Wednesday, March 24, 2021

Pantulan Warna Zona 7

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah


"Bermain" dalam artian belajar di Zona 7 ini ada rasa yang bercampur aduk dan ada rasa yang terkoyak mendengarkan presentasi teman-teman di FBG. Ya, kali ini mengangkat tema Penidikan Seksualitas, dimana banyak sekali Sub Tema yang dibahas oleh teman-teman Petualang. Kami dibagi beberapa kelompok dan mendapatkan sub tema yang akan dibahas. Kakawi akan memilih kelompok per sub tema yang akan tampil live di FBG. 

Dari pembahasan tersebut memang penting sekali mengajarkan anak-anak tentang seksualitas sesuai dengan tahapan ilmunya. Selain itu juga orang tua juga harus juga mengupdate ilmu dan informasi. Dan yang paling penting adalah menanamkan agama terhadap diri sendiri dan keluarga (anak). Karena ada juga contoh kasus yang orang tua kandung sendiri yang melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya. Kalau dipikir dengan logika, bagaimana mungkin orang tua kandung tersebut tega? Nah dari situlah pentingnya menanamkan agama. Baik bagi kita sebagai orang tua maupun untuk anak.

Dari pembahasan kelompok yang tampil, saya menyalin seluruh materi ke link jurnal saya. Karena menurut saya, terkadang saya bisa salah menarik kesimpulan atau poin penting. Sehingga mengurangi maknanya. Oleh sebab itu saya menyalin atau mengetik ulang materi. Ini juga menjadi bacaan apabila suatu saat saya lupa.

Wednesday, March 17, 2021

Zona 7 : Pendidikan Seksualitas Hari Ke 15 (Materi Live Kelompok)

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Ketika Anak Bertanya

Oleh Kelompok : 33


Ketika anak-anak bertanya tentang seksualitas, kita sebagai orang tua tidak boleh menghindari atau pura-pura tidak dengar atau mengalihkan pembicaraan. Jawablah sesuai dengan perkembangan umur anak. Jangan memberikan informasi yang salah atau keliru.

Jika ada pertanyaan :

1. "Kenapa penisku berdiri, pagi tadi Ma?"

Iya, sama seperti Adek yang bangun dari tidur, penis juga bisa bangun. Tapi biasanya bangun dipagi hari, karena adek kan tidur dan nahan pipis semalaman, jadi bangun deh. Yang artinya Adek harus ke kamar mandi setelah bangun tidur.

2. "Sunat itu apa Ma?"

Sunat itu cara untuk penyucian diri dan bukti mengikuti ajaran Allah SWT. Pada penis ada bagian yang kotor, jadi harus dihilangkan agar tetap sehat, Insya Allah.

3. "Ma, kenapa kucing itu ditindih? kan sakit, kasihan. Apakah mereka bertengkar?"

Bukan bertengkar. Itulah cara hewan menunjukkan kasih sayang. Kalau kita manusia menunjukkan kasih sayang biasanya bersalaman, berpelukan, atau merangkul. Hewan punya cara sendiri untuk menunjukkan kasih sayang.

4. "Mama kok ga sholat? ga puasa juga"

Karena mama sedang haid atau menstruasi.Kalau lagi begitu tidak boleh sholat atau puasa

5. "Haid itu apa, Ma?"

Haid itu keluarnya darah dari vagina. Ini bukan seperti orang jatuh atauluka, ya. Ini darah kotor yang dikeluarkan tubuh setiap bulannya. Ini menandakan bahwa seorang wanita sudah dewasa.

6. "Kalau laki-laki juga haid, Ma?"

Tidak Nak. Tanda laki-laki sudah mulai dwasa adalah mimpi basah, yaitu keluarnya cairan sperma dari penisnya ketika tidur. Bukan cairan pipis ya.

7. "Apa semua laki-laki mimpi basah?"

Iya Nak, semua laki-laki yang sehat pasti akan mengalami mimpi basah saat menjelang dewasa

8. "Ma, tadi ada temanku bilang mau najak aku pacaran. Boleh ga Ma?"

Kakak tahu pacaran itu apa?

"Pacaran itu jalan-jalan berduaan, gandengan tangan, berpelukan, iya kan Ma?"

Boleh ga kira-kira Kakak melakukan hal itu?

"Tidak boleh, kan aku masih anak-anak"

Lalu kapan bolehnya kira-kira ya Kak?

"Tidak tahu. Kapan ya Ma?"

Nanti setelah Kakak menikah. Kakak tahu ga? Diri Kakak itu sangat berharga. Tubuh Kakakpun berharga. Kakak harus melindungi tubuh dengan menutupi aurat. Menghindari dipegang atau disentuh laki-laki yang bukan muhrimnya. Nanti jika Kakak dewasa dan siap menikah, akan ada laki-laki yang akan menjaga dan melindungi serta menyayangi Kakak.

9. "Ma, aku lihat di taman kok ada orang laki-laki dan perempuan yang berpelukan"

Menurut Kakak boleh ga berpelukan di tempat umum begitu?

"Malu dong Ma, apalagi dilihati orang-orang gitu"

Iya, itu bagian dari sopan santun ya, Nak. Walaupun tidak dilihat orang, juga tidak boleh berpelukan, Allah SWT Maha Melihat. Mama dan Papa juga sering berpelukan namun hanya dalam rumah atau dalam kamar. Karena Mama dan Papa adalah suami istri. Jika bukan suami istri, juga tidak boleh melakukan hal tersebut.


Ketika anak tidak sengaja melihat orang tuanya sedang berhubungan intim, harus bagaimana?

1. Jika usia anak dibawah 6 tahun dan tidur masih sekamar.

  • Segera berpakaian atau minimal menutupi tubuh dengan selimut
  • Penuhi kebutuhannya malam itu (ke toilet, haus, atau ingin ditemani tidur)
Jika keesokan harinya anak bertanya tentang yang dilihatnya semalam, jelaskan sesuai usianya. Untuk balita "Ayah Bunda sedang berpelukan karena kami sudah menikah, kami saling berkasih sayang"

2. Usia 7 tahun keatas dan pisah kamar.
Ayah Bunda adalah suami istri dan kami butuh waktu untuk bersama, setelah sepanjang hari menemani kakak dan adek. Kami butuh ngobrol bersama, berbagi cerita, saling berbagi kasih sayang dan kami tidak ingin waktu bersama itu terganggu. Jadi kami memilih untuk mengunci pintu. Lagipula itu kan malam hari, disiang hari Kakak masih bisa bermain di kamar Ayah Bunda.

Yang perlu diingat :
  • Jawab nama sebenarnya, jangan memberikan sebutan ambigu, seperti "burung" atau "apem"
  • Jika anak bertanya lebih lanjut, cukup jawab sesuai petanyaan saja secara jelas dan singkat.
  • Tanamkan tauhid yang utama untuk anak. Jangan takut tidak diterima oleh anak. Orang tua bisa mengajak si kecil memantau tumbuh kembang adik bayi agar semakin paham bahwa ada kebesaran Allah SWT disana.
  • Berusaha jujur pada anak. Jika perlu waktu untuk menjawab utarakan saja. "nanti Mama cari dulu jawabannya ya, Nak". Hal ini juga menunjukkan perhatian kita akan sikap kritis anak.Anak juga melihat keseriusan oarng tuanya untuk belajar kembali sekaligus membuktikan bahwa orang tua tidak selalu punya jawaban untuk setiap pertanyaan anak.
  • Jelaskan sesuai daya tangkap usia anak. Jangan segan meminta waktu lebih untuk mencari jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan agar mudah dipahami anak



Tuesday, March 16, 2021

Zona 7 : Pendidikan Seksualitas Hari Ke 14 (Materi Live Kelompok)

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Peran Lingkungan dan Perlindungan

Dari Kejahatan Seksual

Oleh Kelompok : 31


Sebelum melihat peran lingkungan dalam perlindungan terhadap kejahatan seksual, terlebih dahulu kita harus memahami apa itu kejahatan seksual.

Kekerasan seksual adalah setiap tindakan baik berupa ucapan atau perbuatan yan dilakukan seseorang untuk menguasai atau memanipulasi orang lain serta membuatnya dalam aktivitas seksual yang tidak dikehendaki.

Menurut data, setiap tahunnya tingkat kekerasan seksual meningkat.

Yang biasanya menjadi sasaran kekerasan seksual adalah :

1. Anak berusia <5 tahuan (balita) yang merupakan anggota terlemah dalam suatu keluarga. Karena belum dapat membela diri ketika bahaya datang.

2. Anak 6-12 tahun. Mulai berinteraksi dengan dunia luar, jika bahaya datang paling tidak mereka bisa berupaya dengan berteriak.

3. Anak usia 13-18 tahun yang sebagian besar sudah dapat mengantisipasi akan terjadinya bahaya yang mengancam diri.

Bagian paling mengerikan dari kejahatan seksual adalah damak yang ditimbulkannya baik pada anak maupun dewasa yang merugikan bagi korban, diantaranya :

  1. Dampak traumatis
  2. Dampak emosional dan fisik
  3. uncul gangguan psikologis
  4. Korban memiliki potensi untuk menjadi pelaku kekerasan seksual dimasa datang
Peran lingkungan dan perlindungan dari kejahatan seksual:
Dalam penanganan kekerasan seksual perlu adanya sinergi antara keluarga, masyarakat dan negara. Lingkungan berperan besar untuk melindungi anak dari kekerasan seksual.

Secara garis besar,ada dua upaya untuk melindungi dari kejahatan seksual :

1. Upaya Preventif
Dapat dilakukan dengan terlebih dahulu keluarga dan masyarakat mengetahui penyebab pelaku melakukantindakan tersebut. Diharapkan dengan mengetahui penyebabnya, maka masyarakat dapat mencegahnya dengan melakukan tindakan-tindakan perlindungan.

2. Upaya Represif
Yaitu berupa sanksi-sanksi pidana yang telah diatur negara.

Peran Individu dan Keluarga
  1. Orang tua harus peka jika melihat sinyal yang tidak biasa dari anak.
  2. Setiap anggota keluarga sebaiknya memiliki kedekatan emosional yang baik.
  3. Keluarga dapat menciptakan pola komunikasi yang efektif, terbuka, langsung, terarah kongruen (sesuai antara verbal dan non verbal)
  4. Orang tua memahami tentang dampak kekerasan seksual
  5. Orang tua harus merubah mindset tabu membicarakan perihal seksual pada anak
  6. Nilai-nilai spritualitas yang ditanamkan kuat dalam keluarga
  7. Orang tua melakukan pendidikan seksual kepada anak sejak dini.
Peran Negara :
  1. Menjamin peraturan yang mampu melindungi dari kekerasan seksual
  2. Memberi sanksi pidana bagi para pelaku yang telah diatur dalam KUHP
  3. Membentuk badan-badan pemerhati anak
  4. Pemulihan bagi korban mencakup aspek yuridis, psikologis dan medis
Peran Masyarakat :
  1. Mengajarkan anak untuk mengenali, menolak, dan melaporkan potensi ancaman kekerasan
  2. Membentuk komunitas yang peduli pada berbagai permasalahan masyarakat
  3. Pendidikan sosial dalam rangka mengembangkan tanggungjawab masyarakat
  4. Penggarapan kesehatan jiwa masyarakat melalui pendidikan oral dan agama
Trauma pada anak yang mengalami kekerasan seksual akan mereka alami seumur hidupnya. Luka fisik mungkin saja bisa sembuh, tapi luka pikiran dan bathin belum tentu bisa hilang dengan mudah.

Kekerasan seksual pada anak bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Serta dapat dilakukan oleh siapa saja. Pelakunya bisa anggota keluarga, pihak sekolah maupun orang lain.

Awarness dari setiap anak untuk dapat melindungi diri sendiri dari kejahatan seksual sangat enting ditanamkan sejak dini. Peran keluarga, lingkunan maupun negara sangat dibutuhkan sebagai support system dalam mencegah dan menanggulangi masalah kejahatan seksual.


Monday, March 15, 2021

Zona 7 : Pendidikan Seksualitas Hari Ke 13 (Materi Live Kelompok)

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

Penyimpangan Seksualitas,

Pencegahan dan Solusinya


Latar Belakang :

1. Harapan dan keinginan  orang tua memiliki anak-anak  yang tumbuh besar sesuai  dengan fitrahnya

2. Pentingnya mendidik dan membimbing anak agar  terhindar dari penyimpangan seksual sedari dini

3. Maraknya penyimpangan  seksual yang sengaja di  publish dan  mengkampanyekan kegiatan  mereka melalui jejaring  sosmed

4. Semakin mudahnya akses informasi dan teknologi sehingga di khawatirkan bisa menjadi sarana untuk mempengaruhi remaja dan  anak-anak masa kini

Pengertian :

Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual atau kepuasaan seksual dengan tidak sewajarnya.  Biasanya, cara yang digunakan oleh orang  tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar atau tidaknormal. 

Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktukecil, dari lingkunganpergaulan, dan faktor genetik

Solusi :

1.Solusi untuk masalah transgender dan homoseksual(LGBT) 

Perlu melibatkan keluarga, ulama dan tenaga ahli dokter spesialis jiwa/psikiater). Terapi yang bisa dilakukan: 

  • Terapi kognitif: bertujuan membangunkan kesadarannya bahwa yang dilakukannya salah karena tidak sesuai fitrahnya, tanpa menyudutkan serta menumbuhkan motivasi. 
  • Terapi sosial, dengan cara memasukan seseorang ke dalam lingkungan yang lebih 'bersih dan baik',guna membentuk ulang perilakunya.
  • Terapi behaviour: mengubah perilaku dengan psikoterapi dan menerapkan pola hidup sehat. 
  • Melakukan konseling secara rutin. 
  • Menghindari segala kegiatan yang meningkatkan risikoterjadinya kelainan seksual

2. Solusi untuk masalah gejala homoseksual pada anak Terjadi pada anak usia mumayyiz, solusinya dengan dibina dan diterapi secara psikologis, serta pendampingan oleh orang tua untuk trauma healing yang lebih cepat

3. Solusi untuk masalah Pedofilia
   Solusi untuk pelaku
  • Harus dijerat dengan hukum agar menimbulkan efek jera
  • Pengobatan untuk mengubah perilaku untuk jangka panjang. Pengobatannya berupa tindakan observasi dan antisipasi dari tindakan kriminal

Solusi untuk korban

solusi untuk korban (anak-anak) yaitu dengan pemberian perlindungan agar kejadian tidak terulang serta pemeriksaan kesehatan reproduksi anak

Pencegahan penyimpangan seksual :

Ada beberapa pihak yang berperan penting dalam upaya pencegahan penyimpangan seksualitas agar jangan sampai kejadian tersebut terjadi anak-anak yang masih panjang jalannya,diantaranya :

  1. Orang tua 

  • Dari segi aqidah 
  • Dari segi akhlak 
  • Pendidikan seksualitas


2. Sekolah

  • Memberikan pemahaman pada siswa TK/SD mengenai cara menjaga diri agar tidak disentuh orang lain, edukasi pada siswa SD tingkat akhir terkait masa balig, danpemahaman mengenai tanggung jawab dan konsekuensi yang ditanggung apabila melanggar norma terkait perilaku seksual pada siswa SMP/SMA
  • Memiliki aturan yang tegas terkait perilaku penyimpangan seksual yang terjadi di sekolah. pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. Sebab, menurut data KPAI, banyak guru dan kepala sekolah yang belum tahu tentang peraturan tersebut


3. Masyarakat

  • Mengawasi dan menegur apabila menemukan perilaku penyimpangan seksual
  • Melaporkan perilaku penyimpangan seksualitas kepada pihak yang berwenang
  • Membuat inovasi terkait pendidikan seksualitas dan kontrol sosial seperti inovasi untuk mencegah penyimpangan seksual. Contohnya, aplikasi DDS(deteksi disorientasi seksual) sebagai pendeteksi perilaku penyimpangan seksualmelalui game berbasis mobilelearning untuk anak usia dini dari salah satu mahasiswaprodiPG PAUD FIP Universitas Negeri Malang


4. Lembaga terkait

  • Memberikan penyuluhan terkait penyimpangan sosial dan bahayanya. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan apabila menemui kasus penyimpangan seksual
  • Membantu proses rehabilitasi korban dan pelaku penyimpangan seksual
  • Menindak pelaku penyimpangan seksual sesuai dengan hukum yang berlaku


Permasalahan seksualitas pada anak dan remaja sangat ditentukan oleh peran dari orangtua yang di dukung oleh peran sekolah, peran masyarakat, serta peran lingkungan social dimana anak-anak tumbuh. Faktor ketidaktahuan, masih labilnya emosi anak, serta tidak adanya arahan maupun panutan dari pihak yang seharusnya menjadi figure yang bisa dicontoh oleh anak dapat menjadi pemicu timbulnya salah pergaulan yang bahkan bisa berakibat pada munculnya penyimpangan seksual yang tidak diinginkan.









Sunday, March 14, 2021

Zona 7 : Pendidikan Seksualitas Hari Ke 12 (Materi Live Kelompok)

Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah

MENJAGA DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL

Oleh : Kelompok 26


Kekerasan seksual adalah perilaku seseorang yang dilakukan secara sepihak kepada orang lain, berupa ancaman, paksaan, yang mengarah kepada hal-hal seksual dan tidak diinginkan sehingga dapat memunculkan perasaan negatif seperti takut, marah, depresi dan sebagainya.

Siapa Pelaku Kekerasan Seksual

1. Familial Abuse

Yang termasuk familial abuse adalah incest, yaitu kekerasan seksual seksual dimana antara pelaku an korban masih dalam hubungan darah atau menjadi bagian dalam keluarga inti.

2. Extra Familial Abuse

Kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang lain di luar keluarga korban. Pada pelecehan seksual diluar keluarga, pelaku biasanya oarng dewasa yang dikenal oleh anak dan telah membangun relasi dengan anak tersebut, kemudian membujuk sang anak ke situasi dimana pelecehan seksual tersebut dilakukan, sering dengan memberikan imbalan tertentu yang tidak didapatkan oleh sang anak di rumahnya.

Siapa pelaku kekerasan seksual?

Tidak mengenal status dan usia :

1. Laki-laki atau perempuan

2. Ayah atau ibu

3. Istri atau suami

4. Saudara kandung atau tiri

5. Kerabat dekat atau jauh

6. Teman dekat atau orang asing

Tidak mengenal tempat :

1. Rumah atau tempat kerja

2. Sekolah atau kantor

3. Ruang publik atau tertutup

Korban kekerasan seksual -----> didominasi oleh perempuan dan anak-anak.

Perilaku kekerasan seksual :

1. Perkosaan

2.Intimidasi seksual termasuk ancaman atau percobaan perkosaan

3. Pelecehan seksual

4. Eksploitasi seksual

5. Perdaangan perempuan untuk tujuan seksual

6. Prostitusi paksaan

7. Perbudakan seksual

8. Pemaksaan perkawinan, termasuk cerai gantung

9. Pemaksaan kehamilan

10. Pemaksaan aborsi

11. Pemaksaan kontrasepsi seperti memaksa tidak mau menggunakan kondom saat berhubungan dan sterilisasi

12. Penyiksaan seksual

13. Penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual

14. Praktik tardisi seksual yang membahayakan atau mendiskriminasikan perempuan 

15. Kontrol seksual, termasuk lewat ayuran diskriminatif beralasan moralitas dan agama.


Ternyata dari kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia, banyak juga pelaku yang berasal dari anak-anak.

Ada apa dengan anak-anak?

Menurut psikolog Elizabeth T. Santosa bahwa pelaku kekerasan sesual di bawah umur 18 tahun semakin tinggi dari tahun ke tahun. Pada rentang usia tersebut terjadi perubahan hormonal yang mempengaruhi cara berpikir.

Menurut teori Jan Piaget bahwa remaja dapat berpikir abstrak, namun perkembangan  kognitif terhadap sistem moral belum berkembang sempurna sehingga mereka mudah terjerumus perilaku negatif tanpa pertimbangan konsekwensi hukum dimasa depan.

Faktor penyebab kekerasan :

1. Kurangnya pendidikan, pengajaran, pemahaman dan penanaman nilai-nilai keagamaan masyarakat.

2. Kemudahan untuk mengakses konten pornografi

3. Anak-anak yang menjadi dewasa tanpa kehangatan keluarga lalu menjadikan perilaku seks sebagai pelampiasan emosinya

4. Anak-anak selalu diposisikan sebagai sosok lemah atau tidak berdaya dan memiliki ketergantungan yan tinggi dengan orang - orang dewasa sekitarnya

5. Perilaku seksual yang menyimpang seperti peodophilia, hiperseksual, incest, dan lain sebagainya

6. Pencari nafkah keluarga. Yang dengan sengaja menadikan anaknya sebagai tenaga prostitusi

7. Germo yang banyak mencari gadis/anak di bawah umur melayani pelanggan.

Faktor internal :

1. Faktor kejiwaan

2. Faktor biologis

3. Faktor moral

4. Faktor balas dendam dan trauma masa lalu

Faktor eksternal :

1. Faktor budaya

2. Faktor ekonomi

3. Faktor minimnya kesadaran kolektif terhadap perlindungan anak di lingkungan

4. Faktor paparan pornografi anak dan pornografi dewasa yang mengorbankan anak

5. Faktor lemahnya penegakan hukum dan ancaman hukuman yang relatif ringan

6. Faktor anak dalam situasi bencana dan gawat darurat

7. Faktor disharmoni antar produk perundangan-undangan terkait masalah anak

8. Faktor pengembangan industri pariwisata

Dampak kejahatan seksual

Dampak kekerasan seksual cenderung menimbulkan traumatis baik pada anak maupun orang dewasa. Korban merasa tidak berdaya dan tersiksa ketika mengungkapkan peristiwa pelecehan seksual tersebut.

Dampak emosional : stres, depresi, goncangan jiwa, adanya perasaan bersalah dan menyalahkan diri sendiri, rasa takut berhubungan dengan orang lain, bayangan kejadian saat menerima kejahatan seksual, mimpi buruk, ketakutan, kecanduan, keinginan bunuh diri.

Dampak fisik : disfungsi seksual, keluhan somatik, dan kehamilan tidak diinginkan, penurunan nafsu makan, insomnia, sakit kepala, tidak nyaman di sekitar alat kelamin, beresiko tertular penyakit menular seksual, luka di tubuh.

Dampak jangka panjang yaitu memiliki potensi untuk menjadi pelaku kejahatan seksual di kemudian hari.

Dampak trauma akibat kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak, yaitu: 

1. Pengkhianatan (betrayal) : kehilangan kepercayaan pada orang tua 

2. Trauma secara seksual : perempuan yang mengalami kejahatan seksual cenderung menolak hubungan seksual dan dapat menjadi lesbian 

3. Merasa tidak berdaya (powerlessness)

4. Stigmatization : merasa bersalah, malu, memiliki gambaran diri yang buruk


Kunci dasar agar anak mampumenjaga diri dari kejahatan seksualitas : berikan pendidikan seksualitas sejak dini dan bertahap sesuai dengan jenjang usianya.


Kenapa Pendidikan Seksualitas Penting untuk Anak? 

Pendidikan seksualitas penting diberikan kepada anak sejak usia dini, karena:

1. Memberikan pelajaran tentang peran jenis kelamin terutama tentang topik biologis seperti kehamilan, haid, pubertas, dll

2. Memberikan pemahaman tentang bagaimana sikap dan cara bergaul dengan lawan jenis 

3. Mencegah terjadinya penyimpangan seksual 

4. Mampu membedakan mana bentuk pelecehan atau kekerasan seksual dan mana yang bukan 

5. Mencegah agar anak tidak menjadi korban atau–bahkan pelaku–pelecehan atau kekerasan seksual 

6. Menumbuhkan sikap berani untuk melapor apabila terjadi atau menjadi korban kekerasan seksual


Menjaga diri dengan pendidikan seksualitas

1.Bicarakan seksualitas kepada anak dengan bahasa sederhana (sesuaikan dengan usianya). Misalnya tentang dari mana adik bayi berasal, mengapa kemaluanku dan adik berbeda


2.Kenalkan tentang jenis kelamin laki-laki dan perempuan tekankan bahwa itu berbeda


3.Tumbuhkan budaya malu pada anak


4.Mengenalkan batas aurat pada anak dan menjelaskan bahwa tubuh mereka berharga dan ada bagian bagian tubuh mereka yang harus dilindungi dan tidak boleh dilihat orang lain


5.Kenalkan tentang sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh. Ajarkan pada ank bahwa ada sentuhan dari orang lain yang diperbolehkan da nada pula yang tidak. Hal ini bisa dikenalkan lewat cerita, gambar, dan juga lagu


6.Ajarkan anak untuk berani menolak, seperti misalnya menolak dicium oleh paman saat berkunjung, cukup  menggantinya dengan berjabat tangan demi kenyamanan 


7.Ajarkan anak di mana harus pipis, di mana berganti pakaian, bagaimana cara bergaul dengan teman lawan jenis. Ajarkan juga kepada anak bahwa tubuh mereka berharga


8.Ajarkan anak untuk membersihkan kemaluan mereka sendiri


9.Memisahkan tempat tidur. Ajarkan secara bertahap agar anak-anak berani tidur di kamar sendiri. Selain itu anak perempuan dan laki-laki juga harus tidur dengan kamar terpisah. Anak dengan jenis kelamin yang sama boleh tidur dam satu kamar tapi usahakan berbeda tempat tidur


10.Ajarkan anak tentang prinsip meminta izin


11.Tumbuhkan rasa percaya anak pada orang tua. Membangun komunikasi yang positif dan baik dengan anak agar orang tua bisa menjadi pendengar yang dipercaya anak untuk menceritakan segala hal dan juga untuk bertanya segala hal seperti tentang rasa ingin tahunya tentang seks. Dan yakinkan anakbahwa orang tua adalah pihak yang bisa melindungi jika terjadi hal buruk pada mereka


12.Batasi tontonan dan gadget. Ajarkan pada anak tentang literasi digital, terutama anak-anak remaja yang sudah punya akses lebih banyak dengan gadget dan internet


13.Bedakan rahasia dan kejutan (rahasia baik dan rahasia buruk). Rahasia baik misalnya saat kita akan membuat kejutan, rahasia yang akan memberikan kebahagiaan. Rahasia buruk adalah rahasia yang menimbulkan kesedihan, kekhawatiran dan ketakutan. Mengajarkan tentang ini agar anak tidak ragu untuk menceritakan jika menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual


14.Membuat rencana keselamatan. Ada baiknya kita membuat daftar ‘rencana keselamatan’ yang jelas dan mudah diikuti. Daftar tersebut berisi tentang, perilaku yang tidak pantas, kemana harus melapor, tindakan pencegahan dan hal-hal lain yang menyangkut keselamatan anak-anak saat mereka jauh dari orang tua


Pendidikan anak untuk mencegah kekerasan seksual :

1. Mengajarkan adab meminta izin 

2. Menanamkan jiwa maskulin dan feminim

3. Pembentukan karakter dan pengenalan jati diri anak bisa dimulai sejak dini 

4. Mendidik anak untuk senantiasa menjaga pandangan mata 

5. Mendidik anak untuk tidak melakukan khalwat dan ikhtilat 

6. Mengajarkan tentang nilai pernikahan


Kenalkan pada anak upaya penjagaan diri dengan cara yang menyenangkan :

1. BERNYANYI "LAGU SENTUHAN BOLEH, SENTUHAN TIDAK BOLEH" bit.ly/LaguSentuhanBolehSentuhanTidakBoleh

2. Melihat video cerita "Kisah si Aksa" dan "Kisah si Geni"

bit.ly/KisahsiAksa

bit.ly/KisahsiGeni

3. Lagu 

"Sentuhan Boleh, Sentuhan Tidak Boleh"






mereka





berharga


anak






Saturday, March 13, 2021

Zona 7 : Pendidikan Seksualitas Hari Ke 11 (Materi Live Kelompok)

 Tadarus Ramadhan: Orang yang Pertama Kali Menulis Basmalah
MEDIA DIGITAL DAN PEMAHAMAN 
SEKSUALITAS
Oleh : Kelompok 22


Pengertian Media Digital
Media Online atau Digital Media adalah media yang tersaji secara online di internet. Secara umum media online, yaitu segala jenis atau format media yang hanya bisa diakses melalui internet berisikan teks, foto, video, dan suara. Media online juga bisa dimaknai sebagai sarana komunikasi secara online. Melalui pengertian media online secara umum ini, maka email, mailing list (milis), website, blog, whatsapp, dan media sosial (sosial media) masuk dalam kategori media online.

Pengaruh Media Digital terhadap Pemahaman Seksualitas. Media digital menjadi salah satu sarana di era globalisasi ini, yang dapat diakses oleh semua kalangan termasuk anak dari usia dini hingga usia remaja. Anak lebih cenderung menyukai internet dalam mencari informasi (baca: pendidikan seks) karena internet merupakan sumber yang bisa diakses di mana saja, nyaman, personal serta mengandung nilai hiburan. Dunia digital juga memberikan kesempatan anak/anak muda untuk mengeksplorasi seksualitas mereka, jauh dari pengawasan, diskriminasi maupun stigma.

Gambaran Dunia Anak Saat Ini
Hasil survey 2018 mengungkapkan bahwa pengguna internet sudah memasuki semua golongan. Golongan tersebut berusia mulai dari 5 - 65 tahun ke atas. Golongan yang paling banyak menggunakan internet yaitu rentang usia 15 - 19 tahun, termasuk golongan remaja. Menurut survei www.toptenreview.com, menunjukkan Indonesia menempati ranking ke-10 besar negara pengakses materi-materi pornografi. Sebagian besar pemburu gambar-gambar porno tersebut diduga para bocah ingusan. Data penelitian menyebutkan sebanyak 36% anak-anak mendapatkan informasi pornografi dari kamar pribadi mereka, 18% dari warung internet, dan 12% dari rumah temannya.

Adanya gadget membuat hampir semua kalangan termasuk anak dan balita sudah memanfaatkannya dalam aktivitas yang mereka lakukan setiap hari. Internet yang sangat mudah diakses. Apalagi adanya Pandemi COVID-19 “memaksa” anak familiar dengan media digital.

Dunia digital juga memberikan kesempatan anak/anak muda untuk mengeksplorasi seksualitas mereka, jauh dari pengawasan, diskriminasi maupun stigma. Pemanfaatan gadget menjadi salah satu jalan pintas orang tua dalam pendamping sebagai pengasuh bagi anaknya. Apalagi didukung dengan munculnya berbagai macam aplikasi.

Ancaman dari Gawai, Akses Internet dan Kemajuan Teknologi bagi Generasi Alfa
Orang tua menjadikan gawai (tablet komputer atau ponsel pintar) sebagai “pengasuh” bagi anak mereka. Mengenalkan gawai atau gadget sejak dini pada anak akan memberikan banyak kerugian. Anak akan mengalami keterlambatan berbicara

Anak usia 2 tahun harus lebih banyak berinteraksi dan berkomunikasi dua arah. Orang tua tidak dianjurkan memberikan gawai pada anak hanya agar dia diam dan mudah diatur. 

Anak-anak yang tidur di dekat perangkat berlayar kecil (smartphone/tablet), durasi tidurnya berkurang rata-rata 20,6 menit. Anak-anak yang tidur berlayar besar (TV) durasi tidurnya berkurang rata-rata 18 menit. 

Dampak Penggunaan Gadget pada Anak 
Dampak Positif
1 Mendukung aspek akademis 
Teknologi gadget tentunya dapat mendukung kegiatan akademis anak. Anak-anak dapat browsing mengenai pelajaran sekolahnya. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan informasi yang dibutuhkan anak mengenai mata pelajaran atau ilmu pengetahuan. 

2. Merangsang anak untuk mengikuti perkembangan teknologi terbaru 
Terbiasa menggunakan gadget tentunya dapat membuat anak lebih mengetahui dan mengikuti perkembangan zaman. Hal ini sangat baik untuk perkembangan ilmu pengetahuananak. Secara otomatis anak akan terlatih untuk membandingkan hal yang lebih baik dari yang lainnya. 

3. Meningkatkan kemampuan berbahasa 
Anak yang sering menggunakan gadget akan memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik dan kosakata lebih banyak. 

4. Mengurangi tingkat stress 
Sebagian anak merasa sekolah merupakan salah satu hal yang menegangkan karena sekolah sangat membutuhkan konsentrasi tinggi. Bermain gadget merupakan salah satu solusi untuk menghilangkan stress anak, seperti bermain game, mendengarkan lagu kesukaan, chatting social media dengan teman dan lain sebagainya. 

Dampak Negatif
1. Membuat anak kecanduan gadget 
Bermain gadget berlebihan dapat membuat anak kecanduan. Ketika anak terlalu sering menggunakan gadget, anak akan mendapatkan banyak kesenangan tersendiri dalam aktivitasnya bersama benda tersebut. 

2. Risiko obesitas 
Bermain gadget terlalu sering akan menurunkan psikomotorik anak, karena anak akan lebih jarang bergerak bahkan bermain bersama teman-temannya. Hal inilah yang menyebabkan anak jarang bergerak atau melakukan aktivitas fisik lainnya sehingga memiliki risiko obesitas yang cukup tinggi. 

3. Kurangnya kemampuan bersosialisasi 
Bermain gadget terlalu sering akan menyebabkan berkurangnya kemampuan bersosialisasi anak, tidak terjadinya komunikasi secara langsung dengan orang lain, bahkan orang tuanya sendiri. 

4. Ancaman radiasi 
Radiasi yang dihasilkan oleh gadget tidak hanya dapat menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Radiasi gadget biasa dikaitkan dengan penyakit kanker dan lain sebagainya. 
(https://asahsaya.com/blog/2019/12/01/dampak-positif-dan-negatif penggunaan-gadget-pada-anak/) 

5. Ancaman eksploitasi seksual 
Anak mengalami pengaruh buruk pornografi dan ancaman eksploitasi seksual online. 
Eksploitasi seksual yaitu memanfaatkan anak untuk melakukan aktivitas seksual (baik secara langsung atau tidak langsung) dengan menggunakan teknologi. Jadi eksploitasi tidak melulu karena ekonomi. Bisa karena terpapar media, faktor kesenangan, dan adiktif.

MODUS-MODUS EKSPLOITASI SEKSUAL ANAK SECARA ONLINE YANG HARUS DIKENALI ORANGTUA 

Child Sexual Abuse Material (CSAM) 
CSAM atau materi yang mengandung muatan kekerasan seksual terhadap anak. Setiap perwujudan melalui sarana apapun, seorang anak terlibat dalam situasi nyata atau disimulasikan secara eksplisit melakukan aktivitas seksual atau perwujudan lain dari organ seks anak, utamanya untuk tujuan seksual. Contohnya komunitas model yang ingin merekrut anak, tetapi ujung-ujungnya melakukan eksploitasi seksual. 

Grooming Online Untuk Tujuan Seksual 
Sebuah proses untuk menjalin atau membangun sebuah hubungan dengan seorang anak melalui penggunaan internet atau teknologi digital lain dengan maksud untuk memancing, memanipulasi, atau menghasut anak agar anak bersedia melakukan kegiatan seksual. Contohnya, melalui bujuk rayu. 

Sexting 
Proses seorang anak secara intens mengirimkan pesan seksual secara eksplisit atau gambar yang menunjukkan sisi seksualitas dari dirinya. Gambar atau video yang dikirimkan ini bisa berupa tampilan semi telanjang, erotis, atau aktivitas seksual dan biasanya dibagikan kepada pacar atau teman dekat. 

Sextortion (Pemerasan Seksual)
Sextortion berarti pemerasan seksual, adalah proses dimana seseorang dipaksa untuk memberikan imbalan seks, uang dan barang berharga lain atau memproduksi materi seksual. 

Siaran Langsung Kekerasan Seksual terhadap Anak 
Siaran langsung kekerasan seksual terhadap anak terjadi ketika seorang anak dipaksa untuk tampil di depan kamera atau webcam untuk melakukan aktivitas seksual atau menjadi subjek dari kekerasan seksual. 

PENDIDIKAN SEKSUALITAS PADA ANAK
Ada beberapa alasan kenapa orang tua merasa tidak nyaman membahas masalah pendidikan seks, yaitu : 
1. Kurangnya pengetahuan untuk menjawab pertanyaan mengenai seksual maupun reproduksi. 
2. Tidak efektifnya komunikasi anak dan orang tua. 
3. Tidak terciptanya suasana keterbukaan, kenyamanan antara anak dan orang tua. 

Beberapa metode pendidikan seks menurut Abdullah Nashih Ulwan (1979), metode pendidikan seks adalah:
(a) Penyadaran yaitu upaya penjelasan terhadap anak untuk tidak melakukan hal-hal buruk yang bisa mengakibatkan kerusakan. Misalnya mengumbar aurat dengan pakaian seksi. 

(b) Peringatan yaitu dengan memberikan gambaran (peringatan) bahaya yang akan muncul akibat liarnya hawa nafsu dan pelecehan terhadap nilai-nilai yang berlaku. Ia akan tumbuh di atas bentang yang kuat, akan mencegah dan menahan diri dari perbuatan keji yang tidak dibenarkan dalam akhlaknya dan tidak akan berpikir ingin memenuhi naluri seksualitas kecuali melalui jalan yang dibenarkan menurut agama. 

(c) Metode ikatan yaitu orang tua memberikan ikatan pada anak terhadap keyakinan rohani, pemikiran, sosial dan aktivitas lainnya yang bermanfaat. Ikatan inilah yang akan membawa anak pada kondisi konstan dan kontinyu dalam menempuh kehidupan yang panjang ini. Apabila anak merasa terikat ikatan aqidah, pemikiran, sosial, maka ia akan terdidik bahkan akan memiliki benteng aqidah Ketuhanan yang akan menang melawan hawa nafsu, dan akan berjalan lurus di atas kebenaran dan petunjuk.

TRIK PENGAWASAN MEDIA DIGITAL DAN IDE EDUKASI SEKSUALITAS PADA ANAK

Trik Pengawasan Media Digital bagi Orangtua 
Orang tua harus cerdas teknologi agar dapat mengontrol dan menguasai pengawasan. Seperti memanfaatkan pengawasan rutin riwayat pencarian pada gadget anak, bisa dilakukan juga pada gadget anak langsung maupun lewat perangkat media dimanapun selama orangtua mengetahui password google anak. 

Rekomendasi beberapa aplikasi
1 Kids Place 
Aplikasi ini berfungsi untuk melindungi data pribadi dan membatasi akses aplikasi tertentu kepada anak.
2. Kids Mode 
Fungsi dari Kid Mode tak berbeda jauh dengan aplikasi Kids Place. Namun, aplikasi ini memiliki kelebihan dengan dibekalinya fitur video chat khusus untuk sesama anggota keluarga.
3. AppNotifier 
Tak jarang anak-anak membeli atau mengunduh sebuah aplikasi tanpa seijin orang tuanya. Mungkin tak terlalu jadi masalah jika harganya murah.
4. Kids Lock 
Fitur yang diusungnya secara keseluruhan serupa dengan aplikasi Kids Place. Namun, aplikasi ini disertai fitur lock screen khusus yang hanya bisa diakses oleh para orangtua. 
5. Norton Online Family 
Jika Anda memberikan akses online internet untuk anak, Anda wajib membekali perangkat mobile Anda dengan Norton Online Family yang dapat memantau aktivitas internet anak.
6. Phone Control 
Aplikasi yang satu ini mungkin lebih dikhususkan bagi para orangtua yang benar-benar paranoid dengan perilaku anaknya ketika menggunakan gadget pintar. Aplikasi
Phone Control mampu memonitor semua yang terjadi dengan gadget yang digunakan
anak Anda.
7. Screen Time Parenting Control 
Hal yang menarik dari aplikasi ini adalah adanya fitur pause atau menghentikan sementara perangkat yang digunakan anak. Seperti dua aplikasi di atas, aplikasi ini juga memiliki pengaturan waktu penggunaan
perangkat.
8. Google Family Link 
Google Family Link dapat digunakan oleh para orang tua untuk mengatur situs web apa saja yang dapat dikunjungi oleh si anak.

Ide Penggunaan Media Digital sebagai Edukasi Seksualitas pada Anak
1. Penggunaan video dengan pendampingan 
Anak usia dini bisa diajak bernyanyi sambil melihat video lagu Kujaga Diriku,
 
2. Buku Digital 
Buku digital atau e-book juga dapat menjadi media interaktif, karena dapat dimasukkan unsur play-a-sound atau participation
di dalamnya. 

3. Pemanfaatan aplikasi dalam gadget 
Anak-anak bisa diarahkan memanfaatkan waktunya dengan didampingi, diarahkan dan diajarkan aplikasi menggambar online, desain online seperti yang cukup mudah yaitu canva,
dan juga bisa memanfaatkan aplikasi stiker maker, belajar coding dengan membuat cerita via aplikasi scratch, belajar membuat video dengan aplikasi kine master, power director dan banyak contoh aplikasi lain untuk diperkenalkan dengan pemahaman seksualitas sambil anak belajar dan mengenal berbagai ilmu keterampilan lain. 

4. Educational game "play study" 
Educational game "play study" dapat digunakan sebagai media belajar pendidikan seks bagi anak Sekolah Dasar. Manfaat yang didapatkan adalah dapat digunakan sebagai media belajar pendidikan seks dan memberikan pemahaman yang benar tentang pendidikan seks. 

Educational game adalah game digital yang dirancang untuk pengayaan pendidikan atau mendukung pengajaran dan pembelajaran, menggunakan teknologi multimedia interaktif.

Ciri-ciri anak yang kecanduan pornografi :


Keluarga merupakan tempat lahir, tempat pendidikan, tempat perkembangan budi pekerti bagi anak dan remaja, sekaligus menjadi lambang, tempat, dan tujuan hidup suami-isteri. Karena itulah dapat ditegaskan bahwa sendi masyarakat yang sehat dan kuat adalah keluarga yang kokoh dan sentosa. 

Metode LARI 

Ajarkan kepada anak : 
Jika kamu melihat pornografi atau seseorang melakukan aksi porno, kamu tidak boleh lemah, kamu harus Lari. 

L A R I 
kenaLi dan Identifikasi apa yang kamu lihat, lalu hindari Ajak bicara dan diskusi dengan orang dewasa yang dipercayai ceRitakan apa yang kamu lihat dan kamu rasakan saat melihatnya  hindari mencarinya lagi.
 
Pertanyaan untuk anak : 
Ini adalah pertanyaan untuk anak kita : 
- Pernahkan kamu menonton pornografi? 
- Kapan pertama sekali menontonnya? Bagaimana reaksimu? 
- Apakah hal yang normal jika penasaran tentang tubuh manusia? Tentang seks? Tentang pornografi? 
- Kenapa orang-orang kecanduan pornografi? 

Bagaimana seharusnya kita melihat dan memperlakukan orang lain? 
Pertanyaan tambahan untuk anak yang lebih besar : 
- Apa perbedaan antara seni dan pornografi? 
- Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kecanduan pornografi? 
- Apakah menurutmu seks dan keintiman itu hal yang sama? 
- Apa yang membuat sebuah hubungan itu sehat? - Kenapa keintiman penting untuk seksualitas yang sehat?
 
Aktivitas
Berikut ini adalah berbagai contoh situasi bermain peran yang dapat dilakukan bersama anak, untuk melatih metode Lari diatas : 
1. Situasi (anak yang lebih kecil) : Kamu sedang dirumah temanmu, dan dia ingin menunjukan sesuatu yang ada di komputernya. Setelah beberapa menit, kamu mengenali hal tersebut sebagai pornografi. Apa yang akan kamu lakukan? 

2. Situasi (anak yang lebih besar). Kamu bersama temanmu, lalu dia menujukan sesuatu yang ada di handphone-nya. Itu adalah sesuatu yang porno. Apa yang akan kamu lakukan? 3. 
Kamu sedang di depan laptop. Lalu tiba-tiba iklan gambar telanjang/ pornografi muncul secara tiba-tiba. Apa yang akan kamu lakukan? 

Aktivitas Tambahan 
Latihan menghindari Pornografi 
Ketika mereka di depan komputer, lalu kamu berjalan ke dekat mereka, dan katakan pornografi lalu mereka berlari menjauhi komputer sejauh dan secepat mereka bisa. Sekejap api dan secepat tornado. Latihan ini akan dapat menentukan sikap dan keputusan mereka ketika menghadapi situasi tersebut. 
Demikian sedikit catatan sederhana kami, semoga dapat menjadi tambahan ilmu bagi kami dan teman-teman yang membutuhkan.


Bunda Cekatan : Tahap Kupu-kupu Pekan 7