
Peran Ayah Dalam Pengasuhan Untuk
Pendidikan Seksualitas
Oleh : Kelompok Jakarta 2
Kasus :
Ada anak yang ditinggal ayahnya dari kecil karena dipenjara, sedangkan Ibu bekerja membanting tulang untuk menghidupi keluarga. Sehingga tidak ada sosok laki-laki di dalam rumah. Anak perempuannya mengalami penyimpangan seksual. Berdandan seperti anak laki-laki dan menyukai sesama jenis (perempuan). Setelah ayahnya kembali, perlahan-lahan anaknya kembali menjadi wanita sejati dan orientasi seksualnya normal kembali.
Berdasarkan penelitian bahwa 85 anak-anak yang berperilaku menyimpang karena di rumah tidak ada sosok ayah.
Kata seorang pakar parenting bahwa rusaknya perilaku anak muda saat ini adalah buah kegagalan keluarga "memproduksi" anak-anak tangguh. Hal ini erat kaitannya dengan pola asuh. Lebih spesifiknya adalah kurangnya peran ayah. Anak-anak mengalami gejala lapar ayah "father hunger".
Indonesia termasuk fatherless country. Dimana Indonesia berada pada urutan ke 3 setelah Amerika.
Fatherless country adalah negeri yang ditandai dengan keadaan atu gejala dari masyarakatnya berupa kecenderungan tidak adanya peran, keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam keluarga.
Peran ayah dalam menumbuhkan fitrah seksualitas :
1.Sang ego dan individualitas
Ayah sebagai pendidik kemandirian, keberanian, kekuatan, kepercayaan diri dan keyakinan.
2. Pembangun sistem berpikir
Ayah dengan rasionalitasnya membangun struktur berpikir dan inovasi dalam keluarga.
3. Raja tega
Bersikap tegas dan membatasi keinginan anak.
4. Penanggung jawab pendidikan
5. Pembangun visi dan misi
Ayah adalah seorang pemimpin. Dan kelebihan pemimpina adalah memiliki visi dan misi yang jelas
6. Supplier maskulinitas
Kedekatan anak dengan ayah sesuai usia untuk menegaskan fitrah seksualitas anak.
7. Konsultan pendidikan
Update informasi dunia pendidikan, meluangkan waktu berkualitas dengan keluarga.
No comments:
Post a Comment