biasa memanggil diri dengan sebutan Iyaa.

Mami : "Alhamdulillah....segar sekali kalau habis mandi" - melanjutkan dengan pertanyaan mengajak- "Ayoooo siapa yang mau mandi duluan?"
Kayla dan Aksa : "Uni aja yang duluan mandi"

Dasar anak-anak ya, kocak banget. Disuruh mandi, malah nyuruh yang lain duluan mandi.

Mami : "yasudah, kalau ga mau mandi. Padahal kalau kita mandi itu bisa menghilangkan kuman lho, biar tubuh ga gatal-gatal"
Aksa : "Iyaa mandi Miii"
Kayla : "Setelah Aksa, Kakak mandi ya Mi. Tapi mau dimandiin"
Mami : "OK" sambil berlalu ke kamar mereka mengambil handuk.

Oia, untuk Kayla sering sekali saya mandiin. Karena posisi shower yang relatif tinggi salah satu penyebabnya. Selain itu dia juga susah untuk memutar tingkat kepanasan air. Itulah mengapa saya lebih suka memandikan dia ketimbang membiarkan mandi sendiri. Kalau Azel sudah tinggi dan bisa juga mengatur tingkat kepanasan air jadi sudah bisa dibiarkan mandi sendiri.

Setelah memandikan kedua adeknya, saya meminta Azel untuk segera mandi juga.
Mami : "sekarang giliran Uni yang mandi"
Azel : "iya...iya" sebenarnya dia masih belum mau mandi.

Begitulah yang saya alami dipagi ini. Bagaimana tingkat kepuasan saya dalam menjalankan komunikasi produktif hari ini? Saya memberi bintang 🌟🌟, saya harus terus memperbaiki diri dalam melakukan komunikasi produktif dengan kelurga (terlebih dahulu). Dari pembahasan diatas, dapat saya tuliskan dalam bentuk poin-poin seperti gambar berikut.

Semoga hari-hari berikutnya saya dapat lebih meningkatkan cara dan pola komunikasi produktif saya bersama kelurga. Demikian jurnal tantangan saya di hari pertama ini.

Wassalamualaikum.


Sumber gambar : materi Bunda Sayang, canva dan google




No comments:

Post a Comment

Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7