Wednesday, March 17, 2021

Zona 7 : Pendidikan Seksualitas Hari Ke 15 (Materi Live Kelompok)

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Ketika Anak Bertanya

Oleh Kelompok : 33


Ketika anak-anak bertanya tentang seksualitas, kita sebagai orang tua tidak boleh menghindari atau pura-pura tidak dengar atau mengalihkan pembicaraan. Jawablah sesuai dengan perkembangan umur anak. Jangan memberikan informasi yang salah atau keliru.

Jika ada pertanyaan :

1. "Kenapa penisku berdiri, pagi tadi Ma?"

Iya, sama seperti Adek yang bangun dari tidur, penis juga bisa bangun. Tapi biasanya bangun dipagi hari, karena adek kan tidur dan nahan pipis semalaman, jadi bangun deh. Yang artinya Adek harus ke kamar mandi setelah bangun tidur.

2. "Sunat itu apa Ma?"

Sunat itu cara untuk penyucian diri dan bukti mengikuti ajaran Allah SWT. Pada penis ada bagian yang kotor, jadi harus dihilangkan agar tetap sehat, Insya Allah.

3. "Ma, kenapa kucing itu ditindih? kan sakit, kasihan. Apakah mereka bertengkar?"

Bukan bertengkar. Itulah cara hewan menunjukkan kasih sayang. Kalau kita manusia menunjukkan kasih sayang biasanya bersalaman, berpelukan, atau merangkul. Hewan punya cara sendiri untuk menunjukkan kasih sayang.

4. "Mama kok ga sholat? ga puasa juga"

Karena mama sedang haid atau menstruasi.Kalau lagi begitu tidak boleh sholat atau puasa

5. "Haid itu apa, Ma?"

Haid itu keluarnya darah dari vagina. Ini bukan seperti orang jatuh atauluka, ya. Ini darah kotor yang dikeluarkan tubuh setiap bulannya. Ini menandakan bahwa seorang wanita sudah dewasa.

6. "Kalau laki-laki juga haid, Ma?"

Tidak Nak. Tanda laki-laki sudah mulai dwasa adalah mimpi basah, yaitu keluarnya cairan sperma dari penisnya ketika tidur. Bukan cairan pipis ya.

7. "Apa semua laki-laki mimpi basah?"

Iya Nak, semua laki-laki yang sehat pasti akan mengalami mimpi basah saat menjelang dewasa

8. "Ma, tadi ada temanku bilang mau najak aku pacaran. Boleh ga Ma?"

Kakak tahu pacaran itu apa?

"Pacaran itu jalan-jalan berduaan, gandengan tangan, berpelukan, iya kan Ma?"

Boleh ga kira-kira Kakak melakukan hal itu?

"Tidak boleh, kan aku masih anak-anak"

Lalu kapan bolehnya kira-kira ya Kak?

"Tidak tahu. Kapan ya Ma?"

Nanti setelah Kakak menikah. Kakak tahu ga? Diri Kakak itu sangat berharga. Tubuh Kakakpun berharga. Kakak harus melindungi tubuh dengan menutupi aurat. Menghindari dipegang atau disentuh laki-laki yang bukan muhrimnya. Nanti jika Kakak dewasa dan siap menikah, akan ada laki-laki yang akan menjaga dan melindungi serta menyayangi Kakak.

9. "Ma, aku lihat di taman kok ada orang laki-laki dan perempuan yang berpelukan"

Menurut Kakak boleh ga berpelukan di tempat umum begitu?

"Malu dong Ma, apalagi dilihati orang-orang gitu"

Iya, itu bagian dari sopan santun ya, Nak. Walaupun tidak dilihat orang, juga tidak boleh berpelukan, Allah SWT Maha Melihat. Mama dan Papa juga sering berpelukan namun hanya dalam rumah atau dalam kamar. Karena Mama dan Papa adalah suami istri. Jika bukan suami istri, juga tidak boleh melakukan hal tersebut.


Ketika anak tidak sengaja melihat orang tuanya sedang berhubungan intim, harus bagaimana?

1. Jika usia anak dibawah 6 tahun dan tidur masih sekamar.

  • Segera berpakaian atau minimal menutupi tubuh dengan selimut
  • Penuhi kebutuhannya malam itu (ke toilet, haus, atau ingin ditemani tidur)
Jika keesokan harinya anak bertanya tentang yang dilihatnya semalam, jelaskan sesuai usianya. Untuk balita "Ayah Bunda sedang berpelukan karena kami sudah menikah, kami saling berkasih sayang"

2. Usia 7 tahun keatas dan pisah kamar.
Ayah Bunda adalah suami istri dan kami butuh waktu untuk bersama, setelah sepanjang hari menemani kakak dan adek. Kami butuh ngobrol bersama, berbagi cerita, saling berbagi kasih sayang dan kami tidak ingin waktu bersama itu terganggu. Jadi kami memilih untuk mengunci pintu. Lagipula itu kan malam hari, disiang hari Kakak masih bisa bermain di kamar Ayah Bunda.

Yang perlu diingat :
  • Jawab nama sebenarnya, jangan memberikan sebutan ambigu, seperti "burung" atau "apem"
  • Jika anak bertanya lebih lanjut, cukup jawab sesuai petanyaan saja secara jelas dan singkat.
  • Tanamkan tauhid yang utama untuk anak. Jangan takut tidak diterima oleh anak. Orang tua bisa mengajak si kecil memantau tumbuh kembang adik bayi agar semakin paham bahwa ada kebesaran Allah SWT disana.
  • Berusaha jujur pada anak. Jika perlu waktu untuk menjawab utarakan saja. "nanti Mama cari dulu jawabannya ya, Nak". Hal ini juga menunjukkan perhatian kita akan sikap kritis anak.Anak juga melihat keseriusan oarng tuanya untuk belajar kembali sekaligus membuktikan bahwa orang tua tidak selalu punya jawaban untuk setiap pertanyaan anak.
  • Jelaskan sesuai daya tangkap usia anak. Jangan segan meminta waktu lebih untuk mencari jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan agar mudah dipahami anak



No comments:

Post a Comment

Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7