
Syukur Alhamdulillah bisa mengikuti dan hampir melewati pekan ke 6 Tahap Ulat-ulat. Saatnya juga kami akan meninggalkan keluarga masing-masing dan kembali ke Regu. Sedih juga ya karena jujur saja saya merasakan benar-benar mendapatkan makanan dari keluarga pada pekan ke 5 kemaren dan sekarang sudah harus berpisah 😌. Namun tak mengapa, perpisahan dengan WAG keluarga bukan berarti tidak dapat bersilaturahmi kembali. Alhamdulillah kami sudah saling simpan nomor telepon, sehingga dengan mudah dapat menghubungi kembali.

Makananku pekan ini adalah tentang menjalin komunikasi dengan anak yang akan remaja. Apa saja hal-hal yang perlu dilakukan orang tua agar anak remaja nanti dapat menjadi orang dewasa yang baik.
Pada buku yang berjudul Cara-cara Efektif Mengasah EQ Remaja adalah mengasuh dengan cinta, canda dan disiplin untuk menjadikan remaja orang dewasa yang baik. Cinta orang tua akan memperkuat keberhasilan remaja dan memberi arti lebih besar pada perbuatan mereka. Menunjukkan cinta adalah karena itu adalah tindakan yang benar bukan karena menginginkan balasan cinta atau hadiah setelah mereka melakukan apa yang kita kehendaki.
Canda atau kelakar diperlukan untuk menyegarkan suasana. Sedangkan kaidah atau batasan penting untuk memberi remaja fokus dalam menumpahkan energi mereka. Remaja menginginkanbatasan dan disiplin untuk membantu membuat mereka merasa aman. Kata disiplin berarti mengajarkan, bukan menghukum. Mengajarkan nilai-nilai dan kecakapan yang diperlukan anak-anak agar mereka berhasil dalam kehidupan.

Pada minggu sebelumnya kami telah melakukan perkenalan dengan ulat-ulat dari beda regional, beda regu dan beda keluarga. Ya, berkenalan dengan ulat-ulat baru yang sebelumnya belum kita kenal. Dari kegiatan perkenalan tersebut kita dapat :
1. Melatih kemampuan interpersonal
2. Membangun hubungan
3. Membuat dokumentasi
4. Memvisualisasikan cerita
5. Membangkitkan empati
Dari beberapa orang teman yang baru saya temui di pekan sebelumnya, saya memutuskan akan memberikan 3 kado diantara mereka.

Diantaranya adalah Mba Ifah dari IP Bekasi dari keluarga Self Healing. Setelah ditanyakan apa kado yang diinginkannya, ternyata Mba Ifah memilih kado sewing atau crafting untuk healingnya. Mba Ifah bisa dan senang membuat patchwork. Karena saya kurang paham bagaimana membuatnya, jadi saya carikan kado melalui youtube seorang crafter cara mebuat cushion patchwork dengan motif log.

Teman selanjutnya adalah Mba Wiwit yang berasal dari IP Banyumas Raya. Mba Wiwit memilih deep sleep untuk kadonya. Nah, karena saya juga kurang berpengetahuan mengenai deep sleep ini jadi saya mencari kadonya juga melalui mesin pencari. Saya mengambil dari salah satu website yang cukup terkenal. Dan saya baru tahu ternyata berendam atau mandi air hangat membantu untuk bisa tidur nyenyak.

Teman ketiga yang saya berikan kado adalah Mba Ussi dari IP Semarang berasal dari keluarga manajemen emosi. Nah, kado yang diinginkan Mba Ussi adalah berpikir positif walau saat tertimpa musibah. Saya juga masih kurang ilmunya dalam hal ini sehingga saya mencarikan kadonya melalui mesin pencari. Saya mengambil materi dari website Sindo news dan website dauruttahid.
Musibah tidak datang dengan sendirinya, Allah SWT mendatangkan musibah untuk menguji dan mengangkat derajat umatNya. Hal yang pertama kali saat musibah datang adalah mengingat Allah SWT.