
Peran Orang Tua Dalam Membangkitkan
Fitrah Seksualitas
Oleh : Kelompok 12
Fitrah adalah apa yang menjadi kejadian atau bawaan manusia
sejak lahir. Pengertian fitrah secara sistematik berhubungan
dengan hal penciptaan (bawaan) sesuatu sebagai bagian dari potensi yang dimiliki.
Apa itu Fitrah Seksualias?
Salah satu fitrah yang dibawa oleh manusia sejak lahir adalah fitrah
seksualitas. Setiap anak dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki dan
perempuan. Bagi manusia, jenis kelamin atau gender ini akan berkembang menjadi peran seksualitasnya. Bagi anak perempuan akan menjadi peran keperempuanan dan kebundaan sejati. Bagi anak lelaki menjadi peran kelelakian dan keayahan sejati.
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Tujuan pendidikan fitrah seksualitas ini adalah :
Riset banyak membuktikan bahwa anak-anak yang tercerabut dari
orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam,
perceraian, boarding school dll akan banyak mengalami gangguan
kejiwaan seperti :
- Perasaan terasing,
- Perasaan kehilangan attachment,
- Depresi,
- Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas
- seperti homoseksual, membenci perempuan, dan sebaginya.
Fitrah peran Ayah:
- Penanggung jawab pendidikan
- Man of vision and mission
- Sang Ego dan individualitas
- Pembangun sistem berpikir
- Suplier maskulinitas
- Penegak profesionalisme
- Konsultan pendidikan
- The person of "tega"
Fitrah peran Ibu:
- Pelaksana harian pendidikan
- Person of love and sincerity
- Sang harmoni dan sinergi
- Pemilik moralitas dan nurani
- Suplier femininitas
- Pembangun hati dan rasa
- Berbasis pengorbanan
- Sang "pembasuh luka"
Peran orang tua dalam merawat fitrah seksualitas pada anak 0-2 tahun :
- Memberikan hak menyusui eksklusif kepada anak tanpa gangguan.
- Membiasakan anak untuk menghargai diri dengan mengganti pakaian atau menyusui
- ditempat tertutup.
- Orang tua mengenalkan alat vital dan fungsinya kepada anak secara sederhana.
- Ibu, ayah ataupun pengasuh meminta izin ke anak saat akan menyentuh alat vital
- ketika membersihkan alat kelamin. Dan memberi tahu alasan kenapa alat vital harus dibersihkan.
- Mulai mengajari anak tentang jenis kelamin orang-orang disekitarnya.
- Bermain peran bersama Ayah dan Bunda untuk menjalinmkelekatan
Peran orang tua dalam merawat fitrah seksualitas pada anak 3-6 tahun :
Peran orang tua dalam merawat fitrah seksualitas pada anak 7-10 tahun :
- Merupakan usia dimana anak-anak menyiapkan diri mereka untuk baligh
- Tahap menumbuhkan identitas menjadi potensi
- Masa Self Regulation & Self confident
- Dari keyakinan konsep diri sebagai lelaki dan sebagai perempuan,
- menjadi aktualisasi potensi diri sebagai lelaki atau potensi diri sebagai
- perempuan pada sosialnya.
- Sudah mulai memasuki tahap aqil baligh. Berarti sudah lebih matang organ-organ reproduksinya.
- Anak laki-laki sudah lebih matang sikap kelaki-lakiannya.
- Anak perempuan sudah lebih matang sikap ke-perempuanan-nya.
- Sudah mulai bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
- Sudah memasuki fase tertarik dengan lawan jenis dan tertarik kepada pernikahan
Peran orang tua pada fase ini :
- Berbicara kepada anak-anak tentang bagaimana reproduksi itu. Dari mulai kesehatan,
- penyimpangan, hal yang tidak boleh dilakukan Atau dihindari Mencegah pelecehan.
- Anak laki-laki di dekatkan dengan ibunya. Ibunya berperan memberikan bahasa cinta
- kepada anak laki-laki untuk lebih mengerti sikap dan perasaan perempuan agar siap menjadi imam yang baik.
- Anak perempuan di dekatkan dengan ayahnya. Ayahnya berperan menjadi cinta pertama
- dan mengajarkan bagaimana sikap laki-laki yang baik agar anak perempuannya mendapat imam yang tepat.
- Anak-anak diajarkan mandiri. Ayah dan ibu harus lebih tega. Misalnya anak-anak merantau
- atau mengajarkan mengelola keuangan sendiri.
- Menjadi teman berdiskusi anak tentang bagaimana berumah tangga dan sikap sebagai
- seorang suami dan istri agar anak-anak lebih terbuka pemikirannya sampai waktunya
- Memisahkan tempat tidur anak dari orang tua ataupun saudaranya yang berbeda lawan jenis
Fitrah seksual pada usia > 14 tahun (post aqil baligh):
- Akhlak/adab pada keluarga dan keturunan
- Personal yang dewasa dengan peran keayahan/peran keibuan yang kokoh
Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran
keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak-anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati.
Indikator jika fitrah seksualitas tumbuh kokoh dan sempurna:
- Usia 3 th identitas jelas, kelekatan terbangun kuat bukan hanya bonding
- Ayah jadi figur idola anak lelaki, Ibu jadi idola figur anak perempuan. Kelekatan dan cinta terbangun semakin kuat (usia 7-10 th)
- Menghayati peran seksualitas masing-masing (10-14th)
- Mampu menjadi Ayah sejati dan Ibu sejati dengan kemampuan mendidik yang baik (>14 th)
- Sadar gender, bangga dan tegas akan gendernya
- Siap menyambut pernikahan (>14 th)
- Beradab dan berakhlak yang baik pada pasangan dan keturunan (>14 th)
Dampak jika fitrah seksualitas tidak dirawat dengan baik:
- Penyimpangan seksualitas
- Tidak cakap berperan menjadi ayah dan tidak cakap berperan menjadi ibu
- Terjadinya tindak kejahatan seksual pada anak
- Fitrah gender anak-anak tidak tumbuh semestinya
- Tidak memahami perbedaan peran sosial lelaki dan perempuan
- Jika anak perempuan tidak didekatkan dengan ayahnya dan anak laki-laki ke ibunya maka anak tidak memperoleh idola lawan jenis pertama dari orang terdekatnya (10-14th)


No comments:
Post a Comment